alexametrics
26 C
Pontianak
Thursday, June 30, 2022

Kiprah Pertamina di Era Pandemi, CSR Hingga Pertashop di Pelosok Kalbar

PONTIANAK – Pandemi Covid-19 jelas mendatangkan kerugian besar bagi umat manusia. Namun krisis virus Corona juga sekali lagi membuktikan jati diri bangsa Indonesia untuk saling bahu-membahu. Saat hampir semua lapisan terdampak penghidupannya, aksi sosial juga bermunculan.

Tidak terkecuali dari kalangan korporasi melalui praktik corporate social responsibility. PT Pertamina (Persero) misalnya turut membantu pengadaan alat medis untuk tenaga kesehatan, hingga bantuan sosial kepada masyarakat terdampak di seluruh Indonesia. Termasuk Kalimantan Barat.

Pada bulan-bulan awal pandemi misalnya, perusahaan minyak pelat merah ini menyalurkan ratusan alat pelindung diri, sembako, dan vitamin, serta lainnya di Kalbar.

“Kita tahu di awal pandemi kebutuhan APD seperti baju hazmat dan masker medis begitu besar. Bahkan sempat terjadi kelangkaan. Sehingga kami turut membantu penyediaannya untuk rumah sakit dan Puskesmas yang ada di Kalbar. Ini bentuk dukungan untuk tenaga medis yang menjadi garda terdepan melawan Covid-19,” ujar Farid Akbar selaku Sales Branch Manager Pertamina Kalbar, Sabtu (18/10).

Sementara itu, untuk bantuan ekonomi, pihaknya juga menyalurkan dalam bentuk paket sembako. Berkoordinasi dengan RT/RW di sekitar kantor-kantor Pertamina, bantuan ini menyasar mereka yang benar-benar terdampak. Seperti mereka yang terkena pemutusan hubungan kerja, pemotongan upah, dan para pekerja harian yang pendapatannya anjlok.

Adapula diskon 50 persen untuk pembelian BBM bagi para pengemudi ojek online. Menurutnya, dari Pertamina Kalbar sendiri ada sekitar Rp200 juta yang disalurkan untuk bantuan Covid-19. Angka tersebut belum termasuk program dari Pertamina pusat dan regional.

Baca Juga :  Bank Kalbar Salurkan ZIS Rp400 Juta

Salah satu yang menerima bantuan alat medis adalah RSUD Kubu Raya, tepatnya pada bulan April 2020. Kasubbag Tata Usaha RSUD Kubu Raya Eva Kurniasih menyampaikan, bantuan tersebut sangat membantu para dokter dan perawat karena saat itu pihaknya sangat kekurangan APD.  “Dengan adanya Pertamina peduli kami sangat terbantu dalam penanggulangan Covid-19 di RSUD Kubu Raya baik untuk kebutuhan APD serta logistik,” imbuh dia.

Dampak Besar

Saat Pontianak Post mewawancarai Farid Akbar di perumahan karyawan Pertamina, Jl Sutoyo, sedang berlangsung penyemprotan disinfektan di sana. Pasalnya ada seorang karyawan yang positif Covid-19. Padahal yang bersangkutan tidak pernah pulang ke daerah asalnya. Begitu juga dengan mayoritas karyawan Pertamina asal luar Kalbar lainnya yang hampir tidak pernah pulang kampung sejak awal pandemi.

Wabah ini memang telah membuat situasi kerja Pertamina berubah. Rapat-rapat tingkat daerah, regional dan nasional kini lebih banyak dilakukan secara online. Sementara seluruh karyawan dan tamu diwajibkan menggunakan masker. Sementara di kantor-kantor milik Pertamina tersedia tempat cuci tangan beserta sabun. Adapun handsanitizer banyak di sudut-sudut ruangan.

Namun untuk kinerja, Farid menyebut, para karyawan di Kalbar dapat cepat beradaptasi. Hal ini terbukti lewat penyaluran BBM dan LPG yang lancar. Selain itu program-program sosial Pertamina seperti bantuan modal dan pelatihan ke UMKM di Kalbar juga terus berlanjut. Di tengah pandemi, Pertamina juga telah menghadirkan sejumlah SPBU Satu Harga di daerah terpencil. Muncul pula terobosan baru seperti Pertashop. Sebuah unit usaha, mirip kios bensin, namun menjual produk resmi Pertamina untuk daerah yang jauh dari SPBU. Sudah 12 Pertashop berdiri di pelosok Kalbar tahun ini, dan akan terus bertambah.

Baca Juga :  Jelang Idulfitri, Pertamina Bentuk Satgas

Dampak terbesar Pertamina adalah anjloknya konsumsi BBM dari masyarakat. Pandemi telah menghambat mobilitas masyarakat, dimana moda transportasi banyak tak beroperasi. Pada periode Ramadan dan Idulfitri misalnya, dimana pada tahun-tahun sebelumnya konsumsi BBM meningkat tajam. Namun pada tahun ini malah menurun.

“Pada awal-awal pandemi penjualan BBM kita bahkan turun 50 persen. Sementara saat Ramadan dan Idulfitri turun 20 persen. Sedangkan untuk LPG cenderung stabil, bahkan ada peningkatan sedikit. Karena aktivitas memasak masyarakat justru meningkat. Namun untuk BBM, bulan-bulan terakhir ini ada peningkatan. Tetapi memang belum menyamai penjualan tahun lalu,” kata dia.

Bahkan untuk produk LPG bersubsidi, sempat terjadi kelangkaan di berbagai daerah di Kalbar pada bulan Juli lalu. Hal ini menandakan permintaan yang besar. Namun situasi tersebut segera dapat teratasi. Pertamina bekerjasama dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan melakukan razia ke sejumlah pangkalan, rumah makan dan hotel. Selain itu dilakukan penambahan kuota dan operasi pasar untuk menurunkan harga di tingkat eceren yang melonjak. (ars)

 

PONTIANAK – Pandemi Covid-19 jelas mendatangkan kerugian besar bagi umat manusia. Namun krisis virus Corona juga sekali lagi membuktikan jati diri bangsa Indonesia untuk saling bahu-membahu. Saat hampir semua lapisan terdampak penghidupannya, aksi sosial juga bermunculan.

Tidak terkecuali dari kalangan korporasi melalui praktik corporate social responsibility. PT Pertamina (Persero) misalnya turut membantu pengadaan alat medis untuk tenaga kesehatan, hingga bantuan sosial kepada masyarakat terdampak di seluruh Indonesia. Termasuk Kalimantan Barat.

Pada bulan-bulan awal pandemi misalnya, perusahaan minyak pelat merah ini menyalurkan ratusan alat pelindung diri, sembako, dan vitamin, serta lainnya di Kalbar.

“Kita tahu di awal pandemi kebutuhan APD seperti baju hazmat dan masker medis begitu besar. Bahkan sempat terjadi kelangkaan. Sehingga kami turut membantu penyediaannya untuk rumah sakit dan Puskesmas yang ada di Kalbar. Ini bentuk dukungan untuk tenaga medis yang menjadi garda terdepan melawan Covid-19,” ujar Farid Akbar selaku Sales Branch Manager Pertamina Kalbar, Sabtu (18/10).

Sementara itu, untuk bantuan ekonomi, pihaknya juga menyalurkan dalam bentuk paket sembako. Berkoordinasi dengan RT/RW di sekitar kantor-kantor Pertamina, bantuan ini menyasar mereka yang benar-benar terdampak. Seperti mereka yang terkena pemutusan hubungan kerja, pemotongan upah, dan para pekerja harian yang pendapatannya anjlok.

Adapula diskon 50 persen untuk pembelian BBM bagi para pengemudi ojek online. Menurutnya, dari Pertamina Kalbar sendiri ada sekitar Rp200 juta yang disalurkan untuk bantuan Covid-19. Angka tersebut belum termasuk program dari Pertamina pusat dan regional.

Baca Juga :  14 SPBU Remote Area Terbangun di Kalimantan Tahun ini

Salah satu yang menerima bantuan alat medis adalah RSUD Kubu Raya, tepatnya pada bulan April 2020. Kasubbag Tata Usaha RSUD Kubu Raya Eva Kurniasih menyampaikan, bantuan tersebut sangat membantu para dokter dan perawat karena saat itu pihaknya sangat kekurangan APD.  “Dengan adanya Pertamina peduli kami sangat terbantu dalam penanggulangan Covid-19 di RSUD Kubu Raya baik untuk kebutuhan APD serta logistik,” imbuh dia.

Dampak Besar

Saat Pontianak Post mewawancarai Farid Akbar di perumahan karyawan Pertamina, Jl Sutoyo, sedang berlangsung penyemprotan disinfektan di sana. Pasalnya ada seorang karyawan yang positif Covid-19. Padahal yang bersangkutan tidak pernah pulang ke daerah asalnya. Begitu juga dengan mayoritas karyawan Pertamina asal luar Kalbar lainnya yang hampir tidak pernah pulang kampung sejak awal pandemi.

Wabah ini memang telah membuat situasi kerja Pertamina berubah. Rapat-rapat tingkat daerah, regional dan nasional kini lebih banyak dilakukan secara online. Sementara seluruh karyawan dan tamu diwajibkan menggunakan masker. Sementara di kantor-kantor milik Pertamina tersedia tempat cuci tangan beserta sabun. Adapun handsanitizer banyak di sudut-sudut ruangan.

Namun untuk kinerja, Farid menyebut, para karyawan di Kalbar dapat cepat beradaptasi. Hal ini terbukti lewat penyaluran BBM dan LPG yang lancar. Selain itu program-program sosial Pertamina seperti bantuan modal dan pelatihan ke UMKM di Kalbar juga terus berlanjut. Di tengah pandemi, Pertamina juga telah menghadirkan sejumlah SPBU Satu Harga di daerah terpencil. Muncul pula terobosan baru seperti Pertashop. Sebuah unit usaha, mirip kios bensin, namun menjual produk resmi Pertamina untuk daerah yang jauh dari SPBU. Sudah 12 Pertashop berdiri di pelosok Kalbar tahun ini, dan akan terus bertambah.

Baca Juga :  Pipa Pertamina Meledak, Satu Korban Tewas

Dampak terbesar Pertamina adalah anjloknya konsumsi BBM dari masyarakat. Pandemi telah menghambat mobilitas masyarakat, dimana moda transportasi banyak tak beroperasi. Pada periode Ramadan dan Idulfitri misalnya, dimana pada tahun-tahun sebelumnya konsumsi BBM meningkat tajam. Namun pada tahun ini malah menurun.

“Pada awal-awal pandemi penjualan BBM kita bahkan turun 50 persen. Sementara saat Ramadan dan Idulfitri turun 20 persen. Sedangkan untuk LPG cenderung stabil, bahkan ada peningkatan sedikit. Karena aktivitas memasak masyarakat justru meningkat. Namun untuk BBM, bulan-bulan terakhir ini ada peningkatan. Tetapi memang belum menyamai penjualan tahun lalu,” kata dia.

Bahkan untuk produk LPG bersubsidi, sempat terjadi kelangkaan di berbagai daerah di Kalbar pada bulan Juli lalu. Hal ini menandakan permintaan yang besar. Namun situasi tersebut segera dapat teratasi. Pertamina bekerjasama dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan melakukan razia ke sejumlah pangkalan, rumah makan dan hotel. Selain itu dilakukan penambahan kuota dan operasi pasar untuk menurunkan harga di tingkat eceren yang melonjak. (ars)

 

Most Read

SDN 15 Seburing Rehab 2021

Dansatgas Komsos Bersama Kades

Mayat Tanpa Identitas Gegerkan Warga

Artikel Terbaru

/