alexametrics
22.8 C
Pontianak
Saturday, August 13, 2022

Bank Kalbar Upayakan Peningkatan Status Desa

PONTIANAK – Industri Jasa Keuangan (IJK) juga memiliki peranan penting dalam rangka mendorong terwujudnya desa mandiri. Kehadiran IJK akan mendorong perekonomian desa, yang tercermin dari pemenuhan indikator-indikator desa membangun. Karena itulah, Bank Kalbar berkomitmen meningkatkan status desa di Kalbar menjadi desa mandiri dengan menghadirkan jaringan bank di desa-desa.

“Karena pengembangan desa mandiri dapat memperkuat ketahanan ekonomi. Kalangan perbankan bisa masuk dari 52 indikator untuk menjadi desa mandiri tersebut,” ungkap Direktur Utama Bank Kalbar, Samsir Ismail, dalam keterangan tertulis.

Indikator yang dimaksud tersebut, lanjut dia, terdapat pada indikator nomor 39 hingga 43, yakni tersedianya lembaga perbankan umum, tersedianya BPR , akses penduduk untuk memperoleh kredit, tersedianya lembaga ekonomi rakyat (Koperasi), serta terdapat usaha kedai makanan restoran, hotel termasuk hotel sederhana dan penginapan atau yang semacamnya.

“Bank Kalbar diharapkan dapat berperan di sini khususnya pada point 39, 41, dan 43 serta termasuk pada point 42 melakukan pembinaan terhadap lembaga ekonomi rakyat atau koperasi,” tuturnya.

Baca Juga :  Ketua Gapkindo Kalbar Kekurangan Bahan Baku Pabrik Karet Belum Beroperasi

Semangat untuk membangun desa itu, dikatakan Samsir, sesuai dengan visi misi pemerintah Provinsi Kalbar, untuk meningkatkan status dari desa sangat tertinggal, desa tertinggal, desa berkembang, dan desa maju, menjadi desa mandiri. Saat ini, total desa di Kalbar sebanyak 2031 desa, dengan status desa mandiri sebanyak 214 desa, yang berarti masih banyak lagi desa yang perlu ditingkatkan statusnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, dalam rangka pelayanan perbankan, Bank Kalbar bisa membuka Laku Pandai/Layanan Tanpa Kantor pada Koperasi atau BUMDes, serta memberikan pembiayaan/kredit pada UMKM yang berada di desa. Selain itu kata dia, Gubernur Kalbar Sutarmidji juga berharap pada Bank Kalbar untuk meningkatkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan tingkatkan integritas seluruh jajaran Bank Kalbar.

Baca Juga :  Geliat Hotel Golden Tulip Bertahan di Tengah Pandemi

“Serta dapat menjadi pelopor dalam meningkatkan kredit produktif terutama UMKM dan mengurangi kredit konsumtif sehingga lebih banyak menyalurkan kredit produktif,” tuturnya.

Pihaknya juga berkomitmen mendukung program pemerintah antara lain Program Pemerintah Pusat yaitu penyaluran dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional). Pihaknya sebagai bank mitra, baru-baru ini mendapatkan tambahan sebesar Rp300 Miliar melalui program penempatan dana. Adapun dengan anggaran tersebut, sebutnya, nantinya leverage atau daya ungkit harus dua kali yaitu sebesar Rp600 Miliar.

Dalam mewujudkan upaya tersebut, dirinya meminta kepada Pemimpin Cabang agar mendukung program atau visi dan misi kepada daerah masing-masing, sehingga Bank Kalbar dapat berperan aktif dalam membangun daerah di wilayah kerjanya. “Selain itu, kita harus mengapresiasi dukungan penuh kepada Pemprov, Pemkab, dan Pemkot untuk semakin membesarkan Bank Kalbar. Semakin kuat modal Bank Kalbar maka semakin memperkuat keleluasaan Bank Kalbar berekspansi,” pungkasnya. (sti)

PONTIANAK – Industri Jasa Keuangan (IJK) juga memiliki peranan penting dalam rangka mendorong terwujudnya desa mandiri. Kehadiran IJK akan mendorong perekonomian desa, yang tercermin dari pemenuhan indikator-indikator desa membangun. Karena itulah, Bank Kalbar berkomitmen meningkatkan status desa di Kalbar menjadi desa mandiri dengan menghadirkan jaringan bank di desa-desa.

“Karena pengembangan desa mandiri dapat memperkuat ketahanan ekonomi. Kalangan perbankan bisa masuk dari 52 indikator untuk menjadi desa mandiri tersebut,” ungkap Direktur Utama Bank Kalbar, Samsir Ismail, dalam keterangan tertulis.

Indikator yang dimaksud tersebut, lanjut dia, terdapat pada indikator nomor 39 hingga 43, yakni tersedianya lembaga perbankan umum, tersedianya BPR , akses penduduk untuk memperoleh kredit, tersedianya lembaga ekonomi rakyat (Koperasi), serta terdapat usaha kedai makanan restoran, hotel termasuk hotel sederhana dan penginapan atau yang semacamnya.

“Bank Kalbar diharapkan dapat berperan di sini khususnya pada point 39, 41, dan 43 serta termasuk pada point 42 melakukan pembinaan terhadap lembaga ekonomi rakyat atau koperasi,” tuturnya.

Baca Juga :  Tiga Kali Mangkir, Kejati Tahan Mantan Kepala Bank

Semangat untuk membangun desa itu, dikatakan Samsir, sesuai dengan visi misi pemerintah Provinsi Kalbar, untuk meningkatkan status dari desa sangat tertinggal, desa tertinggal, desa berkembang, dan desa maju, menjadi desa mandiri. Saat ini, total desa di Kalbar sebanyak 2031 desa, dengan status desa mandiri sebanyak 214 desa, yang berarti masih banyak lagi desa yang perlu ditingkatkan statusnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, dalam rangka pelayanan perbankan, Bank Kalbar bisa membuka Laku Pandai/Layanan Tanpa Kantor pada Koperasi atau BUMDes, serta memberikan pembiayaan/kredit pada UMKM yang berada di desa. Selain itu kata dia, Gubernur Kalbar Sutarmidji juga berharap pada Bank Kalbar untuk meningkatkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan tingkatkan integritas seluruh jajaran Bank Kalbar.

Baca Juga :  Pentingnya Smartphone untuk Bikin Jualan Online Kamu Laku Keras

“Serta dapat menjadi pelopor dalam meningkatkan kredit produktif terutama UMKM dan mengurangi kredit konsumtif sehingga lebih banyak menyalurkan kredit produktif,” tuturnya.

Pihaknya juga berkomitmen mendukung program pemerintah antara lain Program Pemerintah Pusat yaitu penyaluran dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional). Pihaknya sebagai bank mitra, baru-baru ini mendapatkan tambahan sebesar Rp300 Miliar melalui program penempatan dana. Adapun dengan anggaran tersebut, sebutnya, nantinya leverage atau daya ungkit harus dua kali yaitu sebesar Rp600 Miliar.

Dalam mewujudkan upaya tersebut, dirinya meminta kepada Pemimpin Cabang agar mendukung program atau visi dan misi kepada daerah masing-masing, sehingga Bank Kalbar dapat berperan aktif dalam membangun daerah di wilayah kerjanya. “Selain itu, kita harus mengapresiasi dukungan penuh kepada Pemprov, Pemkab, dan Pemkot untuk semakin membesarkan Bank Kalbar. Semakin kuat modal Bank Kalbar maka semakin memperkuat keleluasaan Bank Kalbar berekspansi,” pungkasnya. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/