alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Indodax Kedepankan Environmental, Social dan Governance Ramah Lingkungan

JAKARTA – Indodax, platform investasi aset digital seperti pair idr yaitu bitcoin idr, ethereum idr, pair usdt seperti btc usdt, eth usdt, dan 200 digital aset lainnya, baru saja menjalin kerjasama Corporate Social Responsibility dengan Jangjo, perusahaan start up manajemen sampah modern. Ini juga upaya untuk menciptakan budaya ramah lingkungan. Kerja sama antara kedua perusahaan ini, ditandai dengan penandatanganan MoU di kantor Indodax yang berada di bilangan Sudirman, Jakarta Selatan.

CEO Indodax, Oscar Darmawan mengatakan bahwa Indodax akan terus berupaya untuk menerapkan prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG), khususnya di bidang lingkungan yang mana isu ini memang sedang hangat dibicarakan. Oleh karenanya, Indodax juga ingin mengambil posisi untuk ikut berpartisipasi.

“Isu mengenai Environmental, Social, dan Governance (ESG) ini sedang santer terdengar belakangan ini. Maka, CSR Indodax kali ini berfokus pada isu lingkungan dengan agendanya yaitu pengangkutan sampah pilah dari kantor Indodax untuk kemudian dapat dibawa oleh pihak Jangjo untuk proses daur ulang. Pelaksanaan kegiatan CSR ini merupakan bentuk kepedulian Indodax terhadap lingkungan,” jelas Oscar.

Joe Hansen selaku CEO dan salah satu pendiri dari Jangjo mengatakan bahwa Kerjasama ini dibangun karena latar belakang yang kuat terkait isu sampah nasional. Berdasarkan data yang dihimpun dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan total sampah nasional pada tahun 2021 mencapai 68,5 juta ton dimana 17 persen nya (11,6 juta ton) merupakan jenis sampah plastik.

Baca Juga :  Terra Luna Anjlok, Investor Menjerit Pilu hingga Bunuh Diri

“Pengelolaan yang belum optimal dan sampah yang tidak terpilah, membuat sampah semakin menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Di Jabodetabek sendiri, saya melihat TPA Bantargebang akan melebihi kapasitas tampung dalam waktu dekat. Kita perlu bergerak bersama – sama untuk menyelesaikan masalah ini, sesederhana dengan mulai memilah. Pemilahan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi sampah yang dikirim ke TPA, untuk menggenjot sampah yang didaur ulang,” ujar Joe Hansen.

Melihat kondisi yang memprihatinkan, Indodax pun akhirnya tergerak untuk melakukan CSR di bidang lingkungan dalam pengelolaan sampah dan memutuskan untuk bekerjasama dengan pihak Jangjo.

“Kami Indodax percaya perusahaan tidak hanya sekedar mengejar profit semata. Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang juga peduli kepada lingkungan dan peduli kepada social di sekitarnya. Saya pikir penting sekali bagi kita untuk memulai aksi nyata, untuk membuat lingkungan menjadi lebih baik lagi. Kami di Indodax percaya setiap langkah kecil yang dimulai, bisa memberikan dampak besar untuk lingkungan kita”, tutup Oscar Darmawan.

Baca Juga :  Cabai Rawit Naik

Sebagai mitra dari Indodax, Joe Hansen menyampaikan rasa bahagia dan apresiasinya untuk Indodax karena sudah berpartisipasi untuk menjaga lingkungan. Joe pun berharap Kerjasama ini juga terjalin secara long term dan tidak terputus sampai saat ini saja.

“Kami senang sekali, atas kerjasama dan kontribusi Indodax terhadap lingkungan. Kita tahu ancaman penuhnya TPA sudah di mata, kami berharap semakin banyak perusahaan lain yang ikut gerakan ini sehingga masalah sampah bisa kita atasi bersama” tutup Joe Hansen.

Sebagai tambahan informasi, Indodax adalah perusahaan jual beli aset kripto terbesar dan terpercaya di Indonesia yang memperdagangkan lebih dari 200 aset kripto dan melayani lebih dari 5.3 juta member dan member pun bisa bertransaksi mulai dari harga 10 ribu Rupiah. Indodax memiliki counter offline yang bisa dipakai oleh para member untuk berkonsultasi yang berada di pusat perkantoran Sudirman, Jakarta Selatan dan Sunset Road di Bali. (*/r)

JAKARTA – Indodax, platform investasi aset digital seperti pair idr yaitu bitcoin idr, ethereum idr, pair usdt seperti btc usdt, eth usdt, dan 200 digital aset lainnya, baru saja menjalin kerjasama Corporate Social Responsibility dengan Jangjo, perusahaan start up manajemen sampah modern. Ini juga upaya untuk menciptakan budaya ramah lingkungan. Kerja sama antara kedua perusahaan ini, ditandai dengan penandatanganan MoU di kantor Indodax yang berada di bilangan Sudirman, Jakarta Selatan.

CEO Indodax, Oscar Darmawan mengatakan bahwa Indodax akan terus berupaya untuk menerapkan prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG), khususnya di bidang lingkungan yang mana isu ini memang sedang hangat dibicarakan. Oleh karenanya, Indodax juga ingin mengambil posisi untuk ikut berpartisipasi.

“Isu mengenai Environmental, Social, dan Governance (ESG) ini sedang santer terdengar belakangan ini. Maka, CSR Indodax kali ini berfokus pada isu lingkungan dengan agendanya yaitu pengangkutan sampah pilah dari kantor Indodax untuk kemudian dapat dibawa oleh pihak Jangjo untuk proses daur ulang. Pelaksanaan kegiatan CSR ini merupakan bentuk kepedulian Indodax terhadap lingkungan,” jelas Oscar.

Joe Hansen selaku CEO dan salah satu pendiri dari Jangjo mengatakan bahwa Kerjasama ini dibangun karena latar belakang yang kuat terkait isu sampah nasional. Berdasarkan data yang dihimpun dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan total sampah nasional pada tahun 2021 mencapai 68,5 juta ton dimana 17 persen nya (11,6 juta ton) merupakan jenis sampah plastik.

Baca Juga :  Realisasi Investasi Belum Tercapai

“Pengelolaan yang belum optimal dan sampah yang tidak terpilah, membuat sampah semakin menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Di Jabodetabek sendiri, saya melihat TPA Bantargebang akan melebihi kapasitas tampung dalam waktu dekat. Kita perlu bergerak bersama – sama untuk menyelesaikan masalah ini, sesederhana dengan mulai memilah. Pemilahan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi sampah yang dikirim ke TPA, untuk menggenjot sampah yang didaur ulang,” ujar Joe Hansen.

Melihat kondisi yang memprihatinkan, Indodax pun akhirnya tergerak untuk melakukan CSR di bidang lingkungan dalam pengelolaan sampah dan memutuskan untuk bekerjasama dengan pihak Jangjo.

“Kami Indodax percaya perusahaan tidak hanya sekedar mengejar profit semata. Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang juga peduli kepada lingkungan dan peduli kepada social di sekitarnya. Saya pikir penting sekali bagi kita untuk memulai aksi nyata, untuk membuat lingkungan menjadi lebih baik lagi. Kami di Indodax percaya setiap langkah kecil yang dimulai, bisa memberikan dampak besar untuk lingkungan kita”, tutup Oscar Darmawan.

Baca Juga :  Kredit UMKM Nasional Ditarget Rp1.800 Triliun, BRI Jadi Pemain Utama

Sebagai mitra dari Indodax, Joe Hansen menyampaikan rasa bahagia dan apresiasinya untuk Indodax karena sudah berpartisipasi untuk menjaga lingkungan. Joe pun berharap Kerjasama ini juga terjalin secara long term dan tidak terputus sampai saat ini saja.

“Kami senang sekali, atas kerjasama dan kontribusi Indodax terhadap lingkungan. Kita tahu ancaman penuhnya TPA sudah di mata, kami berharap semakin banyak perusahaan lain yang ikut gerakan ini sehingga masalah sampah bisa kita atasi bersama” tutup Joe Hansen.

Sebagai tambahan informasi, Indodax adalah perusahaan jual beli aset kripto terbesar dan terpercaya di Indonesia yang memperdagangkan lebih dari 200 aset kripto dan melayani lebih dari 5.3 juta member dan member pun bisa bertransaksi mulai dari harga 10 ribu Rupiah. Indodax memiliki counter offline yang bisa dipakai oleh para member untuk berkonsultasi yang berada di pusat perkantoran Sudirman, Jakarta Selatan dan Sunset Road di Bali. (*/r)

Most Read

Artikel Terbaru

/