alexametrics
27 C
Pontianak
Friday, August 12, 2022

Benih Bermutu Optimalkan Produktivitas Kebun

PONTIANAK – Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalimantan Barat, Muhammad Munsif mengatakan saat ini telah tersedia benih berkualitas untuk sejumlah komoditas unggulan di provinsi ini. Dengan ketersediaan benih berkualitas tersebut, produktivitas perkebunan seharusnya dapat ditingkatkan.

“Seperti sawit misalnya, sudah ada benih yang pada puncak produksinya bisa mencapai 40 ton TBS per hektare,” ungkapnya saat kegiatan Koordinasi Pengawasan Mutu dan Peredaran Benih Perkebunan dan Sosialisasi Seed Edu Park, Rabu (27/10).

Tak hanya sawit, menurutnya juga sudah ada beragam benih unggul untuk komoditas lainnya, seperti lada, karet, hingga kelapa. Tak hanya bagus dari segi produktivitas yang dihasilkan, benih yang ada juga tahan terhadap penyakit.

Baca Juga :  Pengundian Simpedes Periode Maret-Agustus 2020; Menabung untuk Beli Mobil, Malah Dihadiahi Mobil

Komoditas perkebunan Kalbar diakuinya masih menghadapi masalah berupa produktivitas yang belum optimal. Kondisi ini salah satunya disebabkan oleh benih yang tidak jelas mutu dan kualitasnya.

“Produktivitas sawit di Kalbar belum optimal. Tetapi beberapa perusahaan sawit yang punya manajemen bagus bisa mencapai 30 ton TBS. Namun kebun masyarakat ini yang belum bisa seperti yang dicapai oleh perusahaan,” ucapnya.

Di sisi lain, masalah yang dihadapi adalah belum semua petani dapat mengakses benih unggul yang terjamin mutunya melalui sertifikasi. Karena itulah, melalui Unit Pengawasan dan Sertifikasi Benih (UPSB) Disbunnak Kalbar, pihaknya berusaha agar akses benih unggul bersertifikasi semakin mudah didapatkan oleh masyarakat.

“PR (pekerjaan rumah) kita saat ini adalah menambah jumlah pengawas benih. Saat ini sudah ada delapan, namun satu orang sudah purna. Tetapi terus kita dorong untuk menambah jumlah pengawas,” ujarnya. (sti)

Baca Juga :  Bantu Masyarakat Terdampak Covid 19, Jasa Raharja Beri Paket Sembako

PONTIANAK – Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalimantan Barat, Muhammad Munsif mengatakan saat ini telah tersedia benih berkualitas untuk sejumlah komoditas unggulan di provinsi ini. Dengan ketersediaan benih berkualitas tersebut, produktivitas perkebunan seharusnya dapat ditingkatkan.

“Seperti sawit misalnya, sudah ada benih yang pada puncak produksinya bisa mencapai 40 ton TBS per hektare,” ungkapnya saat kegiatan Koordinasi Pengawasan Mutu dan Peredaran Benih Perkebunan dan Sosialisasi Seed Edu Park, Rabu (27/10).

Tak hanya sawit, menurutnya juga sudah ada beragam benih unggul untuk komoditas lainnya, seperti lada, karet, hingga kelapa. Tak hanya bagus dari segi produktivitas yang dihasilkan, benih yang ada juga tahan terhadap penyakit.

Baca Juga :  Seed Edu Park Layani Edukasi Benih

Komoditas perkebunan Kalbar diakuinya masih menghadapi masalah berupa produktivitas yang belum optimal. Kondisi ini salah satunya disebabkan oleh benih yang tidak jelas mutu dan kualitasnya.

“Produktivitas sawit di Kalbar belum optimal. Tetapi beberapa perusahaan sawit yang punya manajemen bagus bisa mencapai 30 ton TBS. Namun kebun masyarakat ini yang belum bisa seperti yang dicapai oleh perusahaan,” ucapnya.

Di sisi lain, masalah yang dihadapi adalah belum semua petani dapat mengakses benih unggul yang terjamin mutunya melalui sertifikasi. Karena itulah, melalui Unit Pengawasan dan Sertifikasi Benih (UPSB) Disbunnak Kalbar, pihaknya berusaha agar akses benih unggul bersertifikasi semakin mudah didapatkan oleh masyarakat.

“PR (pekerjaan rumah) kita saat ini adalah menambah jumlah pengawas benih. Saat ini sudah ada delapan, namun satu orang sudah purna. Tetapi terus kita dorong untuk menambah jumlah pengawas,” ujarnya. (sti)

Baca Juga :  Permintaan Ekspor Kelapa Melambung

Most Read

Artikel Terbaru

/