31.7 C
Pontianak
Saturday, June 3, 2023

Mengenal Desa Modern Berbasis Digital di Desa BRILiaN Mijen Kudus

KUDUS – Pemandangan lingkungan yang asri dan kaya akan budaya, begitulah kondisi Desa Mijen yang terletak di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Dengan luas wilayah 233 km dan di huni oleh 11.000 jiwa dengan rata-rata penduduknya berprofesi sebagai karyawan swasta, Desa Mijen sangat berpotensi menjadi smart village.

Sumber daya yang dimiliki mendukung untuk pengembangan Desa Mijen sebagai desa yang modern yang melibatkan aspek digitalisasi ke dalam setiap operasional kehidupan masyarakatnya. Mulai dari pelayanan publik, pemenuhan kebutuhan sehari-hari, transaksi perdagangan, transaksi keuangan, dan pendidikan.

Singgih Wahyu Jatmiko (43 tahun), Kepala Desa Mijen mengungkapkan, terpilihnya Desa Mijen sebagai Desa BRILian bermula ketika pihak desa bekerjasama dengan BRI membangun jaringan ekosistem keuangan untuk melayani masyarakat dan para pelaku usaha di Desa Mijen. Bukan hanya memberi solusi keuangan saja, namun BRI turut serta menjadi mitra dalam pembinaan UMKM di Desa Mijen.

“BRI membantu dengan memberikan pinjaman kepada warga desa, sehingga apapun yang dibutuhkan warga untuk pengajuan pinjaman dibantu oleh desa. Dari situlah kemudian pada tahun 2022, BRI menawarkan kami ikut program Desa BRILiaN,” kata Singgih.

Awalnya Singgih tidak paham apa itu program Desa BRILian. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pihak Desa menjalin kemitraan dengan BRI untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Desa Mijen.

Baca Juga :  PTPN XIII Bantu Warga Terdampak Banjir di Bengkayang

BUMDes Mijen terbentuk pada akhir 2020 dengan nama BUMDes Sapto Karyo Manunggal. Pengelolaan BUMDes Mijen ini mengandalkan sumber daya yang ada, termasuk pemberdayaan masyarakat, BUMDes Mijen saat ini sudah memiliki 5unit usaha yaitu unit usaha pengelolaan sampah, unit usaha pengelolaan air bersih, unit usaha pengelolaan pasar desa, unit usaha internet masuk desa serta unit usaha pengelolaan retribusi dan parkir Pasar Mijen.

“Tahun 2023 BUMDes Mijen sudah memiliki 5 unit usaha dan memakai produk-produk dari BRI terkait operasionalnya,” ujarnya.

Selain itu, untuk mempermudah inklusi keuangan maupun permodalan masyarakat Desa Mijen, BUMDes Desa Mijen bersama pemerintah setempat turut menyukseskan program digitalisasi desa. BUMDesSapto Karyo Manunggal memiliki Unit Usaha Pelayanan Keuangan yaitu Agen BRILink serta transaksi menggunakan QRIS BRI diberbagai usaha BUMDes seperti jasa parkir.

BUMDes Mijen juga mengelola dan mengembangkan klaster unggulan yang menjadi kebanggan Desa Mijen diantaranya klaster roti, klaster biji Alpukat dan klaster SAK. BUMDes juga mengembangkan potensi desa lainnya berupa pasar rakyat yang anggotanya pelaku usaha mainan anak-anak.

Berbeda dengan desa lainnya yang mengunggulkan keindahan alam. Justru keunggulan Desa Mijen adalah semua operasional kehidupan masyarakat-nya perlahan beralih melibatkan aspek digitalisasi.

Baca Juga :  Dana Nasabah Raib Rp200 Juta, Komisi 3 Bakal Panggil Perbankan

“Aspek digitalisasi ini sangat berpengaruh karena kita butuh kecepatan dan ketepatan dalam transaksi keuangan, itulah yang kita edukasi ke masyarakat agar mereka lebih terbiasa. Memang warga disini profesinya buruh pabrik, dan kita mengajarkan pentingnya digitalisasi,” ujarnya.

Pada program Desa BRILiaN ini, Desa Mijen mendapatkan bantuan sarana dan prasarana yang dimanfaatkan untuk program internet desa.

“Kita punya server sendiri, kita berikan internet murah. Desa juga butuh pendapatan. Sekarang belum siap internetnya, tapi sudah ada 100 client mengantri. Kita lagi pasang jaringan dulu,” imbuhnya.

Berkat bantuan tersebut, warga Desa Mijen sangat bangga bisa terpilih sebagai Desa BRILiaN.

“Kita gak nyangka, bisa terpilih sebagai finalis Desa Brilian. Keunggulan desa kita tidak hanya melulu soal wisata, tapi mendorong peningkatan sumber daya manusianya,” pungkasnya.

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menambahkan, desa-desa yang tergabung dalam program Desa BRIlian diharapkan menjadi sumber inspirasi kemajuan desa yang dapat direplikasi ke desa-desa lainnya.

“Desa Mijen dapat menjadi percontohan dan insiprasi bagi desa-desa lainnya di Indonesia. Semoga Desa Mijen semakin maju dan program-program yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*/r)

KUDUS – Pemandangan lingkungan yang asri dan kaya akan budaya, begitulah kondisi Desa Mijen yang terletak di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Dengan luas wilayah 233 km dan di huni oleh 11.000 jiwa dengan rata-rata penduduknya berprofesi sebagai karyawan swasta, Desa Mijen sangat berpotensi menjadi smart village.

Sumber daya yang dimiliki mendukung untuk pengembangan Desa Mijen sebagai desa yang modern yang melibatkan aspek digitalisasi ke dalam setiap operasional kehidupan masyarakatnya. Mulai dari pelayanan publik, pemenuhan kebutuhan sehari-hari, transaksi perdagangan, transaksi keuangan, dan pendidikan.

Singgih Wahyu Jatmiko (43 tahun), Kepala Desa Mijen mengungkapkan, terpilihnya Desa Mijen sebagai Desa BRILian bermula ketika pihak desa bekerjasama dengan BRI membangun jaringan ekosistem keuangan untuk melayani masyarakat dan para pelaku usaha di Desa Mijen. Bukan hanya memberi solusi keuangan saja, namun BRI turut serta menjadi mitra dalam pembinaan UMKM di Desa Mijen.

“BRI membantu dengan memberikan pinjaman kepada warga desa, sehingga apapun yang dibutuhkan warga untuk pengajuan pinjaman dibantu oleh desa. Dari situlah kemudian pada tahun 2022, BRI menawarkan kami ikut program Desa BRILiaN,” kata Singgih.

Awalnya Singgih tidak paham apa itu program Desa BRILian. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pihak Desa menjalin kemitraan dengan BRI untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Desa Mijen.

Baca Juga :  Harga Minyak Goreng di Kalbar masih Stabil

BUMDes Mijen terbentuk pada akhir 2020 dengan nama BUMDes Sapto Karyo Manunggal. Pengelolaan BUMDes Mijen ini mengandalkan sumber daya yang ada, termasuk pemberdayaan masyarakat, BUMDes Mijen saat ini sudah memiliki 5unit usaha yaitu unit usaha pengelolaan sampah, unit usaha pengelolaan air bersih, unit usaha pengelolaan pasar desa, unit usaha internet masuk desa serta unit usaha pengelolaan retribusi dan parkir Pasar Mijen.

“Tahun 2023 BUMDes Mijen sudah memiliki 5 unit usaha dan memakai produk-produk dari BRI terkait operasionalnya,” ujarnya.

Selain itu, untuk mempermudah inklusi keuangan maupun permodalan masyarakat Desa Mijen, BUMDes Desa Mijen bersama pemerintah setempat turut menyukseskan program digitalisasi desa. BUMDesSapto Karyo Manunggal memiliki Unit Usaha Pelayanan Keuangan yaitu Agen BRILink serta transaksi menggunakan QRIS BRI diberbagai usaha BUMDes seperti jasa parkir.

BUMDes Mijen juga mengelola dan mengembangkan klaster unggulan yang menjadi kebanggan Desa Mijen diantaranya klaster roti, klaster biji Alpukat dan klaster SAK. BUMDes juga mengembangkan potensi desa lainnya berupa pasar rakyat yang anggotanya pelaku usaha mainan anak-anak.

Berbeda dengan desa lainnya yang mengunggulkan keindahan alam. Justru keunggulan Desa Mijen adalah semua operasional kehidupan masyarakat-nya perlahan beralih melibatkan aspek digitalisasi.

Baca Juga :  Dana Nasabah Raib Rp200 Juta, Komisi 3 Bakal Panggil Perbankan

“Aspek digitalisasi ini sangat berpengaruh karena kita butuh kecepatan dan ketepatan dalam transaksi keuangan, itulah yang kita edukasi ke masyarakat agar mereka lebih terbiasa. Memang warga disini profesinya buruh pabrik, dan kita mengajarkan pentingnya digitalisasi,” ujarnya.

Pada program Desa BRILiaN ini, Desa Mijen mendapatkan bantuan sarana dan prasarana yang dimanfaatkan untuk program internet desa.

“Kita punya server sendiri, kita berikan internet murah. Desa juga butuh pendapatan. Sekarang belum siap internetnya, tapi sudah ada 100 client mengantri. Kita lagi pasang jaringan dulu,” imbuhnya.

Berkat bantuan tersebut, warga Desa Mijen sangat bangga bisa terpilih sebagai Desa BRILiaN.

“Kita gak nyangka, bisa terpilih sebagai finalis Desa Brilian. Keunggulan desa kita tidak hanya melulu soal wisata, tapi mendorong peningkatan sumber daya manusianya,” pungkasnya.

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menambahkan, desa-desa yang tergabung dalam program Desa BRIlian diharapkan menjadi sumber inspirasi kemajuan desa yang dapat direplikasi ke desa-desa lainnya.

“Desa Mijen dapat menjadi percontohan dan insiprasi bagi desa-desa lainnya di Indonesia. Semoga Desa Mijen semakin maju dan program-program yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*/r)

Most Read

Artikel Terbaru