alexametrics
30 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Bank Kalbar Tiga Besar BPD Penyalur KPRS Nasional

PONTIANAK – Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Barat atau Bank Kalbar masuk dalam jajaran tiga besar BPD yang mampu menyalurkan Kredit Pemilikan Sejahtera (KPRS) secara nasional. Bank ini juga masuk jajaran 10 besar sebagai penyalur KPRS tertinggi.

“Target sampai dengan 10 Juni 2021, dari hasil evaluasi, Bank Kalbar tercapai atau melampaui target dan kuota juga aman atau tidak dipotong. Bank Kalbar dan Provinsi Kalimantan Barat Masuk Rangking 10 Besar Nasional. Khusus untuk BPD, Bank Kalbar masuk rangking tiga nasional,” ungkap Direktur Utama Bank Kalbar, Samsir Ismail.

Berdasarkan data dari Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat, Bank Kalbar berada di posisi 10 sebagai penyalur KPRS tertinggi secara nasional. Sedangkan apabila dilihat BPD sebagai bank penyalur, Bank Kalbar berada di posisi ketiga setelah BPD Jabar Banten, dan BPD Sumsel.

Baca Juga :  Pembatalan Proyek PDTT; Bank dan Kontraktor hanya Korban

Samsir mengatakan, hingga Juni 2021, KPRS sudah tersalur kepada 834 debitur. Dengan begitu, realisasi telah mencapai lebih dari 50 persen dari target yang diberikan oleh Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) selaku pengelola dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk KPRS. Realisasi KPRS tersebut, dikatakannya kurang lebih sama dengan tahun 2020 yang lalu.

“Kami Berharap Bulan Juli 2021 ini penyaluran dapat ditingkatkan namun tetap prinsip kehati-hatian dan berusaha dijaga, dan lancar sehingga upaya Mencapai 80 persen target bisa tercapai dan dapat tambahan kuota lagi,” paparnya.

Tahun ini, kata dia, Bank Kalbar menargetkan 1600 unit tersalurkan dengan nilai FLPP sebesar Rp. 171.703.854.400. Untuk mencapai hal tersebut, pihaknya terus melakukan promosi dan pemasaran secara langsung kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang menjadi sasaran program KPRS serta terus menjalin kerjasama dengan para pengembang.

Baca Juga :  Bank Kalbar Dukung Pelatihan Fardhu Kifayah

Di sisi lain, tambah dia, selama masa pandemi menghadapi sejumlah tantangan, seperti sulitnya mobilitas hingga penghasilan calon debitur yang berkurang. “Banyaknya calon debitur khususnya calon debitur non fix income yang menurun pendapatannya bahkan kehilangan pekerjaannya sehingga mempengaruhi kemampuan pembayaran bahkan kesempatan untuk mendapatkan rumah bersubsidi. Selain itu, mobilitas yang terhambat akibat efek dari pandemi yang belum berangsur membaik,” pungkas dia. (sti)

PONTIANAK – Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Barat atau Bank Kalbar masuk dalam jajaran tiga besar BPD yang mampu menyalurkan Kredit Pemilikan Sejahtera (KPRS) secara nasional. Bank ini juga masuk jajaran 10 besar sebagai penyalur KPRS tertinggi.

“Target sampai dengan 10 Juni 2021, dari hasil evaluasi, Bank Kalbar tercapai atau melampaui target dan kuota juga aman atau tidak dipotong. Bank Kalbar dan Provinsi Kalimantan Barat Masuk Rangking 10 Besar Nasional. Khusus untuk BPD, Bank Kalbar masuk rangking tiga nasional,” ungkap Direktur Utama Bank Kalbar, Samsir Ismail.

Berdasarkan data dari Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat, Bank Kalbar berada di posisi 10 sebagai penyalur KPRS tertinggi secara nasional. Sedangkan apabila dilihat BPD sebagai bank penyalur, Bank Kalbar berada di posisi ketiga setelah BPD Jabar Banten, dan BPD Sumsel.

Baca Juga :  Bank Kalbar Dukung Pelatihan Fardhu Kifayah

Samsir mengatakan, hingga Juni 2021, KPRS sudah tersalur kepada 834 debitur. Dengan begitu, realisasi telah mencapai lebih dari 50 persen dari target yang diberikan oleh Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) selaku pengelola dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk KPRS. Realisasi KPRS tersebut, dikatakannya kurang lebih sama dengan tahun 2020 yang lalu.

“Kami Berharap Bulan Juli 2021 ini penyaluran dapat ditingkatkan namun tetap prinsip kehati-hatian dan berusaha dijaga, dan lancar sehingga upaya Mencapai 80 persen target bisa tercapai dan dapat tambahan kuota lagi,” paparnya.

Tahun ini, kata dia, Bank Kalbar menargetkan 1600 unit tersalurkan dengan nilai FLPP sebesar Rp. 171.703.854.400. Untuk mencapai hal tersebut, pihaknya terus melakukan promosi dan pemasaran secara langsung kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang menjadi sasaran program KPRS serta terus menjalin kerjasama dengan para pengembang.

Baca Juga :  Yayasan Al-Ikhlas Ketapang Terima Ambulans dari Bank Kalbar

Di sisi lain, tambah dia, selama masa pandemi menghadapi sejumlah tantangan, seperti sulitnya mobilitas hingga penghasilan calon debitur yang berkurang. “Banyaknya calon debitur khususnya calon debitur non fix income yang menurun pendapatannya bahkan kehilangan pekerjaannya sehingga mempengaruhi kemampuan pembayaran bahkan kesempatan untuk mendapatkan rumah bersubsidi. Selain itu, mobilitas yang terhambat akibat efek dari pandemi yang belum berangsur membaik,” pungkas dia. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/