alexametrics
33 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Berburu Merek Luar di Lelong

BANYAK alasan belanja pakaian bekas atau seringnya disebut lelong. Sebagian, selain karena murah, juga mengincar merek luar. Terutama celana jins.

Lelong sendiri, kini tak cuma di dominasi busana, celana atau baju, jaket. Tetapi, sepatu bekas pakai pun banyak dijual. Selain dijual satuan, ternyata banyak ragam menjual lelong ini. Di bilangan jalan Danau Sentarum Pontianak misalnya. Harga dipatok Rp50 ribu untuk sebungkusnya.

Tinggal kita yang pintar memilih, dan memasukkan ke kantong plastik yang sudah disediakan, dan memenuhkan bungkusnya. Nasib baik, satu kantong bisa muat dua atau tiga helai celana atau baju.

Belanja di lelong market, kata Romi, 35, salah seorang pemburu lelong, adalah kejelian dalam meneliti baju atau celana yang dijual. Ada cacat atau tidak. Merek luar atau bukan. Lanjutannya, kemahiran dalam menawar. Sebagai pedagang, tentu menginginkan harga yang tinggi. Sedangkan pembeli, ingin murah.

Baca Juga :  Ekonomi Kalbar di Tiga Tahun Midji-Norsan

‘’Kalau dapat merek luar, kemudian harganya murah pembeli pun senang. Tetapi, sekarang pun pedagang udah banyak yang tahu. Mana barang murah, atau mahal. Biasanya sudah disisihkan,’’ katanya.

Karenanya, harus lihai dalam memilih. (*/ing)

BANYAK alasan belanja pakaian bekas atau seringnya disebut lelong. Sebagian, selain karena murah, juga mengincar merek luar. Terutama celana jins.

Lelong sendiri, kini tak cuma di dominasi busana, celana atau baju, jaket. Tetapi, sepatu bekas pakai pun banyak dijual. Selain dijual satuan, ternyata banyak ragam menjual lelong ini. Di bilangan jalan Danau Sentarum Pontianak misalnya. Harga dipatok Rp50 ribu untuk sebungkusnya.

Tinggal kita yang pintar memilih, dan memasukkan ke kantong plastik yang sudah disediakan, dan memenuhkan bungkusnya. Nasib baik, satu kantong bisa muat dua atau tiga helai celana atau baju.

Belanja di lelong market, kata Romi, 35, salah seorang pemburu lelong, adalah kejelian dalam meneliti baju atau celana yang dijual. Ada cacat atau tidak. Merek luar atau bukan. Lanjutannya, kemahiran dalam menawar. Sebagai pedagang, tentu menginginkan harga yang tinggi. Sedangkan pembeli, ingin murah.

Baca Juga :  Dewan Dorong Pemberi Cicilan Kredit Ditangguhkan

‘’Kalau dapat merek luar, kemudian harganya murah pembeli pun senang. Tetapi, sekarang pun pedagang udah banyak yang tahu. Mana barang murah, atau mahal. Biasanya sudah disisihkan,’’ katanya.

Karenanya, harus lihai dalam memilih. (*/ing)

Most Read

Artikel Terbaru

/