alexametrics
30 C
Pontianak
Monday, May 23, 2022

Pasar Modal Pilihan di Tengah Pandemi

PONTIANAK – Di tengah pandemi Covid-19, pasar modal kian dilirik menjadi pilihan untuk pelaku investasi di Kalimantan Barat. Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Pontianak, Taufan Febiola, menyebut terjadi peningkatan jumlah investor maupun nilai transaksi bursa saham di provinsi ini. Hingga semester I-2021 tercatat jumlah investor bursa  efek asal Kalbar hampir menembus angka 40.000. Lanjut dia, angka tersebut, jauh melesat dari jumlah investor tahun lalu. Dimana pada akhir tahun lalu, angka investor Kalbar baru mencapai 26.000 orang.

“Hingga Juni Jumlah Single Investor Identification kita mencapai 3.9158 orang,” ujarnya kepada Pontianak Post, kemarin (19/8). Jumlah investor di Kalbar terbesar datang dari Kota Pontianak dengan 19.027 orang. Kemudian disusul Kabupaten Kubu Raya (3.729 orang) dan Kota Singkawang (3.213). Sedangkan daerah yang paling minim menyumbang investornya adalah Kabupaten Mempawah (214) orang Kayong Utara (299 orang).

Selaras dengan pertumbuhan investor, nilai tranksasi juga bertambah. Data BEI menyebut nilai transaksi tengah tahun pertama tahun ini ditutup dengan angka Rp28,60 triliun. Angka ini naik dari nominal akhir tahun 2020 yang tembus Rp25,78 triliun.

Baca Juga :  Dukung Pelayanan Berbasis Digital

Menurut dia, peningkatan ini disebabkan oleh makin baiknya literasi keuangan, terutama dari kalangan milenial. Selain itu pasar saham juga dinilai menjadi instrumen investasi yang aman.

Investor pasar modal di Kalimantan Barat terus bertumbuh pesat. Kendati demikian belum banyak perusahaan dari provinsi ini yang berencana untuk melantai di bursa saham. Dia mengatakan pihaknya terus mendorong agar perusahaan lokal mau menjadi perusahaan terbuka dan go public demi ekspansi bisnis yang lebih luas. Menurut dia peningkatan investor di Kalbar menjadi peluang untuk pengusaha mendapat pendanaan melalui pasar modal. “Pertumbuhan investor di Kalbar ini menjadi kesempatan perusahaan-perusahaan di Kalbar perlu untuk go public atau melantai di pasar modal,” ujarnya.

Baca Juga :  Minat Pasar Modal Meningkat, Public Expose Lampaui Target

Baginya, hal ini juga menjadi bukti bahwa BEI yang siap memberikan pendanaan melalui pasar modal dan membeli saham perusahaan lokal Kalbar yang ditawarkan melalui Initial Public Offering (IPO).

“Mungkin situasi pandemi Covid-19 ini jauh lebih kompleks dan dahsyat dari pada krisis moneter karena dihantam dua efek sekaligus dari sisi suplai pengusaha dan permintaan dari investor. Namun di sisi permintaan pasar modal sangat bertumbuh pesat sekali dilihat dari perkembangan ini,” tambahnya.

Pihaknya terus mendorong perusahaan di Kalbar melantai di bursa efek melakukan edukasi dan sosialiasai agar termotivasi go public. Taufan menjelaskan pada umumnya perusahaan dalam pendanaan melalui bank. Padahal dari sisi lain menurutnya satu di antaranya bisa melalui pasar modal. “Untuk itulah kita terus melakukan edukasi dan sosialiasi bahkan bimbingan agar perusahaan terutama di Kalbar agar IPO,” dia memungkasi. (ars)

PONTIANAK – Di tengah pandemi Covid-19, pasar modal kian dilirik menjadi pilihan untuk pelaku investasi di Kalimantan Barat. Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Pontianak, Taufan Febiola, menyebut terjadi peningkatan jumlah investor maupun nilai transaksi bursa saham di provinsi ini. Hingga semester I-2021 tercatat jumlah investor bursa  efek asal Kalbar hampir menembus angka 40.000. Lanjut dia, angka tersebut, jauh melesat dari jumlah investor tahun lalu. Dimana pada akhir tahun lalu, angka investor Kalbar baru mencapai 26.000 orang.

“Hingga Juni Jumlah Single Investor Identification kita mencapai 3.9158 orang,” ujarnya kepada Pontianak Post, kemarin (19/8). Jumlah investor di Kalbar terbesar datang dari Kota Pontianak dengan 19.027 orang. Kemudian disusul Kabupaten Kubu Raya (3.729 orang) dan Kota Singkawang (3.213). Sedangkan daerah yang paling minim menyumbang investornya adalah Kabupaten Mempawah (214) orang Kayong Utara (299 orang).

Selaras dengan pertumbuhan investor, nilai tranksasi juga bertambah. Data BEI menyebut nilai transaksi tengah tahun pertama tahun ini ditutup dengan angka Rp28,60 triliun. Angka ini naik dari nominal akhir tahun 2020 yang tembus Rp25,78 triliun.

Baca Juga :  Kesalahan YouTuber Pemula yang Harus Dihindari saat Bikin Konten

Menurut dia, peningkatan ini disebabkan oleh makin baiknya literasi keuangan, terutama dari kalangan milenial. Selain itu pasar saham juga dinilai menjadi instrumen investasi yang aman.

Investor pasar modal di Kalimantan Barat terus bertumbuh pesat. Kendati demikian belum banyak perusahaan dari provinsi ini yang berencana untuk melantai di bursa saham. Dia mengatakan pihaknya terus mendorong agar perusahaan lokal mau menjadi perusahaan terbuka dan go public demi ekspansi bisnis yang lebih luas. Menurut dia peningkatan investor di Kalbar menjadi peluang untuk pengusaha mendapat pendanaan melalui pasar modal. “Pertumbuhan investor di Kalbar ini menjadi kesempatan perusahaan-perusahaan di Kalbar perlu untuk go public atau melantai di pasar modal,” ujarnya.

Baca Juga :  PLN Energize SUTT dan GI 150 kv Ketapang-Kendawang

Baginya, hal ini juga menjadi bukti bahwa BEI yang siap memberikan pendanaan melalui pasar modal dan membeli saham perusahaan lokal Kalbar yang ditawarkan melalui Initial Public Offering (IPO).

“Mungkin situasi pandemi Covid-19 ini jauh lebih kompleks dan dahsyat dari pada krisis moneter karena dihantam dua efek sekaligus dari sisi suplai pengusaha dan permintaan dari investor. Namun di sisi permintaan pasar modal sangat bertumbuh pesat sekali dilihat dari perkembangan ini,” tambahnya.

Pihaknya terus mendorong perusahaan di Kalbar melantai di bursa efek melakukan edukasi dan sosialiasai agar termotivasi go public. Taufan menjelaskan pada umumnya perusahaan dalam pendanaan melalui bank. Padahal dari sisi lain menurutnya satu di antaranya bisa melalui pasar modal. “Untuk itulah kita terus melakukan edukasi dan sosialiasi bahkan bimbingan agar perusahaan terutama di Kalbar agar IPO,” dia memungkasi. (ars)

Most Read

Artikel Terbaru

/