alexametrics
22.8 C
Pontianak
Saturday, August 13, 2022

Targetkan Hilirisasi, Bentuk Kelembagaan Petani Durian

PONTIANAK – Meningkatnya produksi durian dalam beberapa tahun terakhir membuat komoditas ini perlu menjadi olahan lain. Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Provinsi Kalbar, Florentinus Anum menyatakan pihaknya siap menjembatani kemitraan antara petani durian di Kalbar dan industri dalam rangka hilirisasi durian. Salah satu yang termudah adalah dengan membekukan durian, agar lebih tahan lama dan bisa dikirim untuk ekspor. “Kita akan hadir sebagai penghubung antara petani durian dan industri seperti durian beku yang akan diekspor ke luar,” ujarnya kepada Pontianak Post, kemarin.

Sebagai langkah awal, dia akan memperkuat kelembagaan petani durian. Dengan organisasi yang kuat rantai pasokan dan manajerial hilirisasi akan tercapai.  Petani akan dibimbing agar membuat kelompok tani. Sebab selama ini kelembangaan tersebut masih minim. “Kita harapkan di sentra-sentra durian, ada kelompok tani. Fugsinya untuk memperkuat fondasi dalam hal budidaya, hilirisasi hingga ke pemasaran. Dengan kesadaran bersama dan kekompakan maka akan lebih kuat,” imbuhnya.

Baca Juga :  Transaksi Festival Durian Bumi Khatulistiwa Capai Rp2 Miliar

Dengan adanya kelompok tani, lanjut Anum, ke depan pelaku usaha yang mengelolah durian tidak lagi mengambil dari tengkulak. Namun baik pelaku usaha atau petani langsung terhubung. Sehingga rantai pasar semakin pendek sehingga pendapatan petani akan lebih besar dibandingkan dengan sebelum-sebelumnya. Hal tersbeut akan membentuk kepastian pasar dan harga yang terjamin.

Sejauh ini kata dia dari sisi pelaku usaha pengolahan durian, pihaknya sudah melakukan penjajakan. Bahkan hasilnya perusahan durian beku di Pontianak menyatakan siap menampung durian dari petani. “Mereka siap menampun durian sebanyak mungkin. Satu hari mereka hanya mengelolah 16 truk. Mereka kekurangan pasokan. Nah itu tinggal kita mitrakan dengan petani dan atur bersama dari dua belah pihak untuk mekanismenya,” kata dia.

Baca Juga :  Ekspor Durian 53 Ton ke China Tiap Dua Bulan

Baru-baru ini, pihaknya juga telah menggelar lomba durian lokal di Kabupaten Sanggau. Hal itu dalam rangka menggali potensi dan eksplorasi durian di Kalbar. Florentinus menjelaskan bahwa Eksplorasi Kualifikasi Durian Unggul Lokal ini juga sebagai ajang untuk menjaring durian-durian unggulan potensial saja yang akan ikut berkompetisi dalam kontes durian di tingkat provinsi pada Agustus atau September 2020 mendatang. (ars)

PONTIANAK – Meningkatnya produksi durian dalam beberapa tahun terakhir membuat komoditas ini perlu menjadi olahan lain. Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Provinsi Kalbar, Florentinus Anum menyatakan pihaknya siap menjembatani kemitraan antara petani durian di Kalbar dan industri dalam rangka hilirisasi durian. Salah satu yang termudah adalah dengan membekukan durian, agar lebih tahan lama dan bisa dikirim untuk ekspor. “Kita akan hadir sebagai penghubung antara petani durian dan industri seperti durian beku yang akan diekspor ke luar,” ujarnya kepada Pontianak Post, kemarin.

Sebagai langkah awal, dia akan memperkuat kelembagaan petani durian. Dengan organisasi yang kuat rantai pasokan dan manajerial hilirisasi akan tercapai.  Petani akan dibimbing agar membuat kelompok tani. Sebab selama ini kelembangaan tersebut masih minim. “Kita harapkan di sentra-sentra durian, ada kelompok tani. Fugsinya untuk memperkuat fondasi dalam hal budidaya, hilirisasi hingga ke pemasaran. Dengan kesadaran bersama dan kekompakan maka akan lebih kuat,” imbuhnya.

Baca Juga :  Hasil Jelajah Sebelas Tahun

Dengan adanya kelompok tani, lanjut Anum, ke depan pelaku usaha yang mengelolah durian tidak lagi mengambil dari tengkulak. Namun baik pelaku usaha atau petani langsung terhubung. Sehingga rantai pasar semakin pendek sehingga pendapatan petani akan lebih besar dibandingkan dengan sebelum-sebelumnya. Hal tersbeut akan membentuk kepastian pasar dan harga yang terjamin.

Sejauh ini kata dia dari sisi pelaku usaha pengolahan durian, pihaknya sudah melakukan penjajakan. Bahkan hasilnya perusahan durian beku di Pontianak menyatakan siap menampung durian dari petani. “Mereka siap menampun durian sebanyak mungkin. Satu hari mereka hanya mengelolah 16 truk. Mereka kekurangan pasokan. Nah itu tinggal kita mitrakan dengan petani dan atur bersama dari dua belah pihak untuk mekanismenya,” kata dia.

Baca Juga :  Kado Indah Jelang Hari Listrik Nasional ke 74, PLN Listriki 60 Desa/Dusun di Kalbar

Baru-baru ini, pihaknya juga telah menggelar lomba durian lokal di Kabupaten Sanggau. Hal itu dalam rangka menggali potensi dan eksplorasi durian di Kalbar. Florentinus menjelaskan bahwa Eksplorasi Kualifikasi Durian Unggul Lokal ini juga sebagai ajang untuk menjaring durian-durian unggulan potensial saja yang akan ikut berkompetisi dalam kontes durian di tingkat provinsi pada Agustus atau September 2020 mendatang. (ars)

Most Read

Artikel Terbaru

/