alexametrics
30 C
Pontianak
Monday, May 23, 2022

Arus Penumpang di ALBN Sungai Ambawang Naik Signifikan

PONTIANAK – Dua bulan penerapan adaptasi kebiasaan baru atau kenormalan baru, berdampak signifikan bagi jasa angkutan darat. Di Terminal ALBN Sungai Ambawang misalnya, jumlah penumpang serta bus yang beroperasi mulai menunjukkan adanya kenaikan, meski belum kembali pada kondisi normal sebelum adanya pandemi covid-19.

“Kalau tren dibandingkan sebelum pandemi Covid-19 pasti turun jauh. Tapi kalau tren harian pada saat new normal ini ada peningkatan,” ungkap Korsatpel Terminal ALBN Sungai Ambawang, Kristianto, Selasa (22/9).

Hingga kini ALBN yang berlokasi di Kecamatan Sungai Ambawang, Kubu Raya itu, melayani dua jenis dari tiga jenis angkutan. Kedua jenis angkutan yang beroperasi itu adalah Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dengan tujuan Sintang Nangah Pinoh, Putussibau, dan Ketapang; serta Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dengan tujuan Palangkaraya dan Pangkalanbun. Sementara untuk rute Antar Lintas Batas Negara (ALBN) atau luar negeri, hingga kini belum beroperasi setelah pandemi berlangsung sejak Maret lalu.

Baca Juga :  KSBSI Kalbar : Hak Normatif Tak Dipenuhi, Buruh Belum Merdeka

“Sampai dengan hari ini, untuk bus ALBN masih belum operasional dan bus yang beroperasi hanya bus AKDP dan AKAP” ungkap dia.

Meski begitu, lanjut dia, jumlah penumpang sudah menunjukkan kenaikan baik itu datang maupun pergi. Catatannya pada Juli 2020, ada lebih dari 400 perjalanan, baik keberangkatan maupun kedatangan dengan dengan penumpang lebih dari 6000 orang. Angka ini naik pada bulan Agustus, yang mana jumlah perjalannya baik keberangkatan maupun kedatangan total lebih dari 500 perjalanan, dengan jumlah penumpang lebih dari 9000 orang.

Sementara saat ini, dalam sehari  pihaknya bisa mengoperasikan belasan bus. Pada Senin, 21 September 2020 misalnya, ada 9 unit bus yang berangkat dan 6 unit datang. Jumlah ini, jauh lebih besar jika dibandingkan dengan Mei 2020, yang rata-rata hanya 2-3 bus yang beroperasi dalam satu hari.

Baca Juga :  Advotics Kenalkan Solusi All-in-One untuk Digitalisasi Distribusi Modern

Meski tren menunjukkan kenaikan, namun kewaspadaan akan bahaya penyebaran covid-19 secara konsisten dilakukan di lingkungan ALBN. Dia memastikan pelaksanaan protokol kesehatan covid-19 sudah sesuai standar, seperti kewajiban mengenakan masker, pengecekan suhu tubuh, memastikan ketersediam sarana-sarana cuci tangan, serta  penyemprotan disinfektan yang dilakukan setiap hari.

“Kami juga ada bilik sterilisasi sebelum penumpang naik ke dalam bus. Adapun untuk para awak bus test cepat maupun tes usap menjadi tanggung jawan perusahaan masing-masing,” pungkas dia. (sti)

PONTIANAK – Dua bulan penerapan adaptasi kebiasaan baru atau kenormalan baru, berdampak signifikan bagi jasa angkutan darat. Di Terminal ALBN Sungai Ambawang misalnya, jumlah penumpang serta bus yang beroperasi mulai menunjukkan adanya kenaikan, meski belum kembali pada kondisi normal sebelum adanya pandemi covid-19.

“Kalau tren dibandingkan sebelum pandemi Covid-19 pasti turun jauh. Tapi kalau tren harian pada saat new normal ini ada peningkatan,” ungkap Korsatpel Terminal ALBN Sungai Ambawang, Kristianto, Selasa (22/9).

Hingga kini ALBN yang berlokasi di Kecamatan Sungai Ambawang, Kubu Raya itu, melayani dua jenis dari tiga jenis angkutan. Kedua jenis angkutan yang beroperasi itu adalah Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dengan tujuan Sintang Nangah Pinoh, Putussibau, dan Ketapang; serta Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dengan tujuan Palangkaraya dan Pangkalanbun. Sementara untuk rute Antar Lintas Batas Negara (ALBN) atau luar negeri, hingga kini belum beroperasi setelah pandemi berlangsung sejak Maret lalu.

Baca Juga :  Produk UMKM Kalbar Masih Banyak Kekurangan dan Butuh Inovasi

“Sampai dengan hari ini, untuk bus ALBN masih belum operasional dan bus yang beroperasi hanya bus AKDP dan AKAP” ungkap dia.

Meski begitu, lanjut dia, jumlah penumpang sudah menunjukkan kenaikan baik itu datang maupun pergi. Catatannya pada Juli 2020, ada lebih dari 400 perjalanan, baik keberangkatan maupun kedatangan dengan dengan penumpang lebih dari 6000 orang. Angka ini naik pada bulan Agustus, yang mana jumlah perjalannya baik keberangkatan maupun kedatangan total lebih dari 500 perjalanan, dengan jumlah penumpang lebih dari 9000 orang.

Sementara saat ini, dalam sehari  pihaknya bisa mengoperasikan belasan bus. Pada Senin, 21 September 2020 misalnya, ada 9 unit bus yang berangkat dan 6 unit datang. Jumlah ini, jauh lebih besar jika dibandingkan dengan Mei 2020, yang rata-rata hanya 2-3 bus yang beroperasi dalam satu hari.

Baca Juga :  Harga Migor Masih Melambung, Operasi Pasar Belum Efektif

Meski tren menunjukkan kenaikan, namun kewaspadaan akan bahaya penyebaran covid-19 secara konsisten dilakukan di lingkungan ALBN. Dia memastikan pelaksanaan protokol kesehatan covid-19 sudah sesuai standar, seperti kewajiban mengenakan masker, pengecekan suhu tubuh, memastikan ketersediam sarana-sarana cuci tangan, serta  penyemprotan disinfektan yang dilakukan setiap hari.

“Kami juga ada bilik sterilisasi sebelum penumpang naik ke dalam bus. Adapun untuk para awak bus test cepat maupun tes usap menjadi tanggung jawan perusahaan masing-masing,” pungkas dia. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/