alexametrics
31 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Bank Kalbar Diminta Terus Berinovasi

PONTIANAK – Kinerja PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) atau Bank Kalbar kembali mendapatkan masukan dari politisi di DPRD Kalimantan Barat. Kali ini datangnya  dari Fraksi Demokrat melalui Paripurna Pandangan Umum (PU) Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Kalbar terhadap Raperda APBD Perubahan Tahun Anggaran 2020.

“Kami (Fraksi Demokrat) tidak bosan-bosan terus mengingatkan Bank Kalbar agar terus membangun inovasi sesuai perkembangan perbankan era milenial seperti sekarang. Kinerja harus terus ditingkatkan,” ungkap Neneng, Juru Bicara (Jubir) Fraksi Demokrat kemarin.

Menurutnya inovatif dan peningkatan kinerja sangat penting dilakukan supaya Bank Kalbar tidak hanya mengharapkan penyertaan modal bersumber dari APBD Provinsi Kalimantan Barat. Inovatif bakalan melahirkan manajemen handal, bank kuat dan terus mensejajarkan diri dengan bank-bank nasional atau swasta yang sudah go internasional dalam hal pelayanan ke konsumennya.

Baca Juga :  Bupati Apresiasi FBK Yang Diselenggarakan Merangat Foundation

Nah, untuk pembiayaan penyerataan modal kepada Bank Kalbar dalam APBD Perubahan Tahun Anggaran 2020 tidak mengalami perubahan. Nilainya tetap mencapai Rp50 Miliar untuk penyertaan modal ke Bank Kalbar.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, total penyertaan modal Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar ke Bank Kalbar mencapai Rp250 Miliar untuk empat tahun anggaran berturut-turut. Dimulainya sejak tahun 2019 berkisar nilainya yakni Rp50 Miliar. Pada tahun 2020 juga dianggarkan dengan nilai yang sama.

“Kamiterus berharap dengan dana penyertaan modal Bank Kalbar dari APBD Kalbar, perubahan akan terjadi pada bank kebanggaan masyarakat Kalimantan Barat ini,” tukasnya.(den)

PONTIANAK – Kinerja PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) atau Bank Kalbar kembali mendapatkan masukan dari politisi di DPRD Kalimantan Barat. Kali ini datangnya  dari Fraksi Demokrat melalui Paripurna Pandangan Umum (PU) Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Kalbar terhadap Raperda APBD Perubahan Tahun Anggaran 2020.

“Kami (Fraksi Demokrat) tidak bosan-bosan terus mengingatkan Bank Kalbar agar terus membangun inovasi sesuai perkembangan perbankan era milenial seperti sekarang. Kinerja harus terus ditingkatkan,” ungkap Neneng, Juru Bicara (Jubir) Fraksi Demokrat kemarin.

Menurutnya inovatif dan peningkatan kinerja sangat penting dilakukan supaya Bank Kalbar tidak hanya mengharapkan penyertaan modal bersumber dari APBD Provinsi Kalimantan Barat. Inovatif bakalan melahirkan manajemen handal, bank kuat dan terus mensejajarkan diri dengan bank-bank nasional atau swasta yang sudah go internasional dalam hal pelayanan ke konsumennya.

Baca Juga :  BRI Setor Rp27,09 Triliun ke Negara Sepanjang Tahun 2021

Nah, untuk pembiayaan penyerataan modal kepada Bank Kalbar dalam APBD Perubahan Tahun Anggaran 2020 tidak mengalami perubahan. Nilainya tetap mencapai Rp50 Miliar untuk penyertaan modal ke Bank Kalbar.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, total penyertaan modal Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar ke Bank Kalbar mencapai Rp250 Miliar untuk empat tahun anggaran berturut-turut. Dimulainya sejak tahun 2019 berkisar nilainya yakni Rp50 Miliar. Pada tahun 2020 juga dianggarkan dengan nilai yang sama.

“Kamiterus berharap dengan dana penyertaan modal Bank Kalbar dari APBD Kalbar, perubahan akan terjadi pada bank kebanggaan masyarakat Kalimantan Barat ini,” tukasnya.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/