alexametrics
33.9 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Telkomsel & Mitratel Merampungkan Pengalihan Kepemilikan 6.050 Menara Telekomunikasi

TELKOMSEL mengumumkan finalisasi pengalihan kepemilikan menara telekomunikasi kepada PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) sebagai tindak lanjut dari Perjanjian Jual Beli Bersyarat (Conditional Sale and Purchase Agreement/CSPA) yang telah disepakati kedua pihak pada Oktober 2020. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari upaya penataan portofolio bisnis yang akan memberikan dampak positif bagi keberlangsungan dan pengembanganportofolio bisnis kedua perusahaan secara jangka panjang.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, Telkomsel memaknai rampungnya aksi korporasi bersama Mitratel sebagai penguat fokus perusahaan selaku leading digital telco company, dalam membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat melalui tiga pilar digital prioritas, yaitu digital connectivity, digital platform, dan digital service.

“Pengalihan kepemilikan menara telekomunikasi ini juga diharapkan mampu mengakselerasikan penataan portofolio Telkom Group, sekaligus memperkuat kolaborasi di dalam Telkom Group secara holistik,” ujarnya.

Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko mengatakan, dengan selesainya proses pengalihan kepemilikan menara ini tentunya memperkuat basis core business perseroan secara signifikan. Hal tersebut mempertegas posisi Mitratel sebagai salah satu provider menara telekomunikasi dengan jangkauan terluas dan terbesar di Indonesia.

Baca Juga :  Soal Gas Elpiji, Agenda Pertama Panggil Pertamina

“Kedepan, kami berharap penguatan portfolio ini dapat menjadi modal utama market expansion dan mendukung akselerasi implementasi jaringan 5G di Indonesia. Aksi korporasi ini juga berkontribusi dalam peningkatan value perseroan, utamanya dalam persiapan kami melakukan unlock tower business,” katanya.

Pengalihan kepemilikan menara telekomunikasi dari Telkomsel ke Mitratel sendiri dilakukan secara bertahap sesuai dengan kesepakatan antara kedua belah pihak. Tahap pertama melibatkan pengalihan 1.911 menara pada Oktober 2020. Kini, tahap finalisasi dilakukan dengan mengalihkan kepemilikan dari 4.139 menara. Sehingga, secara keseluruhan terdapat 6.050 menara telekomunikasi yang secara resmi telah dialihkan Telkomsel ke Mitratel.

Melalui inisiatif tersebut, baik Telkomsel maupun Mitratel dapat semakin fokus terhadap bisnis inti dan strategi korporasinya masing-masing. Selain itu, aksi korporasi ini juga menjadi momentum bagi kedua perusahaan dalam memperkuat pengelolaan aset dan lini bisnis yang mampu menumbuhkan kinerja organisasi yang lebih ideal, produktif, efektif, dan efisien. Dengan begitu, baik Telkomsel dan Mitratel dapat memperkuat nilai tambahnya masing-masing di setiap produk dan layanan yang ditawarkan.

Baca Juga :  Jaringan 3G Akan Dihilangkan, Provider Minta Pelanggan Pindah Kartu 4G

Setyanto menambahkan, pengalihan portofolio antara Telkomsel dengan Mitratel ini dapat dilakukan sesuai jadwal yang telah disepakati sebelumnya, yaitu triwulan pertama 2021. Telkomsel akan memaksimalkan hasil dari aksi korporasi ini untuk memperkuat rencana strategis membangun ekosistem digital yang berkelanjutan di Indonesia.

“Dengan begitu, kami dapat membuka lebih banyak peluang dan kemungkinan bagi masyarakat Indonesia dalam mengakselerasikan gaya hidup digitalnya melalui pemanfaatan berbagai produk dan solusi digital terdepan yang customer-centric dari Telkomsel,” pungkasnya. (mde)

TELKOMSEL mengumumkan finalisasi pengalihan kepemilikan menara telekomunikasi kepada PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) sebagai tindak lanjut dari Perjanjian Jual Beli Bersyarat (Conditional Sale and Purchase Agreement/CSPA) yang telah disepakati kedua pihak pada Oktober 2020. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari upaya penataan portofolio bisnis yang akan memberikan dampak positif bagi keberlangsungan dan pengembanganportofolio bisnis kedua perusahaan secara jangka panjang.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, Telkomsel memaknai rampungnya aksi korporasi bersama Mitratel sebagai penguat fokus perusahaan selaku leading digital telco company, dalam membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat melalui tiga pilar digital prioritas, yaitu digital connectivity, digital platform, dan digital service.

“Pengalihan kepemilikan menara telekomunikasi ini juga diharapkan mampu mengakselerasikan penataan portofolio Telkom Group, sekaligus memperkuat kolaborasi di dalam Telkom Group secara holistik,” ujarnya.

Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko mengatakan, dengan selesainya proses pengalihan kepemilikan menara ini tentunya memperkuat basis core business perseroan secara signifikan. Hal tersebut mempertegas posisi Mitratel sebagai salah satu provider menara telekomunikasi dengan jangkauan terluas dan terbesar di Indonesia.

Baca Juga :  Berakhir di Kaltara, Roadshow Epson Sukses Jelajahi Pulau Kalimantan

“Kedepan, kami berharap penguatan portfolio ini dapat menjadi modal utama market expansion dan mendukung akselerasi implementasi jaringan 5G di Indonesia. Aksi korporasi ini juga berkontribusi dalam peningkatan value perseroan, utamanya dalam persiapan kami melakukan unlock tower business,” katanya.

Pengalihan kepemilikan menara telekomunikasi dari Telkomsel ke Mitratel sendiri dilakukan secara bertahap sesuai dengan kesepakatan antara kedua belah pihak. Tahap pertama melibatkan pengalihan 1.911 menara pada Oktober 2020. Kini, tahap finalisasi dilakukan dengan mengalihkan kepemilikan dari 4.139 menara. Sehingga, secara keseluruhan terdapat 6.050 menara telekomunikasi yang secara resmi telah dialihkan Telkomsel ke Mitratel.

Melalui inisiatif tersebut, baik Telkomsel maupun Mitratel dapat semakin fokus terhadap bisnis inti dan strategi korporasinya masing-masing. Selain itu, aksi korporasi ini juga menjadi momentum bagi kedua perusahaan dalam memperkuat pengelolaan aset dan lini bisnis yang mampu menumbuhkan kinerja organisasi yang lebih ideal, produktif, efektif, dan efisien. Dengan begitu, baik Telkomsel dan Mitratel dapat memperkuat nilai tambahnya masing-masing di setiap produk dan layanan yang ditawarkan.

Baca Juga :  Rantai Distribusi Terpanjang Bawang dan Cabai

Setyanto menambahkan, pengalihan portofolio antara Telkomsel dengan Mitratel ini dapat dilakukan sesuai jadwal yang telah disepakati sebelumnya, yaitu triwulan pertama 2021. Telkomsel akan memaksimalkan hasil dari aksi korporasi ini untuk memperkuat rencana strategis membangun ekosistem digital yang berkelanjutan di Indonesia.

“Dengan begitu, kami dapat membuka lebih banyak peluang dan kemungkinan bagi masyarakat Indonesia dalam mengakselerasikan gaya hidup digitalnya melalui pemanfaatan berbagai produk dan solusi digital terdepan yang customer-centric dari Telkomsel,” pungkasnya. (mde)

Most Read

Bijak dalam Memasuki Ruang Digital

Persempit Area Pencarian Kotak Hitam

Tolak Penangguhan LH

KPU Mutakhirkan 7.356 Data Pemilih

Artikel Terbaru

/