alexametrics
33.9 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Kualitas Ditopang Rasa, Higienitas, dan Kehalalan

Melirik Bisnis Waralaba Bakso

Borneofood saat ini tengah membangun kemitraan dengan menawarkan bisnis waralaba bakso di Kalimantan Barat. Sabtu (19/1), perusahaan ini menggelar Softlaunching Frenchise Bakso Halal, dengan mengundang para calon mitra. Besar harapan bisnis waralaba ini tumbuh pertama kali di Kota Pontianak. 

SITI SULBIYAH, Pontianak

DIREKTUR Borneofood Indotama, Taufik Muhi menuturkan, pihaknya membuka peluang kerjasama berkonsep waralaba dengan produknya berupa bakso halal dengan usahanya yang bernama Warung Bakso Pakmin Birem. Bisnis ini memiliki prospek yang cerah karena bakso merupakan salah satu makanan favorit kebanyakan masyarakat Indonesia.

“Bisnis bakso punya peluang besar, karena rata-rata orang suka bakso. Tetapi yang perlu dicatat adalah, semua orang memang bisa bikin bakso, tapi tidak semua bisa bikin bakso yang enak,” ungkap dia.

Pabrik pengolahan milik Borneofood yang berada di Balai Karangan, Kabupaten Sanggau, memang telah dikenal dengan produk baksonya. Bisnis waralaba bakso halal ini, sebenarnya merupakan salah satu produk bisnis yang baru dirintis dan merupakan ekspansi dari bisnis yang sudah bertahun-tahun ia kembangkan, yakni distributor daging beku, serta produsen olahan daging.

Dibangunnya bisnis waralaba ini adalah untuk membuka peluang usaha sekaligus membuka lapangan kerja. Pihaknya menjamin kualitas bakso, baik dari segi rasa, hingga kehalalannya.  “Dengan modal sekitar Rp60 juta saja, bisnis frenchise ini sudah bisa dijalankan,” kata dia.

Baca Juga :  Menyambut Natal dan Tahun Baru, Merbis Rayakan bersama Panti Asuhan Getsemani

Dengan modal tersebut, pihaknya akan memfasilitasi mitra, mulai dari pengadaan bahan baku, bumbu, hingga memberikan pelatihan kepada juru masaknya. Hal ini dilakukan tak lain untuk tetap menjaga cita rasa otentik dari bakso yang ia produksi. Saat ini pihaknya memiliki beberapa varian bakso, antara lain bakso polos, daging urat sapi, isi keju, telur asin, daging cincang, serta bakso polos iga.

Keuntungan dari bisnis ini, kata dia, menjadi sepenuhnya milik mitra, karena pihaknya tidak menerapkan sistem bagi hasil. “ Kami hanya sebagai pemasok bahan yang dibutuhkan,” kata dia.

Sebenarnya tawaran kemitraan saat ini telah datang dari sejumlah pengusaha di luar Kalimantan Barat. Bahkan lebih dari sekedar warung bakso biasa, melainkan berkonsep restoran dengan kebutuhan yang lebih besar.

Meski begitu, Taufik punya keinginan lain. Pengusaha muda ini, ingin agar bisnis waralaba itu dimulai di Kota Pontianak. “Sebenarnya tawaran sudah datang dari Jakarta, Bandung dan Semarang. Tetapi kami ingin pertama kali usaha frenchise ini dimulai dari Kalbar,” kata dia.

Dari pertemuan dengan para calon mitra, pihaknya berharap tahun ini setidaknya dapat membuka tiga waralaba Warung Bakso Pakmin Birem. Pihaknya optimistis bila bisnis waralaba ini akan mendapatkan respon yang baik.

Baca Juga :  Royal Bakery Berkembang Bersama Alfamart

Pihaknya menyadari dalam menjalankan bisnis ini, selain kualitas, ketersediaan bahan baku juga harus terjamin. Apalagi perusahaannya juga menjadi supplier bakso yang dijual dalam bentuk curah maupun kemasan praktis.

Karena itu, pihaknya dalam waktu dekat akan meningkatkan kapasitas produksi. “Untuk saat ini, dalam sehari kami mampu memproduksi bakso hingga 2 ton, sehingga rata-rata dalam satu bulan sekitar 60 ton,” sebut dia.

Peningkatan produksi ini dinilanya perlu segera dilakukan, terlebih permintaannya tidak hanya datang dari Kalbar saja, melainkan dari Malaysia. Diakuinya, setiap bulan lebih dari 6000 bungkus bakso, baik dalam kemasan 120 gram maupun 180 gram diekspor ke negeri Jiran itu. Tren itu diperkirakannya akan meningkat. “Belum lagi kami mau buka ekspor ke Brunai,” pungkas dia.

Direktur LPPOM MUI Kalbar, M Agus Wibowo, berharap produk-produk halal menjadi pilihan masyarakat. Tak terkecuali bagi makanan bakso. Sertifikasi rumah makan bakso, diakui dia, agak sedikit rumit, karena harus memastikan proses pembuatan dan sumber dagingnya sesuai dengan prinsip-prinsip kehalalan.

Karena itu, bila ada pabrik pengolahan bakso yang sudah merlabel halal, maka pasokan bakso halal bagi rumah makan akan lebih mudah. “Apalagi kalau ini frenchise yang kita sudah tahu hulu dan hilirnya,” kata Agus. (*)

 

Melirik Bisnis Waralaba Bakso

Borneofood saat ini tengah membangun kemitraan dengan menawarkan bisnis waralaba bakso di Kalimantan Barat. Sabtu (19/1), perusahaan ini menggelar Softlaunching Frenchise Bakso Halal, dengan mengundang para calon mitra. Besar harapan bisnis waralaba ini tumbuh pertama kali di Kota Pontianak. 

SITI SULBIYAH, Pontianak

DIREKTUR Borneofood Indotama, Taufik Muhi menuturkan, pihaknya membuka peluang kerjasama berkonsep waralaba dengan produknya berupa bakso halal dengan usahanya yang bernama Warung Bakso Pakmin Birem. Bisnis ini memiliki prospek yang cerah karena bakso merupakan salah satu makanan favorit kebanyakan masyarakat Indonesia.

“Bisnis bakso punya peluang besar, karena rata-rata orang suka bakso. Tetapi yang perlu dicatat adalah, semua orang memang bisa bikin bakso, tapi tidak semua bisa bikin bakso yang enak,” ungkap dia.

Pabrik pengolahan milik Borneofood yang berada di Balai Karangan, Kabupaten Sanggau, memang telah dikenal dengan produk baksonya. Bisnis waralaba bakso halal ini, sebenarnya merupakan salah satu produk bisnis yang baru dirintis dan merupakan ekspansi dari bisnis yang sudah bertahun-tahun ia kembangkan, yakni distributor daging beku, serta produsen olahan daging.

Dibangunnya bisnis waralaba ini adalah untuk membuka peluang usaha sekaligus membuka lapangan kerja. Pihaknya menjamin kualitas bakso, baik dari segi rasa, hingga kehalalannya.  “Dengan modal sekitar Rp60 juta saja, bisnis frenchise ini sudah bisa dijalankan,” kata dia.

Baca Juga :  Menyambut Natal dan Tahun Baru, Merbis Rayakan bersama Panti Asuhan Getsemani

Dengan modal tersebut, pihaknya akan memfasilitasi mitra, mulai dari pengadaan bahan baku, bumbu, hingga memberikan pelatihan kepada juru masaknya. Hal ini dilakukan tak lain untuk tetap menjaga cita rasa otentik dari bakso yang ia produksi. Saat ini pihaknya memiliki beberapa varian bakso, antara lain bakso polos, daging urat sapi, isi keju, telur asin, daging cincang, serta bakso polos iga.

Keuntungan dari bisnis ini, kata dia, menjadi sepenuhnya milik mitra, karena pihaknya tidak menerapkan sistem bagi hasil. “ Kami hanya sebagai pemasok bahan yang dibutuhkan,” kata dia.

Sebenarnya tawaran kemitraan saat ini telah datang dari sejumlah pengusaha di luar Kalimantan Barat. Bahkan lebih dari sekedar warung bakso biasa, melainkan berkonsep restoran dengan kebutuhan yang lebih besar.

Meski begitu, Taufik punya keinginan lain. Pengusaha muda ini, ingin agar bisnis waralaba itu dimulai di Kota Pontianak. “Sebenarnya tawaran sudah datang dari Jakarta, Bandung dan Semarang. Tetapi kami ingin pertama kali usaha frenchise ini dimulai dari Kalbar,” kata dia.

Dari pertemuan dengan para calon mitra, pihaknya berharap tahun ini setidaknya dapat membuka tiga waralaba Warung Bakso Pakmin Birem. Pihaknya optimistis bila bisnis waralaba ini akan mendapatkan respon yang baik.

Baca Juga :  Pupuk Solidaritas, KPP Pontianak Barat Gelar DJP Peduli

Pihaknya menyadari dalam menjalankan bisnis ini, selain kualitas, ketersediaan bahan baku juga harus terjamin. Apalagi perusahaannya juga menjadi supplier bakso yang dijual dalam bentuk curah maupun kemasan praktis.

Karena itu, pihaknya dalam waktu dekat akan meningkatkan kapasitas produksi. “Untuk saat ini, dalam sehari kami mampu memproduksi bakso hingga 2 ton, sehingga rata-rata dalam satu bulan sekitar 60 ton,” sebut dia.

Peningkatan produksi ini dinilanya perlu segera dilakukan, terlebih permintaannya tidak hanya datang dari Kalbar saja, melainkan dari Malaysia. Diakuinya, setiap bulan lebih dari 6000 bungkus bakso, baik dalam kemasan 120 gram maupun 180 gram diekspor ke negeri Jiran itu. Tren itu diperkirakannya akan meningkat. “Belum lagi kami mau buka ekspor ke Brunai,” pungkas dia.

Direktur LPPOM MUI Kalbar, M Agus Wibowo, berharap produk-produk halal menjadi pilihan masyarakat. Tak terkecuali bagi makanan bakso. Sertifikasi rumah makan bakso, diakui dia, agak sedikit rumit, karena harus memastikan proses pembuatan dan sumber dagingnya sesuai dengan prinsip-prinsip kehalalan.

Karena itu, bila ada pabrik pengolahan bakso yang sudah merlabel halal, maka pasokan bakso halal bagi rumah makan akan lebih mudah. “Apalagi kalau ini frenchise yang kita sudah tahu hulu dan hilirnya,” kata Agus. (*)

 

Most Read

IKBM Gelar Vaksinasi Massal

Toleransi jadi Fokus Utama

Aku dan Sang Nomor Satu

Tahun Ini, 1,6 Kilometer Diperbaiki

Artikel Terbaru

/