alexametrics
34 C
Pontianak
Friday, September 30, 2022

Mobil Listrik Dinas, Mungkinkah ?

PONTIANAK — Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan instruksi ke jajarannya di pemerintah pusat dan daerah untuk aktivitas kedinasan mulai menerapkan green energy (energi hijau) berupa kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas sehari-hari. Bahkan perintah tersebut tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan Atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Instruksi ini resmi dikeluarkan Jokowi per tanggal 13 September 2022 dan resmi diterapkan sejak pertama kali aturan tersebut dirilis. Pemerintah pusat menyebutkan penggunaan kendaraan dinas operasional dapat dilakukan melalui skema pembelian, sewa, atau konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Sementara pengadaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai harus mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai pengadaan barang/jasa pemerintah.

Wakil Ketua DPRD Kalimantan Barat, Suriansyah menyambut baik langkah Presiden Joko Widodo yang meminta pejabat dari tingkat pusat dan daerah beralih menggunakan mobil listrik untuk kegiatan sehari-hari. Namun bagi daerah, kebijakan ini berpotensi menambah beban pemerintah daerah di APBD khusus pengadaan mobil dinas tenaga listrik.

“Kan selama ini rata-rata mobil dinas para pejabat semuanya memakai Bahan Bakar Minyak (BBM) baik dari pertamax, pertamax plus, dexlite dan lain-lain. Rata-rata jumlah kendaraan tersebut tidak sedikit. Dari pemerintah kabupaten, kota hingga provinsi termasuk di legislatifnya,” ucapnya. “Kondisinya juga masih bagus-bagus dan masuk kategori layak pakai dan sangat layak pakai,” timpal dia.

Baca Juga :  PLN Jamin Keandalan Pasokan Listrik

Politisi Gerindra Kalbar ini menilai bahwa Inpres nomor 7 tahun 2022 untuk kendaraan listrik memang wajib disambut baik seluruh komponen. Itu artinya pemerintah memberikan contoh kepada para pejabat dari kementriaan, sampai pejabat daerah memberikan contoh memakai mobil listrik.

Lanjutnya, jika tahun mendatang kendaraan dinas pejabat mulai dianggarkan pada APBD masing-masing daerah, bagaimana dengan nasib mobil dinas dengan bahan bakar minyak. Jumlah kendaraan tersebut juga banyak dan masih banyak dipakai para pejabat. Apalagi mengadakan proyek kendaraan dinas baru dengan bahan bakar listrik, jelas memakai anggaran tidak kecil. “Bisa jadi dilematis,” ujarnya.

Hanya saja, kata dia, untuk jangka panjang kebijakan mobil dinas listrik sangat baik, bermanfaat, ramah lingkungan dan berpotensi tidak membebankan APBD untuk daya isinya. Kendaraan listrik arus diapresiasi sehingga penggunaan BBM subsidi dan non subsidi akan lebih kecil bahkan cenderung hilang di lingkungan pemerintah.

Baca Juga :  Gunakan Kompor Induksi, Aktifitas Memasak Lebih Mudah dan Praktis

Ahmad Buyung, pemilik showroom mobil di Sungai Raya Dalam mengapresiasi penerapan mobil listrik untuk masyarakat Indonesia.

“Pertama biarkan diterapkan ke pemerintah dahulu. Lalu ke masyarakat. Kami dukung penuh. Kalau bisa jangan hanya roda empat tetapi roda dua. Kami juga mungkin beralih dan fokus menjual kendaraan masa depan yang ramah lingkungan tersebut ke depan. Itu pasti terjadi,” ucapnya kemarin.

Menurut dia peralihan kendaraan masa depan dari bahan bakar fosil (BBM) ke listrik pelan-pelan bakalan terjadi. Itu sudah dilakukan negara-negara maju mulai dari Amerika, Cina, Eropa, Jazirah Arab, Asia dan sebagian Asia Tenggara.

“Lihat saja vietnam, dengan kendaraan listrik berbagai jenis merek Vinfast. Ada daya tahan isinya hingga 400-500 kilometer perjalan untuk sekali cas daya baterainya. Itu artinya negara semacam Vietnam saja, tidak perlu ribut harga BBM naik tinggi atau rendah. Tinggal colok dengan durasi tidak lama, langsung jalan. Kita harusnya memang sudah mulai dari dulu,” ujarnya.

“Belum lagi china dengan berbagai merek kendaraan listriknya. Dunia sudah maju beberapa langkah untuk membatasi pemakaian bahan bakar fosil,” lanjutnya.(den)

PONTIANAK — Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan instruksi ke jajarannya di pemerintah pusat dan daerah untuk aktivitas kedinasan mulai menerapkan green energy (energi hijau) berupa kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas sehari-hari. Bahkan perintah tersebut tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan Atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Instruksi ini resmi dikeluarkan Jokowi per tanggal 13 September 2022 dan resmi diterapkan sejak pertama kali aturan tersebut dirilis. Pemerintah pusat menyebutkan penggunaan kendaraan dinas operasional dapat dilakukan melalui skema pembelian, sewa, atau konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Sementara pengadaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai harus mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai pengadaan barang/jasa pemerintah.

Wakil Ketua DPRD Kalimantan Barat, Suriansyah menyambut baik langkah Presiden Joko Widodo yang meminta pejabat dari tingkat pusat dan daerah beralih menggunakan mobil listrik untuk kegiatan sehari-hari. Namun bagi daerah, kebijakan ini berpotensi menambah beban pemerintah daerah di APBD khusus pengadaan mobil dinas tenaga listrik.

“Kan selama ini rata-rata mobil dinas para pejabat semuanya memakai Bahan Bakar Minyak (BBM) baik dari pertamax, pertamax plus, dexlite dan lain-lain. Rata-rata jumlah kendaraan tersebut tidak sedikit. Dari pemerintah kabupaten, kota hingga provinsi termasuk di legislatifnya,” ucapnya. “Kondisinya juga masih bagus-bagus dan masuk kategori layak pakai dan sangat layak pakai,” timpal dia.

Baca Juga :  Bank Mandiri Dukung Penyaluran Bantuan Sosial di Kalbar

Politisi Gerindra Kalbar ini menilai bahwa Inpres nomor 7 tahun 2022 untuk kendaraan listrik memang wajib disambut baik seluruh komponen. Itu artinya pemerintah memberikan contoh kepada para pejabat dari kementriaan, sampai pejabat daerah memberikan contoh memakai mobil listrik.

Lanjutnya, jika tahun mendatang kendaraan dinas pejabat mulai dianggarkan pada APBD masing-masing daerah, bagaimana dengan nasib mobil dinas dengan bahan bakar minyak. Jumlah kendaraan tersebut juga banyak dan masih banyak dipakai para pejabat. Apalagi mengadakan proyek kendaraan dinas baru dengan bahan bakar listrik, jelas memakai anggaran tidak kecil. “Bisa jadi dilematis,” ujarnya.

Hanya saja, kata dia, untuk jangka panjang kebijakan mobil dinas listrik sangat baik, bermanfaat, ramah lingkungan dan berpotensi tidak membebankan APBD untuk daya isinya. Kendaraan listrik arus diapresiasi sehingga penggunaan BBM subsidi dan non subsidi akan lebih kecil bahkan cenderung hilang di lingkungan pemerintah.

Baca Juga :  Gunakan Kompor Induksi, Aktifitas Memasak Lebih Mudah dan Praktis

Ahmad Buyung, pemilik showroom mobil di Sungai Raya Dalam mengapresiasi penerapan mobil listrik untuk masyarakat Indonesia.

“Pertama biarkan diterapkan ke pemerintah dahulu. Lalu ke masyarakat. Kami dukung penuh. Kalau bisa jangan hanya roda empat tetapi roda dua. Kami juga mungkin beralih dan fokus menjual kendaraan masa depan yang ramah lingkungan tersebut ke depan. Itu pasti terjadi,” ucapnya kemarin.

Menurut dia peralihan kendaraan masa depan dari bahan bakar fosil (BBM) ke listrik pelan-pelan bakalan terjadi. Itu sudah dilakukan negara-negara maju mulai dari Amerika, Cina, Eropa, Jazirah Arab, Asia dan sebagian Asia Tenggara.

“Lihat saja vietnam, dengan kendaraan listrik berbagai jenis merek Vinfast. Ada daya tahan isinya hingga 400-500 kilometer perjalan untuk sekali cas daya baterainya. Itu artinya negara semacam Vietnam saja, tidak perlu ribut harga BBM naik tinggi atau rendah. Tinggal colok dengan durasi tidak lama, langsung jalan. Kita harusnya memang sudah mulai dari dulu,” ujarnya.

“Belum lagi china dengan berbagai merek kendaraan listriknya. Dunia sudah maju beberapa langkah untuk membatasi pemakaian bahan bakar fosil,” lanjutnya.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/