alexametrics
32.8 C
Pontianak
Wednesday, August 10, 2022

Lunasi Piutang dengan Program Keringanan Utang

PONTIANAK – Lisa Nur Rahmi, Debitur Piutang Negara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pontianak mengungkapkan telah lega karena telah melunasi piutangnya dengan mendapatkan diskon yang signifikan dari pemerintah melalui program keringanan utang.

Menurutnya, program dari pemerintah yang satu ini benar-benar telah membantu meringankan beban dan berpihak kepada masyarakat.

Lisa hadir ke KPKNL Pontianak setelah mendapatkan undangan untuk bincang santai dengan Kepala KPKNL Pontianak terkait program keringanan utang yang sudah didapatkannya pada Rabu (21/4). Lisa merupakan salah satu Debitur yang telah memanfaatkan program keringanan utang periode pertama pada KPKNL Pontianak. Selain bincang santai, pada kesempatan yang sama, Lisa mendapatkan Surat Pernyataan Piutang Negara Lunas (SPPNL) secara langsung diserahkan oleh Kepala KPKNL Pontianak.

“Saya mendapat musibah, Ibu Saya sakit kanker. Biaya sekolah yang memang secara pribadi Saya tanggung sendiri, Saya limpahkan dulu untuk biaya Ibu Saya. Jadi, pembayaran SPP saya ke Kampus (Universitas Tanjungpura) sempat tertunda,” Jelas Lisa ketika ditanya kronologi memiliki Piutang kepada Negara.

“Waktu itu saya mendapat Surat Pemberitahuan Program Keringanan Utang dari KPKNL, lalu ada Contact Personnya. Saya mencoba hubungi dan mendapatkan informasi lebih detail dari Pak Iwan, Juru Sita katanya. Saya mengikuti sesuai arahan Pak Iwan tadi, berkas-berkas yang harus dipenuhi langsung saya lengkapi. Kemarin katanya ada periodenya, jadi Saya cepat-cepat mengurusnya biar bisa dapat diskon yang besar juga,” lanjutnya sambil tersenyum lega.

Baca Juga :  BNI dan LPEI Siapkan Penjaminan untuk Kredit UMKM Ekspor

Program keringanan utang sedang digadang-gadang menjadi program yang sangat menguntungkan untuk para debitur kepada negara dan diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan programnya dengan sebaik-baiknya. Pemerintah tidak segan-segan untuk memberikan keringanan utang ataupun moratorium tindakan hukum. Pemerintah tidak takut rugi apabila untuk rakyatnya, tidak tanggung-tanggung keringanan yang diberikan yaitu untuk Piutang yang Didukung dengan Barang Jaminan berupa Tanah/Bangunan diberikan keringanan 100% untuk Bunga, Denda dan Ongkos (BDO) dan 35% untuk Pokok Utang.

Jangan sedih apabila Piutangnya Tidak Didukung Barang Jaminan berupa Tanah/Bangunan karena tetap mendapat keringanan yaitu 100% untuk BDO dan 60% untuk Pokok Utang. Pemerintah kali ini tidak mau nanggung memberikan keringanan utang untuk masyarakatnya. Setelah diberikan diskon untuk Pokok Utang dan BDO nya. Pemerintah memberikan keringanan tambahan yaitu apabila diselesaikan s/d Bulan Juni 2021 maka diberikan tambahan keringanan sebesar 50%, untuk penyelesaian Juli s/d September diberikan tambahan keringanan sebesar 30% dan penyelesaian di Bulan Oktober s/d Desember diberikan tambahan keringanan sebesar 20%. Jadi, lebih cepat diselesaikan lebih baik karena tentunya lebih menguntungkan.

Baca Juga :  Program PMS Tanamkan Semangat Agripreneur Sejak Dini

Sudah banyak masyarakat yang datang untuk berkonsultasi menanyakan eligible atau tidak untuk mendapatkan keringanan tersebut, sudah ada juga yang dalam proses pemenuhan persyaratan administrasinya dan beberapa sudah dilunasi sehingga dapat diberikan SPPNL nya. Lisa Nur Rahmi, salah satunya.

“Kita punya program pemerintah yaitu Crash Program melalui Keringanan Utang, Kebetulan ada beberapa Debitur kita yang memanfaatkan Fasilitas tersebut. Salah satunya, Ibu Lisa, Mahasiswa Untan, beliau terkendala dalam hal pembayaran SPP yang belum bisa diselesaikan. Namun, sekarang sudah terselesaikan karena dibantu oleh Pemerintah dalam hal pemotongan tunggakan, kurang lebih dari Rp10 juta jadi bayar Rp2.200.000,00 hampir 80% dipotong. Dari Untan sudah beberapa yang menyelesaikan. Dari UMKM juga sudah ada yang mengajukan,” jelas Ferry Hidayat, selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Piutang Negara.

Indra Safri, Kepala KPKNL Pontianak mengapresiasi kehadiran Lisa. “Terima kasih atas kesediaan untuk hadir dan melakukan bincang santai dengan kami di KPKNL Pontianak. Bincang santai ini memang untuk mengetahui pendapat Ibu tentang program pemerintah ini. Kita tunjukan bahwa program ini berpihak pada masyarakat. Harapannya, Ibu juga dapat menyebarluaskan informasi ini kepada teman-temannya di Untan misalnya atau di sekitar tempat Ibu tinggal kalau ada para Debitur kepada Negara.” (*/r)

PONTIANAK – Lisa Nur Rahmi, Debitur Piutang Negara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pontianak mengungkapkan telah lega karena telah melunasi piutangnya dengan mendapatkan diskon yang signifikan dari pemerintah melalui program keringanan utang.

Menurutnya, program dari pemerintah yang satu ini benar-benar telah membantu meringankan beban dan berpihak kepada masyarakat.

Lisa hadir ke KPKNL Pontianak setelah mendapatkan undangan untuk bincang santai dengan Kepala KPKNL Pontianak terkait program keringanan utang yang sudah didapatkannya pada Rabu (21/4). Lisa merupakan salah satu Debitur yang telah memanfaatkan program keringanan utang periode pertama pada KPKNL Pontianak. Selain bincang santai, pada kesempatan yang sama, Lisa mendapatkan Surat Pernyataan Piutang Negara Lunas (SPPNL) secara langsung diserahkan oleh Kepala KPKNL Pontianak.

“Saya mendapat musibah, Ibu Saya sakit kanker. Biaya sekolah yang memang secara pribadi Saya tanggung sendiri, Saya limpahkan dulu untuk biaya Ibu Saya. Jadi, pembayaran SPP saya ke Kampus (Universitas Tanjungpura) sempat tertunda,” Jelas Lisa ketika ditanya kronologi memiliki Piutang kepada Negara.

“Waktu itu saya mendapat Surat Pemberitahuan Program Keringanan Utang dari KPKNL, lalu ada Contact Personnya. Saya mencoba hubungi dan mendapatkan informasi lebih detail dari Pak Iwan, Juru Sita katanya. Saya mengikuti sesuai arahan Pak Iwan tadi, berkas-berkas yang harus dipenuhi langsung saya lengkapi. Kemarin katanya ada periodenya, jadi Saya cepat-cepat mengurusnya biar bisa dapat diskon yang besar juga,” lanjutnya sambil tersenyum lega.

Baca Juga :  Program PMS Tanamkan Semangat Agripreneur Sejak Dini

Program keringanan utang sedang digadang-gadang menjadi program yang sangat menguntungkan untuk para debitur kepada negara dan diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan programnya dengan sebaik-baiknya. Pemerintah tidak segan-segan untuk memberikan keringanan utang ataupun moratorium tindakan hukum. Pemerintah tidak takut rugi apabila untuk rakyatnya, tidak tanggung-tanggung keringanan yang diberikan yaitu untuk Piutang yang Didukung dengan Barang Jaminan berupa Tanah/Bangunan diberikan keringanan 100% untuk Bunga, Denda dan Ongkos (BDO) dan 35% untuk Pokok Utang.

Jangan sedih apabila Piutangnya Tidak Didukung Barang Jaminan berupa Tanah/Bangunan karena tetap mendapat keringanan yaitu 100% untuk BDO dan 60% untuk Pokok Utang. Pemerintah kali ini tidak mau nanggung memberikan keringanan utang untuk masyarakatnya. Setelah diberikan diskon untuk Pokok Utang dan BDO nya. Pemerintah memberikan keringanan tambahan yaitu apabila diselesaikan s/d Bulan Juni 2021 maka diberikan tambahan keringanan sebesar 50%, untuk penyelesaian Juli s/d September diberikan tambahan keringanan sebesar 30% dan penyelesaian di Bulan Oktober s/d Desember diberikan tambahan keringanan sebesar 20%. Jadi, lebih cepat diselesaikan lebih baik karena tentunya lebih menguntungkan.

Baca Juga :  BNI dan LPEI Siapkan Penjaminan untuk Kredit UMKM Ekspor

Sudah banyak masyarakat yang datang untuk berkonsultasi menanyakan eligible atau tidak untuk mendapatkan keringanan tersebut, sudah ada juga yang dalam proses pemenuhan persyaratan administrasinya dan beberapa sudah dilunasi sehingga dapat diberikan SPPNL nya. Lisa Nur Rahmi, salah satunya.

“Kita punya program pemerintah yaitu Crash Program melalui Keringanan Utang, Kebetulan ada beberapa Debitur kita yang memanfaatkan Fasilitas tersebut. Salah satunya, Ibu Lisa, Mahasiswa Untan, beliau terkendala dalam hal pembayaran SPP yang belum bisa diselesaikan. Namun, sekarang sudah terselesaikan karena dibantu oleh Pemerintah dalam hal pemotongan tunggakan, kurang lebih dari Rp10 juta jadi bayar Rp2.200.000,00 hampir 80% dipotong. Dari Untan sudah beberapa yang menyelesaikan. Dari UMKM juga sudah ada yang mengajukan,” jelas Ferry Hidayat, selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Piutang Negara.

Indra Safri, Kepala KPKNL Pontianak mengapresiasi kehadiran Lisa. “Terima kasih atas kesediaan untuk hadir dan melakukan bincang santai dengan kami di KPKNL Pontianak. Bincang santai ini memang untuk mengetahui pendapat Ibu tentang program pemerintah ini. Kita tunjukan bahwa program ini berpihak pada masyarakat. Harapannya, Ibu juga dapat menyebarluaskan informasi ini kepada teman-temannya di Untan misalnya atau di sekitar tempat Ibu tinggal kalau ada para Debitur kepada Negara.” (*/r)

Most Read

Artikel Terbaru

/