alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Isnaini Calon Tunggal Ketua REI Kalbar

PONTIANAK – DPD Real Estate Indonesia (REI) Kalbar akan menggelar Musyawarah Daerah X 24-25 Maret 2021 yang akan datang. Muhammad Isnaini yang kini menjabat sebagai Ketua DPD REI Kalbar, kembali mencalonkan diri dan menjadi calon tunggal untuk kepemimpinan periode 2021-2024. 

“Setelah melalui proses penjaringan, hanya ada satu calon tunggal yang mendaftar, yakni Bapak Muhammad Isnaini. Nantinya akan terpilih secara aklamasi,” ungkap Panitia Penjaringan Musda X DPD REI Kalbar, Baharudin, saat Konferensi Pers, Jumat (19/3).

Sementara itu, Isnaini memastikan, kegiatan tiga tahunan itu akan berjalan sesuai dengan AD/ART organisasi. Tak hanya memilih ketua, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mengevaluasi program REI Kalbar tiga tahun belakangan sejak tahun 2018. Dirinya menyadari, ada banyak tantangan dan hambatan selama tiga tahun memimpin organisasi para pengembang perumahan tersebut.

Baca Juga :  Pemkot Pontianak Janji Evaluasi Pelayanan BPHTB

“Tahun 2018-2021, kita banyak menghadapi dinamika organisasi, baik internal dan eksternal, yang membuat melambatnya program kerja hingga bisnis kita tertekan, terutama karena corona,” ungkap Isnaini.

Pandemi covid-19 menurutnya menjadi puncak tertekannya sektor perumahan dan properti pada umumnya. Namun sebelum adanya pandemi, sejumlah regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah juga turut menjadi hambatan di sektor ini. Kondisi ini, kata dia, menyebabkan anjloknya penjualan rumah, dan berdampak pada pendapatan pengembang serta berkurangnya pekerja di sektor ini.

“Selama pandemi, omzet mereka (pengembang, red) turun 40-70 persen. Pada tahun 2018, masih ada 167 perusahaan anggota REI Kalbar, 2019 ada 166 perusahaan, dan 2020 ada 164 anggota. Namun di tahun 2021 hingga bulan ini, baru 137 perusahaan yang mendaftar angola REI. Artinya ada 27 perusahaan yang tidak mendaftar ulang. Apakah sudah tidak aktif lagi, atau menunggu arus kas membaik,” jelas dia.

Baca Juga :  CGA Luncurkan Rumah Milenial

Wakil Ketua DPD REI Kalbar, Mansur Zahri menambahkan, selain evaluasi, Musda kali ini akan memantapkan program kerja yang selama ini tidak berjalan akibat banyak hambatan. Dia berharap, DPD REI Kalbar dapat memperkuat sinergi perbankan, pemerintah, serta pihak terkait lainnya, dalam mendorong pemulihan di sektor properti.

Ketua Panitia Musda, Endri mengatakan, kegiatan tiga tahunan yang akan digelar itu menjadi ajang untuk mengevaluasi program kerja sekaligus mempersolid anggota REI Kalbar dalam upaya pemulihan ekonomi.

“Persiapan kami sudah 80 persen, dan kami harap para undangan tetap menggunakan protokol kesehatan,” katanya. (sti)

PONTIANAK – DPD Real Estate Indonesia (REI) Kalbar akan menggelar Musyawarah Daerah X 24-25 Maret 2021 yang akan datang. Muhammad Isnaini yang kini menjabat sebagai Ketua DPD REI Kalbar, kembali mencalonkan diri dan menjadi calon tunggal untuk kepemimpinan periode 2021-2024. 

“Setelah melalui proses penjaringan, hanya ada satu calon tunggal yang mendaftar, yakni Bapak Muhammad Isnaini. Nantinya akan terpilih secara aklamasi,” ungkap Panitia Penjaringan Musda X DPD REI Kalbar, Baharudin, saat Konferensi Pers, Jumat (19/3).

Sementara itu, Isnaini memastikan, kegiatan tiga tahunan itu akan berjalan sesuai dengan AD/ART organisasi. Tak hanya memilih ketua, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mengevaluasi program REI Kalbar tiga tahun belakangan sejak tahun 2018. Dirinya menyadari, ada banyak tantangan dan hambatan selama tiga tahun memimpin organisasi para pengembang perumahan tersebut.

Baca Juga :  Apersi Kalbar Ajukan 5000 Rumah Bersubsidi

“Tahun 2018-2021, kita banyak menghadapi dinamika organisasi, baik internal dan eksternal, yang membuat melambatnya program kerja hingga bisnis kita tertekan, terutama karena corona,” ungkap Isnaini.

Pandemi covid-19 menurutnya menjadi puncak tertekannya sektor perumahan dan properti pada umumnya. Namun sebelum adanya pandemi, sejumlah regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah juga turut menjadi hambatan di sektor ini. Kondisi ini, kata dia, menyebabkan anjloknya penjualan rumah, dan berdampak pada pendapatan pengembang serta berkurangnya pekerja di sektor ini.

“Selama pandemi, omzet mereka (pengembang, red) turun 40-70 persen. Pada tahun 2018, masih ada 167 perusahaan anggota REI Kalbar, 2019 ada 166 perusahaan, dan 2020 ada 164 anggota. Namun di tahun 2021 hingga bulan ini, baru 137 perusahaan yang mendaftar angola REI. Artinya ada 27 perusahaan yang tidak mendaftar ulang. Apakah sudah tidak aktif lagi, atau menunggu arus kas membaik,” jelas dia.

Baca Juga :  Laboratorium Klinik Prodia Berikan keringanan biaya 20%

Wakil Ketua DPD REI Kalbar, Mansur Zahri menambahkan, selain evaluasi, Musda kali ini akan memantapkan program kerja yang selama ini tidak berjalan akibat banyak hambatan. Dia berharap, DPD REI Kalbar dapat memperkuat sinergi perbankan, pemerintah, serta pihak terkait lainnya, dalam mendorong pemulihan di sektor properti.

Ketua Panitia Musda, Endri mengatakan, kegiatan tiga tahunan yang akan digelar itu menjadi ajang untuk mengevaluasi program kerja sekaligus mempersolid anggota REI Kalbar dalam upaya pemulihan ekonomi.

“Persiapan kami sudah 80 persen, dan kami harap para undangan tetap menggunakan protokol kesehatan,” katanya. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/