alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Laris Manis Jualan Amplang untuk Lebaran

PONTIANAK – Tak hanya kue kering dan kue lapis, kue ringan atau snack juga menjadi salah satu sajian yang kerap dihadirkan pada momen Idulfitri atau lebaran. Salah satu kue ringan yang diminati itu adalah amplang. Tak heran permintaan camilan renyah ini melonjak jelang lebaran. 

Pipin, salah satu pelaku usaha yang mencari laba dengan berjualan amplang. Jauh sebelum Ramadan tiba, ia sudah bersiap menerima pesanan amplang untuk kebutuhan lebaran. Tak menjual sendiri, ia merekrut puluhan reseller untuk menjual produknya. 

“Kalau reseller mungkin ada sekitar 80 orang,” ungkapnya, Sabtu (25/4).

Pipin sudah lama menggeluti usaha ini. Amplang yang dijualnya diproduksi di Kubu Raya. Namun resepnya dari Ketapang. Ia tak memproduksi amplang sendiri. Ia hanya memasarkan saja. Pangsa pasarnya tak hanya di Kota Pontianak dan sekitarnya. 

Baca Juga :  Culinary Festival Manjakan Pencinta Kuliner

 “Selain Pontianak, ada juga reseller dari Sanggau Sintang, Melawi, dan lain-lain,” katanya. 

Di bulan Ramadan ini, pesanannya semakin banjir. Sehari-hari ia sibuk meladeni para reseller hingga pembeli. Apalagi promosi di media sosial gencar dilakukan. Buka toko daring di marketplace juga ia tempuh. Alhasil, pemesanan juga datang dari luar Kalbar.

Omsetnya semakin melonjak saat Ramadan, seiring naiknya permintaan makanan ringan yang terbuat dari ikan tersebut, untuk kebutuhan hari raya. Jika dihitung-hitung, penjualannya sejak awal Ramadan sudah mencapai 750 kilogram. Sementara harganya dijual Rp125-140 per kilogram.

“Dalam sehari omsetnya bisa 2-4 juta rupiah,” tuturnya. (sti)

 

PONTIANAK – Tak hanya kue kering dan kue lapis, kue ringan atau snack juga menjadi salah satu sajian yang kerap dihadirkan pada momen Idulfitri atau lebaran. Salah satu kue ringan yang diminati itu adalah amplang. Tak heran permintaan camilan renyah ini melonjak jelang lebaran. 

Pipin, salah satu pelaku usaha yang mencari laba dengan berjualan amplang. Jauh sebelum Ramadan tiba, ia sudah bersiap menerima pesanan amplang untuk kebutuhan lebaran. Tak menjual sendiri, ia merekrut puluhan reseller untuk menjual produknya. 

“Kalau reseller mungkin ada sekitar 80 orang,” ungkapnya, Sabtu (25/4).

Pipin sudah lama menggeluti usaha ini. Amplang yang dijualnya diproduksi di Kubu Raya. Namun resepnya dari Ketapang. Ia tak memproduksi amplang sendiri. Ia hanya memasarkan saja. Pangsa pasarnya tak hanya di Kota Pontianak dan sekitarnya. 

Baca Juga :  BRI Berikan Kemudahan Pembiayaan kepada Mitra Telkomsel

 “Selain Pontianak, ada juga reseller dari Sanggau Sintang, Melawi, dan lain-lain,” katanya. 

Di bulan Ramadan ini, pesanannya semakin banjir. Sehari-hari ia sibuk meladeni para reseller hingga pembeli. Apalagi promosi di media sosial gencar dilakukan. Buka toko daring di marketplace juga ia tempuh. Alhasil, pemesanan juga datang dari luar Kalbar.

Omsetnya semakin melonjak saat Ramadan, seiring naiknya permintaan makanan ringan yang terbuat dari ikan tersebut, untuk kebutuhan hari raya. Jika dihitung-hitung, penjualannya sejak awal Ramadan sudah mencapai 750 kilogram. Sementara harganya dijual Rp125-140 per kilogram.

“Dalam sehari omsetnya bisa 2-4 juta rupiah,” tuturnya. (sti)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/