alexametrics
30 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

Waroeng Kite Targetkan Seribu Anggota

PONTIANAK – Aplikasi jual beli produk UMKM, Waroeng Kite, berupaya melakukan ekspansi bisnis seluas-luasnya pada tahun ini, setelah mengalami stagnasi akibat pandemi covid-19 yang terjadi tahun 2020. Selain penambahan fitur, jumlah anggota yang memanfaatkan platform ini untuk memasarkan dagangannya juga ditargetkan ditambah.

“Aplikasi ini masih dalam proses pengembangan. Untuk saat ini sudah ada 60an UMKM. Target kita memang besar, mestinya 1000 umkm ter-linsting di Waroeng Kite,” tutur Uray Tiar Fahrozi, pengembangan aplikasi Waroeng Kite.

Dia menjelaskan, aplikasi ini diperuntukkan bagi UMKM di Kota Pontianak yang ingin memasarkan produknya secara digital. Aplikasi yang beralamatkan waroengkite.id itu, merupakan situs belanja online  sebagai media untuk memudahkan masyarakat dalam menemukan produk-produk UMKM dan wujud nyata pemerintah Kota Pontianak dalam meningkatkan kemajuan dan perkembangan UMKM Kota Pontianak.

Baca Juga :  Polda Kaltim dan GAPKI Gandeng Telkom

Aplikasi berbasis website ini, diinisiasi oleh pemerintah Kota Pontianak guna memfasilitasi pelaku UMKM agar mendapat akses pasar yang lebih luas.

“Ketika UMKM Center diresmikan, maka saat ini pemerintah kota berpikir harus ada aplikasi yang memudahkan UMKM dalam hal pemasaran,” tutur dia.

Saat ini pihaknya terus mengembangkan aplikasi dengan menghadirkan berbagai fitur lain, salah satunya fitur order via aplikasi. Dalam hal ini, dirinya menilai perlu membangun kolaborasi dengan perusahaan layanan pesan antar. Pihaknya membidik Bujang Kurir sebagai mitra bagi Waroeng Kite dalam menyediakan fitur pesan antar ini.

“Ada beberapa fitur yang perlu dilengkapi, terutama fitur pengantaran. Kita ingin kerja sama dengan yang lokal untuk delivery order,” tutur dia.

Baca Juga :  Meriahkan Electro Fair 2019 di Polnep; GM PLN Kalbar Gelar Kuliah Umum

Selain memfasilitasi, pemasaran produk dengan segala fitur penunjang, pihaknya saat ini juga membantu UMKM yang menjadi anggota, untuk memanfaatkan sistem pembayaran berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Dengan pemanfaatan QRIS, kata dia, proses transaksi menjadi lebih mudah dan cepat.

“Kita bantu UMKM untuk memperoleh QRIS, sehingga mereka bisa menerima pembayaran dari konsumen lebih mudah,” ucap dia.

Pihaknya mengaku belum maksimal dalam mengembangkan aplikasi ini pada tahun 2020 lantaran pandemi covid-19. Sebab, kata dia, Pemerintah Kota Pontianak lebih fokus dalam penanganan penyebaran virus asal Tiongkok tersebut.

“Baru tahun ini mungkin akan kita maksimalkan,” pungkas dia. (sti)

PONTIANAK – Aplikasi jual beli produk UMKM, Waroeng Kite, berupaya melakukan ekspansi bisnis seluas-luasnya pada tahun ini, setelah mengalami stagnasi akibat pandemi covid-19 yang terjadi tahun 2020. Selain penambahan fitur, jumlah anggota yang memanfaatkan platform ini untuk memasarkan dagangannya juga ditargetkan ditambah.

“Aplikasi ini masih dalam proses pengembangan. Untuk saat ini sudah ada 60an UMKM. Target kita memang besar, mestinya 1000 umkm ter-linsting di Waroeng Kite,” tutur Uray Tiar Fahrozi, pengembangan aplikasi Waroeng Kite.

Dia menjelaskan, aplikasi ini diperuntukkan bagi UMKM di Kota Pontianak yang ingin memasarkan produknya secara digital. Aplikasi yang beralamatkan waroengkite.id itu, merupakan situs belanja online  sebagai media untuk memudahkan masyarakat dalam menemukan produk-produk UMKM dan wujud nyata pemerintah Kota Pontianak dalam meningkatkan kemajuan dan perkembangan UMKM Kota Pontianak.

Baca Juga :  Jamin Pasokan BBM di Kawasan Banjir, Kendaraan Bantuan Digratiskan

Aplikasi berbasis website ini, diinisiasi oleh pemerintah Kota Pontianak guna memfasilitasi pelaku UMKM agar mendapat akses pasar yang lebih luas.

“Ketika UMKM Center diresmikan, maka saat ini pemerintah kota berpikir harus ada aplikasi yang memudahkan UMKM dalam hal pemasaran,” tutur dia.

Saat ini pihaknya terus mengembangkan aplikasi dengan menghadirkan berbagai fitur lain, salah satunya fitur order via aplikasi. Dalam hal ini, dirinya menilai perlu membangun kolaborasi dengan perusahaan layanan pesan antar. Pihaknya membidik Bujang Kurir sebagai mitra bagi Waroeng Kite dalam menyediakan fitur pesan antar ini.

“Ada beberapa fitur yang perlu dilengkapi, terutama fitur pengantaran. Kita ingin kerja sama dengan yang lokal untuk delivery order,” tutur dia.

Baca Juga :  PT ANTAM Tbk-UBPB Pastikan Posyandu Aman Covid19

Selain memfasilitasi, pemasaran produk dengan segala fitur penunjang, pihaknya saat ini juga membantu UMKM yang menjadi anggota, untuk memanfaatkan sistem pembayaran berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Dengan pemanfaatan QRIS, kata dia, proses transaksi menjadi lebih mudah dan cepat.

“Kita bantu UMKM untuk memperoleh QRIS, sehingga mereka bisa menerima pembayaran dari konsumen lebih mudah,” ucap dia.

Pihaknya mengaku belum maksimal dalam mengembangkan aplikasi ini pada tahun 2020 lantaran pandemi covid-19. Sebab, kata dia, Pemerintah Kota Pontianak lebih fokus dalam penanganan penyebaran virus asal Tiongkok tersebut.

“Baru tahun ini mungkin akan kita maksimalkan,” pungkas dia. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/