alexametrics
27 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Ng Peng Khiang Kembangkan Alpukat Australia

Per Kilo Capai Rp75.000

Pertanian hortikultura terutama buah-buahan sedang diminati oleh petani di Kalimantan Barat. Salah satu petani yang getol menanam tanaman buah sejak dulu adalah Ng Peng Khiang (69). Saat ini dia sedang mengembangkan tanaman alpukat Australia. Satu jenis alpukat yang berukuran besar, berat dan padat. “Ini berbeda dengan alpukat biasa, karena buahnya jarang. Tetapi ukurannya besar dan padat,” ujarnya kepada Pontianak Post, kemarin.

Betapa tidak, paling kecil, buah siap panen dari jenis ini bisa mencapai 6-7 ons. Bahkan ada yang lebih di atas satu kilogram per buahnya. Selain itu daging yang ada pada uah ini lebih tebal. Menurutnya, harga buah ini di pasaran cukup bagus. Saat ini harga satu kilogram buah alpukat Australia bisa tembus Rp75.000 per kilogram. Namun bila sedang banjir pasokan, harganya bisa turun ke Rp40.000 per kg.

Baca Juga :  PT HHK-SJE Gelar Vaksinasi Gotong Royong

Menurutnya, jumlah produksi dan kualitas rasa dari pohon jambu alpukat tidak hanya berasal dari bibit unggul saja. Melainkan dari perhatian dan perlakuan pemilik tanaman itu. Makanya, dia selalu serius memperlakukan semua jenis tanamannya.  Setidaknya ada puluhan pohon alpukat yang dia tanam dan siap panen dalam sepekan ke depan. Kendati harganya sedang bagus, dia enggan melakukan budidaya tanman monokultur. Pasalnya bertani dengan tanaman hanya satu atau dua jenis cukup berisiko. Walaupun menjanjikan keuntungan besar pula.

Saat ini sekurangnya ada 60 jenis tanaman buah dan sayur yang dia tanam di lahan belasan hektare miliknya, di Jalan 28 Oktober, Siantan, Pontianak. “Walaupun untungnya kecil, tapi setiap hari saya bisa panen. Kalau satu dua tanaman paling setahun beberapa kali saja panennya. Dulu saya juga pernah bikin monokultur, satu hamparan tanam lidah buya. Tapi pas panen harganya anjlok dan saya rugi,” ungkap dia. (ars)

Per Kilo Capai Rp75.000

Pertanian hortikultura terutama buah-buahan sedang diminati oleh petani di Kalimantan Barat. Salah satu petani yang getol menanam tanaman buah sejak dulu adalah Ng Peng Khiang (69). Saat ini dia sedang mengembangkan tanaman alpukat Australia. Satu jenis alpukat yang berukuran besar, berat dan padat. “Ini berbeda dengan alpukat biasa, karena buahnya jarang. Tetapi ukurannya besar dan padat,” ujarnya kepada Pontianak Post, kemarin.

Betapa tidak, paling kecil, buah siap panen dari jenis ini bisa mencapai 6-7 ons. Bahkan ada yang lebih di atas satu kilogram per buahnya. Selain itu daging yang ada pada uah ini lebih tebal. Menurutnya, harga buah ini di pasaran cukup bagus. Saat ini harga satu kilogram buah alpukat Australia bisa tembus Rp75.000 per kilogram. Namun bila sedang banjir pasokan, harganya bisa turun ke Rp40.000 per kg.

Baca Juga :  Media Gathering, Bentuk Sinergitas PLN Dengan Media

Menurutnya, jumlah produksi dan kualitas rasa dari pohon jambu alpukat tidak hanya berasal dari bibit unggul saja. Melainkan dari perhatian dan perlakuan pemilik tanaman itu. Makanya, dia selalu serius memperlakukan semua jenis tanamannya.  Setidaknya ada puluhan pohon alpukat yang dia tanam dan siap panen dalam sepekan ke depan. Kendati harganya sedang bagus, dia enggan melakukan budidaya tanman monokultur. Pasalnya bertani dengan tanaman hanya satu atau dua jenis cukup berisiko. Walaupun menjanjikan keuntungan besar pula.

Saat ini sekurangnya ada 60 jenis tanaman buah dan sayur yang dia tanam di lahan belasan hektare miliknya, di Jalan 28 Oktober, Siantan, Pontianak. “Walaupun untungnya kecil, tapi setiap hari saya bisa panen. Kalau satu dua tanaman paling setahun beberapa kali saja panennya. Dulu saya juga pernah bikin monokultur, satu hamparan tanam lidah buya. Tapi pas panen harganya anjlok dan saya rugi,” ungkap dia. (ars)

Most Read

Artikel Terbaru

/