alexametrics
30 C
Pontianak
Saturday, May 28, 2022

Konsumsi BBM Anjlok, Pemakaian LPG Naik

PONTIANAK – Seiring merebaknya Covid-19, konsumsi masyarakat untuk BBM mengalami penurunan. PT Pertamina (Persero) mencatat sejak penerapan work from home tanggal 16 Maret 2020, secara umum konsumsi BBM turun 8% dari rata-rata normal harian, dari 134,87 ribu KL menjadi 123,74 ribu KL.

Sedangkan untuk LPG sektor rumah tangga mengalami kenaikan dimana LPG Subsidi naik 0,7% dari konsumsi normal harian 21,93 ribu metrik ton menjadi 22,10 ribu metrik ton. Sedangkan LPG rumah tangga Non Subsidi naik sebesar 5,4% dari konsumsi normal harian 2,05 ribu metrik ton menjadi 2,16 metrik ton.

“Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kesadaran masyarakat untuk menggunakan LPG Non Subsidi untuk kebutuhan memasak di rumahnya,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, Jumat (27/3).

Baca Juga :  Umumkan Pemenang Sayembara Desain Logo HUT, Ini Logo Hari Jadi ke-126 BRIĀ 

Pada masa siaga Covid 19, Pertamina memastikan ketersediaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dalam kondisi aman, baik untuk saat ini maupun hari-hari ke depan.

Sementara di Kalimantan, ketahanan stok baik BBM & LPG di wilayah Kalimantan rata-rata di atas 14 hari. Roberth Marchelino Verieza, Region Manager Comm, Rel & CSR Kalimantan memaparkan, sampai dengan minggu ke-2 Maret, penyaluran BBM di wilayah Region VI Kalimantan untuk jenis gasoline masih sama dengan penyaluran rata-rata setiap bulan yakni berkisar 6.926 KL/hari. Sementara untuk jenis gasoil rata-rata mencapai 2.736 KL/hari.

Demikian halnya dengan penyaluran produk LPG sampai minggu ke-2 Maret, sebesar 1.509 MT /hari, yang meliputi LPG Subsidi dan Non Subsidi. Untuk Wilayah Kalimantan Barat sendiri hingga minggu ke-2 Maret, penyaluran BBM jenis gasoline yaitu 1.783 KL/hari dan untuk BBM jenis gasoil sebesar 927 KL/hari dan penyaluran LPG (Subsidi dan Non subsidi ) mencapai 466 MT/hari.

Baca Juga :  Pendidikan Khusus Profesi Advokat Sistem Online

Lebih lanjut disampaikan Fajriyah, dalam kondisi normal maupun darurat Covid 19, Pertamina memastikan secara keseluruhan operasional produksi, pengolahan, distribusi dan pemasaran produk Pertamina tetap berjalan dengan baik.(ars)

PONTIANAK – Seiring merebaknya Covid-19, konsumsi masyarakat untuk BBM mengalami penurunan. PT Pertamina (Persero) mencatat sejak penerapan work from home tanggal 16 Maret 2020, secara umum konsumsi BBM turun 8% dari rata-rata normal harian, dari 134,87 ribu KL menjadi 123,74 ribu KL.

Sedangkan untuk LPG sektor rumah tangga mengalami kenaikan dimana LPG Subsidi naik 0,7% dari konsumsi normal harian 21,93 ribu metrik ton menjadi 22,10 ribu metrik ton. Sedangkan LPG rumah tangga Non Subsidi naik sebesar 5,4% dari konsumsi normal harian 2,05 ribu metrik ton menjadi 2,16 metrik ton.

“Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kesadaran masyarakat untuk menggunakan LPG Non Subsidi untuk kebutuhan memasak di rumahnya,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, Jumat (27/3).

Baca Juga :  Dorong Integrasi Sawit untuk Tingkatkan Produksi Sapi

Pada masa siaga Covid 19, Pertamina memastikan ketersediaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dalam kondisi aman, baik untuk saat ini maupun hari-hari ke depan.

Sementara di Kalimantan, ketahanan stok baik BBM & LPG di wilayah Kalimantan rata-rata di atas 14 hari. Roberth Marchelino Verieza, Region Manager Comm, Rel & CSR Kalimantan memaparkan, sampai dengan minggu ke-2 Maret, penyaluran BBM di wilayah Region VI Kalimantan untuk jenis gasoline masih sama dengan penyaluran rata-rata setiap bulan yakni berkisar 6.926 KL/hari. Sementara untuk jenis gasoil rata-rata mencapai 2.736 KL/hari.

Demikian halnya dengan penyaluran produk LPG sampai minggu ke-2 Maret, sebesar 1.509 MT /hari, yang meliputi LPG Subsidi dan Non Subsidi. Untuk Wilayah Kalimantan Barat sendiri hingga minggu ke-2 Maret, penyaluran BBM jenis gasoline yaitu 1.783 KL/hari dan untuk BBM jenis gasoil sebesar 927 KL/hari dan penyaluran LPG (Subsidi dan Non subsidi ) mencapai 466 MT/hari.

Baca Juga :  WHW Keluarkan Peraturan dan Panduan Pencegahan Corona

Lebih lanjut disampaikan Fajriyah, dalam kondisi normal maupun darurat Covid 19, Pertamina memastikan secara keseluruhan operasional produksi, pengolahan, distribusi dan pemasaran produk Pertamina tetap berjalan dengan baik.(ars)

Most Read

Artikel Terbaru

/