
PONTIANAK POST - Transaksi digital memang cepat dan praktis. Sayangnya, kecepatan ini sering membuat setiap transaksi dilakukan tanpa pertimbangan matang, hingga akhirnya terbentuk kebiasaan yang sebenarnya memboroskan uang.
Sebagian besar biaya yang muncul biasanya berupa biaya administrasi tetap per transaksi, dengan batas maksimal Rp2.500 untuk transfer antar bank menggunakan BI-FAST dan biaya tetap serupa pada berbagai saluran top-up. Besaran biaya seperti ini jarang sekali merubah kebiasaan karena nilainya dianggap kecil, sehingga pola pengeluaran terus berlangsung tanpa disadari.
Ada tujuh kebiasaan utama yang menjadi penyebab terbesar kebocoran uang dari dompet digital dalam sebulan. Dari semua itu, dua kebiasaan yang dapat dihentikan menimbulkan biaya sama sekali apabila menggunakan fitur gratis biaya admin top up GoPay dalam kuota bulanan yang tersedia.
1. Isi Saldo Sedikit-sedikit Tapi Sering
Mengisi saldo hanya sesuai kebutuhan untuk pembelian berikutnya membuat jumlah transaksi top-up jadi semakin banyak. Padahal, biaya admin yang dikenakan bersifat flat, sehingga top-up sebesar Rp20.000 memiliki biaya admin yang sama dengan top up sebesar Rp200.000.
Misalnya, sepuluh kali top-up Rp20.000 akan kena biaya admin sepuluh kali, padahal total saldo yang masuk sama dengan melakukan top-up sekali Rp200.000. Jadi, menggabungkan top-up menjadi jumlah sekaligus yang lebih besar, Anda bisa menghilangkan biaya tambahan yang sebenarnya tidak perlu.
2. Tidak Peduli Jalur Transfer yang Dipilih
Aplikasi perbankan biasanya menyediakan beberapa jalur transfer, tapi opsi yang dipilih secara otomatis tidak selalu yang paling murah. Biaya transfer realtime online berkisar antara Rp6.500 sampai Rp7.500 per transaksi, jauh lebih mahal dibandingkan biaya maksimal Rp2.500 untuk transfer menggunakan BI-FAST.
Padahal, kedua jalur ini mengantarkan dana ke rekening yang sama tanpa perbedaan layanan yang signifikan. Jika Anda melakukan sepuluh transfer per bulan dan memilih jalur yang lebih mahal, Anda bisa kehilangan sekitar Rp40.000 sampai Rp50.000 hanya karena pilihan jalur transfer.
3. Membiarkan Langganan Otomatis Berjalan
Langganan dengan sistem perpanjangan otomatis bisa terus memotong saldo tanpa Anda sadari, terutama ketika layanan yang sudah tidak dipakai tetapi tetap ditagih.
Langganan tahunan jadi yang paling sulit terlacak karena jarak waktu pemotongan dan evaluasi ulang cukup lama, bisa mencapai sebelas bulan. Satu-satunya cara agar langganan yang sudah tidak digunakan itu tidak memboroskan uang adalah dengan rutin mengecek riwayat transaksi dan membatalkan langganan yang tidak diperlukan.
4. Bayar Tanpa Mengecek Promo yang Berlaku
Promo cashback dan diskon sering kali terkait dengan metode pembayaran, merchant, atau waktu tertentu. Jadi apabila Anda membayar tanpa mengecek promo yang berlaku, Anda melewatkan manfaat tersebut tanpa disadari. Padahal, mengecek promo sebelum membayar biasanya memakan waktu lebih singkat daripada proses pembayaran itu sendiri.



