alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Apkasindo Kerja Sama Bank Sinarmas

Biayai Peremajaan Sawit

PONTIANAK – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menjalin kemitraan dengan Bank Sinarmas dalam hal pembiyaan program peremajaan sawit mandiri (PSR). Ketua Apkasindo Kalimantan Barat, Samuel mengatakan, kerja sama pembiayaan ini dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan operasional peremajaan atau replanting kebun sawit yang sudah tua dan tidak produktif lagi.

“Dalam hal pembiyaan untuk ongkos peremajaan lahan sawit, kami dari Apkasindo pusat telah bekerja sama dengan Bank Sinarmas,” ungkap dia, kemarin.

Dia menjelaskan, saat ini para pekebun sawit rakyat, baik mandiri atau swadaya, yang memiliki kebun sawit berusia lebih dari 20 tahun dan produktivitasnya rendah, dapat mengikuti program PSR dari pemerintah yang dikelola oleh Badan Pengelola dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Mereka yang mengikuti program ini, akan mendapatkan dana segar dari pemerintah secara gratis sebesar Rp25 juta per haktare.

Meski telah diberikan bantuan senilai Rp25 juta per hektare, tetapi jumlah itu sebenarnya tidak mampu menutupi ongkos yang dibutuhkan untuk melakukan peremajaan. Samuel menyebut, biaya yang dibutuhkan untuk peremajaan lahan kelapa sawit kira-kira Rp50 juta per hektare, atau dua kali lipat dari dana yang dikucurkan oleh pemerintah.

Baca Juga :  Lomba Tilawah Usia Emas, Termuda 50 Tahun Tertua 68 Tahun

Dengan begitu, pekebun masih membutuhkan biaya tambahan sebesar Rp25 juta untuk satu hektare kebun sawitnya. “Ini semula menjadi masalah karena pekebun harus mengeluarkan dana secara pribadi untuk melakukan replanting. Tetapi kini kami sudah punya solusi pembiyaannya,” kata dia.

Pembiayan yang ditawarkan oleh Bank Sinar Mas, dikatakan dia, memberikan keringanan kepada para pekebun, yakni dengan memberikan masa tenggang atau grace period selama lima tahun. Artinya, kredit dapat diangsur setelah lima tahun dari masa pengajuan kredit. “Sehingga pekebun dapat mengangsur setelah mendapatkan hasil dari pohon baru dari program peremajaan,” jelas dia.

Selain itu, lanjut dia, bila pekebun tidak memenuhi persyaratan untuk mengikuti program PSR karena masih tersandung hutang di bank, maka mereka bisa mengajukan kepada Bank Sinarmas untuk melakukan take over hutang tersebut. “Pada intinya tujuan kami hadir adalah membantu pekebun untuk memenuhi persyaratan-persyaratan yang diperlukan untuk ikut program PSR ini, termasuk soal pembiayaan,” pungkas dia.

Baca Juga :  Bersiasat Cari Penghasilan Lain Sambil Menunggu Pohon Berbuah

Kepala Dinas Perkebunan Kalbar, Heronimus Hero menyatakan, salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kebun rakyat, adalah dengan melakukan peremajaan. Program PSR oleh BPDPKS, dikatakan dia, memungkinkan pekebun mendapatkan bantuan dana sebesar Rp25 juta per hektare secara gratis untuk ongkos peremajaan kebun sawit. Di Kalbar, sejak tahun 2018, ada ribuan hektare kebun sawit yang sudah siap diremajakan.  “Dari 2018 hingga 2020 ini, sudah siap sekitar 9 ribu hektare (untuk diremajakan) yang tersebar di 8 kabupaten,” sebut dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, tahun ini Kalbar mendapatkan target yang cukup besar, yakni sebesar 14 ribu hektare lahan yang diajukan untuk program PSR ini. Tetapi untuk mendapatkan dana segar tersebut, pekebun harus memenuhi sejumlah persyaratan yang cukup ketat, terutama terkait legalitas lahan. (sti)

Biayai Peremajaan Sawit

PONTIANAK – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menjalin kemitraan dengan Bank Sinarmas dalam hal pembiyaan program peremajaan sawit mandiri (PSR). Ketua Apkasindo Kalimantan Barat, Samuel mengatakan, kerja sama pembiayaan ini dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan operasional peremajaan atau replanting kebun sawit yang sudah tua dan tidak produktif lagi.

“Dalam hal pembiyaan untuk ongkos peremajaan lahan sawit, kami dari Apkasindo pusat telah bekerja sama dengan Bank Sinarmas,” ungkap dia, kemarin.

Dia menjelaskan, saat ini para pekebun sawit rakyat, baik mandiri atau swadaya, yang memiliki kebun sawit berusia lebih dari 20 tahun dan produktivitasnya rendah, dapat mengikuti program PSR dari pemerintah yang dikelola oleh Badan Pengelola dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Mereka yang mengikuti program ini, akan mendapatkan dana segar dari pemerintah secara gratis sebesar Rp25 juta per haktare.

Meski telah diberikan bantuan senilai Rp25 juta per hektare, tetapi jumlah itu sebenarnya tidak mampu menutupi ongkos yang dibutuhkan untuk melakukan peremajaan. Samuel menyebut, biaya yang dibutuhkan untuk peremajaan lahan kelapa sawit kira-kira Rp50 juta per hektare, atau dua kali lipat dari dana yang dikucurkan oleh pemerintah.

Baca Juga :  Kalbar Resmi Miliki Wakapolda Baru

Dengan begitu, pekebun masih membutuhkan biaya tambahan sebesar Rp25 juta untuk satu hektare kebun sawitnya. “Ini semula menjadi masalah karena pekebun harus mengeluarkan dana secara pribadi untuk melakukan replanting. Tetapi kini kami sudah punya solusi pembiyaannya,” kata dia.

Pembiayan yang ditawarkan oleh Bank Sinar Mas, dikatakan dia, memberikan keringanan kepada para pekebun, yakni dengan memberikan masa tenggang atau grace period selama lima tahun. Artinya, kredit dapat diangsur setelah lima tahun dari masa pengajuan kredit. “Sehingga pekebun dapat mengangsur setelah mendapatkan hasil dari pohon baru dari program peremajaan,” jelas dia.

Selain itu, lanjut dia, bila pekebun tidak memenuhi persyaratan untuk mengikuti program PSR karena masih tersandung hutang di bank, maka mereka bisa mengajukan kepada Bank Sinarmas untuk melakukan take over hutang tersebut. “Pada intinya tujuan kami hadir adalah membantu pekebun untuk memenuhi persyaratan-persyaratan yang diperlukan untuk ikut program PSR ini, termasuk soal pembiayaan,” pungkas dia.

Baca Juga :  Peremajaan Solusi Ekspansi Kebun Sawit Rakyat

Kepala Dinas Perkebunan Kalbar, Heronimus Hero menyatakan, salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kebun rakyat, adalah dengan melakukan peremajaan. Program PSR oleh BPDPKS, dikatakan dia, memungkinkan pekebun mendapatkan bantuan dana sebesar Rp25 juta per hektare secara gratis untuk ongkos peremajaan kebun sawit. Di Kalbar, sejak tahun 2018, ada ribuan hektare kebun sawit yang sudah siap diremajakan.  “Dari 2018 hingga 2020 ini, sudah siap sekitar 9 ribu hektare (untuk diremajakan) yang tersebar di 8 kabupaten,” sebut dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, tahun ini Kalbar mendapatkan target yang cukup besar, yakni sebesar 14 ribu hektare lahan yang diajukan untuk program PSR ini. Tetapi untuk mendapatkan dana segar tersebut, pekebun harus memenuhi sejumlah persyaratan yang cukup ketat, terutama terkait legalitas lahan. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/