alexametrics
27.8 C
Pontianak
Wednesday, May 18, 2022

Optimalkan Pengelolaan Aset Negara

PENGELOLAAN aset negara merupakan kegiatan yang sangat penting untuk dilakukan dalam rangka optimalisasi aset. Namun demikian sampai saat ini kegiatan tersebut masih terkendala dalam pemeliharaan, pengamanan serta pemanfaatannya. Belum terdukungnya anggaran pemeliharaan, pengamanan yang minimal dan pemanfaatan yang belum maksimal, mengakibatkan aset negara menjadi tidak dapat dikelola dengan baik. Sebab itu, diperlukan langkah kongkrit dalam pengelolaan aset yang dimiliki oleh negara, termasuk salah satunya Barang Milik Negara (BMN).

Salah satu aset BMN yang sedang diajukan untuk persetujuan pemanfaatan yaitu aset berupa tanah yang tercatat pada Kementerian Pertahanan/TNI AD dhi. Kodam XII/Tanjungpura yang berlokasi Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Aset tersebut memiliki lokasi yang strategis, berada persis di tepi sungai Kapuas dan saat ini telah dibangun dermaga oleh mitra. Adapun bentuk pemanfaatan yang diajukan berupa Kerjasama Pemanfaatan (KSP) dengan jenis usaha yang berkaitan dengan kegiatan kepelabuhan.

Baca Juga :  Program Listrik Gratis dari PLN, Wujudkan Mimpi Warga Kurang Mampu untuk Miliki Listrik Dirumah Sendiri

Beberapa waktu lalu, Tim Penilai Kanwil DJKN Kalimantan Barat didampingi Kodam XII/Tanjungpura melakukan survei lapangan ke objek pemanfaatan BMN. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka penilaian aset BMN dan analisis kelayakan bisnis atas proposal rencana usaha KSP pemanfaatan BMN yang diajukan oleh satuan kerja Kementerian Pertahanan. Pelaksanaan penilaian dan analisis kelayakan bisnis diharapkan dapat berjalan dengan cepat, efektif serta sesuai aturan yang berlaku.

Saat ditemui oleh tim Penilai, pihak mitra menjelaskan, pembangunan pelabuhan dilakukan untuk mendukung proses bisnis pengiriman dan penumpukan kargo yang dimiliki perusahaan, sehingga pengiriman dan penumpukan tidak perlu dilakukan pada pelabuhan komersial lainnya. Dengan dilakukan kerjasama pemanfaatan, maka diharapkan biaya yang dikeluarkan dalam proses pengiriman dan penumpukan dapat berkurang.

Baca Juga :  Harga Ayam Dekati HET

Selain itu, dengan dibangunnya pelabuhan, maka negara juga diuntungkan dengan terjadinya peningkatan nilai tanah, optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta penambahan multiplier economic effect, dimana  atas pemanfaatan BMN tersebut tentunya berujung pada kesejahteraan rakyat. Seperti penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi daerah setempat, peningkatan PAD (pendapatan asli daerah).

Dalam kegiatan pengumpulan data kajian kelayakan, Tim DJKN Kantor Wilayah Kalimantan Barat melakukan koordinasi dan konsultasi dengan instansi terkait. Selain itu, tim juga melakukan survei lapangan atas obyek, identifikasi lingkungan sekitar obyek dan berkesempatan untuk melakukan survei obyek tanah pembanding di sekitar objek penilaian. (/r)

PENGELOLAAN aset negara merupakan kegiatan yang sangat penting untuk dilakukan dalam rangka optimalisasi aset. Namun demikian sampai saat ini kegiatan tersebut masih terkendala dalam pemeliharaan, pengamanan serta pemanfaatannya. Belum terdukungnya anggaran pemeliharaan, pengamanan yang minimal dan pemanfaatan yang belum maksimal, mengakibatkan aset negara menjadi tidak dapat dikelola dengan baik. Sebab itu, diperlukan langkah kongkrit dalam pengelolaan aset yang dimiliki oleh negara, termasuk salah satunya Barang Milik Negara (BMN).

Salah satu aset BMN yang sedang diajukan untuk persetujuan pemanfaatan yaitu aset berupa tanah yang tercatat pada Kementerian Pertahanan/TNI AD dhi. Kodam XII/Tanjungpura yang berlokasi Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Aset tersebut memiliki lokasi yang strategis, berada persis di tepi sungai Kapuas dan saat ini telah dibangun dermaga oleh mitra. Adapun bentuk pemanfaatan yang diajukan berupa Kerjasama Pemanfaatan (KSP) dengan jenis usaha yang berkaitan dengan kegiatan kepelabuhan.

Baca Juga :  Layanan Perpajakan DJP secara Daring Diperpanjang

Beberapa waktu lalu, Tim Penilai Kanwil DJKN Kalimantan Barat didampingi Kodam XII/Tanjungpura melakukan survei lapangan ke objek pemanfaatan BMN. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka penilaian aset BMN dan analisis kelayakan bisnis atas proposal rencana usaha KSP pemanfaatan BMN yang diajukan oleh satuan kerja Kementerian Pertahanan. Pelaksanaan penilaian dan analisis kelayakan bisnis diharapkan dapat berjalan dengan cepat, efektif serta sesuai aturan yang berlaku.

Saat ditemui oleh tim Penilai, pihak mitra menjelaskan, pembangunan pelabuhan dilakukan untuk mendukung proses bisnis pengiriman dan penumpukan kargo yang dimiliki perusahaan, sehingga pengiriman dan penumpukan tidak perlu dilakukan pada pelabuhan komersial lainnya. Dengan dilakukan kerjasama pemanfaatan, maka diharapkan biaya yang dikeluarkan dalam proses pengiriman dan penumpukan dapat berkurang.

Baca Juga :  Dorong Investasi Lewat Instrumen Sukuk Ritel Negara SR015

Selain itu, dengan dibangunnya pelabuhan, maka negara juga diuntungkan dengan terjadinya peningkatan nilai tanah, optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta penambahan multiplier economic effect, dimana  atas pemanfaatan BMN tersebut tentunya berujung pada kesejahteraan rakyat. Seperti penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi daerah setempat, peningkatan PAD (pendapatan asli daerah).

Dalam kegiatan pengumpulan data kajian kelayakan, Tim DJKN Kantor Wilayah Kalimantan Barat melakukan koordinasi dan konsultasi dengan instansi terkait. Selain itu, tim juga melakukan survei lapangan atas obyek, identifikasi lingkungan sekitar obyek dan berkesempatan untuk melakukan survei obyek tanah pembanding di sekitar objek penilaian. (/r)

Most Read

Hisar dan Leonardo Yordan Menang

Pembangunan Mulai 2022 dengan Tipe B

Heboh Pemakaman Tua di Pinyuh

Artikel Terbaru

/