alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 15, 2022

Terganjal Kabut Asap, PIDB 2019 Tetap Jalan

PONTIANAK – Ajang Pontianak International Dragon Boat dan Khatulistiwa Run 2019 yang akan digelar pada 20-22 September 2019 mendatang bakal terganjal kabut asap. Tanda-tanda itu semakin tampak, setelah ada peserta dari luar negeri yang membatalkan kepesertaannya dalam kegiatan bertaraf internasional ini.

“Yang mengundurkan diri itu, ada Hongkong dan Singapore. Kondisi cuaca seperti ini membuat  pemerintah mereka tidak memberikan izin untuk masuk ke Pontianak,” ungkap Ketua Panitia, Ongky Lesmana, kemarin.

Seyogyanya, ajang ini akan diikuti oleh tujuh negara, di antaranya, Indonesia, Malaysia, Filipina, Brunai Darussalam, Singapura, Hongkong dan Australia. Namun lantaran kabut asap yang tak juga hilang, peserta dari dua negara tersebut menyatakan mengundurkan diri. Ongky mengatakan bahwa pihaknya berusaha semaksimal mungkin meyakinkan peserta dari luar negeri bahwa kondisi Pontianak cukup aman, dan pihaknya siap menggelar kegiatan dengan sukses.

Baca Juga :  Jadi Penggerak Ekonomi, Mendag Lutfi Kampanyekan Gernas ke UMKM Babel

“Kita berusaha meyakinkan meraka bahwa cuaca di pontianak aman,” kata dia.

Ongky yakin bila penyelenggaran lomba dragon boat tidak terlalu berpengaruh dengan kondisi yang berkabut. Justru yang cukup dikhawatirkan adalah kegiatan Khatulistiwa Run. Menurutnya, tidak baik bila berlari dalam kondisi berkabut seperti ini.

“Kami sangat khawatir, tapi kami masih semangat. Kita berharap segera hujan,” tutur dia.

Ongky berharap, meski dalam kondisi cuaca yang tidak mendukung, kegiatan tersebut dapat berjalan dengan maksimal. Kontingen yand datang baik dari dalam dan luar negeri, diharapkannya mendapatkan kesan yang baik selama di kota ini. “Intinya kita akan buat yang terbaik. Bagaimana Pontianak ini bisa dikenal orang, dan para pengunjung punya pengalaman yang baik selama di sini,” kata dia.

Baca Juga :  Perluas Investasi, BRI Jalin Kerja Sama dengan Mirae Asset Sekuritas

Kekhawatiran juga diungkapkan oleh General Manager Hotel Aston Pontianak, Anto W Soemartono. Ia khawatir bila penyelenggaraan International Dragon Boat dan Khatulistiwa Run 2019 berjalan tidak sesuai yang diharapkan lantaran kabut asap.

“Bisa jadi nanti banyak orang dari luar yang mau datang mendadak jadi tidak bisa datang,” kata dia.

Sejauh ini, menurutnya belum ada kenaikan yang signifikan terhadap tingkat hunian di hotel tersebut. Bahkan sebaliknya, kabut asap membuat okupansi menurun. Dia pun belum dapat memprediksi akankah ada kenaikan okupansi saat penyelenggaraan kedua agenda tersebut. “Pemesanan kamar biasanya mendadak,” pungkas dia. (sti)

PONTIANAK – Ajang Pontianak International Dragon Boat dan Khatulistiwa Run 2019 yang akan digelar pada 20-22 September 2019 mendatang bakal terganjal kabut asap. Tanda-tanda itu semakin tampak, setelah ada peserta dari luar negeri yang membatalkan kepesertaannya dalam kegiatan bertaraf internasional ini.

“Yang mengundurkan diri itu, ada Hongkong dan Singapore. Kondisi cuaca seperti ini membuat  pemerintah mereka tidak memberikan izin untuk masuk ke Pontianak,” ungkap Ketua Panitia, Ongky Lesmana, kemarin.

Seyogyanya, ajang ini akan diikuti oleh tujuh negara, di antaranya, Indonesia, Malaysia, Filipina, Brunai Darussalam, Singapura, Hongkong dan Australia. Namun lantaran kabut asap yang tak juga hilang, peserta dari dua negara tersebut menyatakan mengundurkan diri. Ongky mengatakan bahwa pihaknya berusaha semaksimal mungkin meyakinkan peserta dari luar negeri bahwa kondisi Pontianak cukup aman, dan pihaknya siap menggelar kegiatan dengan sukses.

Baca Juga :  Daihatsu Berikan Harga Khusus di Astra Auto Fest 2020

“Kita berusaha meyakinkan meraka bahwa cuaca di pontianak aman,” kata dia.

Ongky yakin bila penyelenggaran lomba dragon boat tidak terlalu berpengaruh dengan kondisi yang berkabut. Justru yang cukup dikhawatirkan adalah kegiatan Khatulistiwa Run. Menurutnya, tidak baik bila berlari dalam kondisi berkabut seperti ini.

“Kami sangat khawatir, tapi kami masih semangat. Kita berharap segera hujan,” tutur dia.

Ongky berharap, meski dalam kondisi cuaca yang tidak mendukung, kegiatan tersebut dapat berjalan dengan maksimal. Kontingen yand datang baik dari dalam dan luar negeri, diharapkannya mendapatkan kesan yang baik selama di kota ini. “Intinya kita akan buat yang terbaik. Bagaimana Pontianak ini bisa dikenal orang, dan para pengunjung punya pengalaman yang baik selama di sini,” kata dia.

Baca Juga :  Gunakan Listrik PLN, Pedagang Kecamatan Simpang Hulu Pangkas Biaya Operasional 50% Lebih

Kekhawatiran juga diungkapkan oleh General Manager Hotel Aston Pontianak, Anto W Soemartono. Ia khawatir bila penyelenggaraan International Dragon Boat dan Khatulistiwa Run 2019 berjalan tidak sesuai yang diharapkan lantaran kabut asap.

“Bisa jadi nanti banyak orang dari luar yang mau datang mendadak jadi tidak bisa datang,” kata dia.

Sejauh ini, menurutnya belum ada kenaikan yang signifikan terhadap tingkat hunian di hotel tersebut. Bahkan sebaliknya, kabut asap membuat okupansi menurun. Dia pun belum dapat memprediksi akankah ada kenaikan okupansi saat penyelenggaraan kedua agenda tersebut. “Pemesanan kamar biasanya mendadak,” pungkas dia. (sti)

Most Read

Anggota Polsek Toho Ditabrak Truk Kayu

Plafon Pasar Ikan Jongkat Ambruk

Klaim Messi Termotivasi

Artikel Terbaru

/