alexametrics
26.7 C
Pontianak
Monday, May 16, 2022

BNI Syariah Dorong Profesionalitas Manajemen Keuangan Masjid

PONTIANAK – Optimalisasi peran masjid dalam hal manajemen dan keuangan syariah dianggap perlu. Hal inilah yang didorong oleh BNI Syariah melalui program ‘Masjidku Hasanahku’. Pontianak menjadi salah satu kota yang dipilih untuk program tersebut.

Pemimpin Divisi Dana Ritel BNI Syariah, Bambang Sutrisno mengatakan, hampir setiap ruas jalan di Pontianak terdapat masjid, bahkan kadang dua sampai tiga masjid dalam satu ruas jalan. “Kami memilih Pontianak sebagai salah satu lokasi manajemen masjid ‘Masjidku Hasanahku’ karena semangat masyarakat membangun masjid di Kota Pontianak besar, yang semula berawal dari surau atau mushola dikembangkan menjadi masjid,” kata Bambang.

Program ‘Masjidku Hasanahku’, diimplementasikan dalam bentuk Pelatihan Manajemen Masjid dan telah diselenggrakan pada Sabtu (16/9) yang lalu. Dalam pelatihan tersebut, BNI Syariah menggandeng Yayasan Daarut Tauhiid Peduli.

Baca Juga :  Culinary Festival Manjakan Pecinta Kuliner

SEVP Bisnis Ritel & Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi berharap, dengan pelatihan ini masjid bisa mengoptimalkan pengelolaan masjid baik dari segi keuangan, organisasi, penyusunan program dan pengembangan usaha. Selain itu, melalui program ini pula, BNI Syariah membantu masjid mempunyai legalitas dokumen sebagai persyaratan pembukaan rekening di BNI Syariah.

“Ke depan, kami berharap masjid dapat mencetak takmir masjid yang profesional untuk peningkatan kualitas pengelolaan masjid, mengoptimalkan peranan masjid di tengah lingkungan masyarakat diseluruh aktifitas keumatan, baik dari segi ekonomi, politik, sosial budaya dan pendidikan,” tutur Iwan.

Pada tahun ini, BNI Syariah menargetkan pelatihan manajemen masjid di 20 kota, dengan jumlah peserta sebanyak 4.000 orang dari 2.000 masjid. Dua puluh kota tersebut yaitu Mataram, Lhokseumawe, Pekalongan, Kudus, Palembang, Jambi, Tanjung Karang, Batam, Pekanbaru, Purwokerto, Tasikmalaya, Cirebon, Malang, Jember, Bali, Pontianak, Balikpapan, Banjarmasin, Kendari, dan Bogor.

Baca Juga :  All New Honda Vario160 Sabet Gelar Motor Terbaik di Indonesia Jakarta-

Pada pelaksanaan program pelatihan masjid tahun 2018, BNI Syariah berhasil meningkatkan pertumbuhan jumlah dan volume rekening masjid di seluruh wilayah lokasi pelaksanaan program. Hal ini menjadi salah satu penopang portofolio DPK BNI Syariah secara keseluruhan sampai kuartal 2 2019 mencapai Rp36,32 triliun, tumbuh sebesar 12,13 persen dengan jumlah nasabah mencapai lebih dari 3,2 juta.

Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pelatihan manajemen masjid diharapkan bisa sebagai langkah kolaborasi dengan manajemen pengurus masjid, serta mengangkat kearifan lokal di masing-masing masjid. Dia juga berharap, adanya modernisasi pengelolaan dana zakat dan sedekah untuk pengembangan dan pelayanan. (sti)

PONTIANAK – Optimalisasi peran masjid dalam hal manajemen dan keuangan syariah dianggap perlu. Hal inilah yang didorong oleh BNI Syariah melalui program ‘Masjidku Hasanahku’. Pontianak menjadi salah satu kota yang dipilih untuk program tersebut.

Pemimpin Divisi Dana Ritel BNI Syariah, Bambang Sutrisno mengatakan, hampir setiap ruas jalan di Pontianak terdapat masjid, bahkan kadang dua sampai tiga masjid dalam satu ruas jalan. “Kami memilih Pontianak sebagai salah satu lokasi manajemen masjid ‘Masjidku Hasanahku’ karena semangat masyarakat membangun masjid di Kota Pontianak besar, yang semula berawal dari surau atau mushola dikembangkan menjadi masjid,” kata Bambang.

Program ‘Masjidku Hasanahku’, diimplementasikan dalam bentuk Pelatihan Manajemen Masjid dan telah diselenggrakan pada Sabtu (16/9) yang lalu. Dalam pelatihan tersebut, BNI Syariah menggandeng Yayasan Daarut Tauhiid Peduli.

Baca Juga :  Bangun Tower Transmisi, PLN Berhasil Listriki Pulau Meti

SEVP Bisnis Ritel & Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi berharap, dengan pelatihan ini masjid bisa mengoptimalkan pengelolaan masjid baik dari segi keuangan, organisasi, penyusunan program dan pengembangan usaha. Selain itu, melalui program ini pula, BNI Syariah membantu masjid mempunyai legalitas dokumen sebagai persyaratan pembukaan rekening di BNI Syariah.

“Ke depan, kami berharap masjid dapat mencetak takmir masjid yang profesional untuk peningkatan kualitas pengelolaan masjid, mengoptimalkan peranan masjid di tengah lingkungan masyarakat diseluruh aktifitas keumatan, baik dari segi ekonomi, politik, sosial budaya dan pendidikan,” tutur Iwan.

Pada tahun ini, BNI Syariah menargetkan pelatihan manajemen masjid di 20 kota, dengan jumlah peserta sebanyak 4.000 orang dari 2.000 masjid. Dua puluh kota tersebut yaitu Mataram, Lhokseumawe, Pekalongan, Kudus, Palembang, Jambi, Tanjung Karang, Batam, Pekanbaru, Purwokerto, Tasikmalaya, Cirebon, Malang, Jember, Bali, Pontianak, Balikpapan, Banjarmasin, Kendari, dan Bogor.

Baca Juga :  BNI Percepat Perkembangan UMKM Kalbar

Pada pelaksanaan program pelatihan masjid tahun 2018, BNI Syariah berhasil meningkatkan pertumbuhan jumlah dan volume rekening masjid di seluruh wilayah lokasi pelaksanaan program. Hal ini menjadi salah satu penopang portofolio DPK BNI Syariah secara keseluruhan sampai kuartal 2 2019 mencapai Rp36,32 triliun, tumbuh sebesar 12,13 persen dengan jumlah nasabah mencapai lebih dari 3,2 juta.

Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pelatihan manajemen masjid diharapkan bisa sebagai langkah kolaborasi dengan manajemen pengurus masjid, serta mengangkat kearifan lokal di masing-masing masjid. Dia juga berharap, adanya modernisasi pengelolaan dana zakat dan sedekah untuk pengembangan dan pelayanan. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/