alexametrics
30 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

Minamas dan Untan Kolaborasi Bangun Desa Mandiri Cegah Api

PONTIANAK – PT Minamas Plantation berupaya mengatasi kebakaran lahan lahan melalui program Desa Mandiri Cegah Api (DMCA) di Kalimantan Barat. Menggandeng Universitas Tanjungpura (Untan), program ini diharapkan dapat berjalan secara maksimalkan, dalam rangka mewujudkan tatanan perilaku masyarakat yang ramah lingkungan menuju kemandirian ekonomi.
CEO Minamas Plantation, Shamsuddin Muhammad mengatakan, pihaknya telah menerapkan Zero Burning Policy secara ketat di seluruh area operasional untuk mencegah terjadinya kebakaran khususnya pada saat musim kering. Di bidang pencegahan, pihaknya membangun inisiatif berbasis masyarakat, seperti pembentukan program DMCA, yang mana, di Kalimantan Barat pihaknya menggandeng Untan.
“Tahun ini bekerja sama Universitas Tanjungpura, yang dilkasanakan pada lima desa yang akan mendapatkan pendampingan,” kata dia saat seminar virtual bertajuk ‘Pencegahan Kebakaran Berbasis Masyarakat Ditengah COVID-19, Persiapan Kalimantan Barat DalamMenghadapi Musim Kemarau 2020’, Selasa (30/6).
Untuk menyukseskan program pada lima desa tersebut, pihaknya juga bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat, tokoh masyarakat, aparat, serta masyarakat. Program ini dijalankan dalam rangka mewujudkan sebuah tatanan membangun perubahan perilaku masyarakat dengan membuka lahan tanpa membakar melalui tata kelola lahan, perubahan perilaku bertani, peningkatan keekonomian masyarakat menuju kemandirian.
“Saya sangat mengapresiasi kerjasama antara Minamas Plantation dan Universitas Tanjungpura dalam upayanya membantu kami mempersiapkan diri menghadapi bahaya karhutla melalui program DMCA ditengah pandemi. Kami berharap dengan disusunnya pedoman ini, kesiapan setiap pihak dalam pencegahan karhutla menjadi
lebih optimal, terlebih lagi di kondisi pandemi yang banyak keterbatasan saat ini,” kata dia.
Menurutnya, Minamas Plantation juga memiliki program pendekatan masyarakat melalui program DMCA tersebut yang dibentuk sejak tahun 2014. Program ini dilaksanakan di setiap desa-desa sekitar operasional perusahaan, yang hingga kini sudah mencapai 29 desa yang tersebar di lima provinsi di Indonesia.
Rektor Universitas Tanjungpura, Garuda Wiko mengatakan, kolaborasi dalam membangun DMCA dilakukan melalui beberapa program, mulai dari pendampingan, pelatihan, dan penanganan lahan yang melibatkan peneliti dan mahasiswa. Pihaknya memberikan perhatian agar jangan terjadi kebakaran lahan dengan melakukan berbagai upaya pencegahan.
“Melalui program ini diharapkan terwujud desa mandiri cegah api yang ramah lingkungan, memiliki reorientasi nilai yang mengubah pola pikir dalam bertani, memperkuat konsep pencegahan dengan pendekatan kesejahteraan,” jelas dia.
Melalui program ini pula, tambah dia diharapakan dapat memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat yang berdekatan dengan area kegiatan usaha. Dengan begitu, secara tidak langsung, upaya ini juga dapat mendukung program Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam mewujudkan desa mandiri.
Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan mengapresiasi inisiatif program yang telah dilakukan Minamas Plantation. Dengan sistem yang baru ini, pencegahan Karhutla tidak lagi dilakukan sendiri-sendiri melainkan harus dikerjakan bersama-sama dengan keterlibatan semua pihak sehingga bisa optimal. (sti)
Baca Juga :  Pemkab Kubu Raya Rangkul Untan
PONTIANAK – PT Minamas Plantation berupaya mengatasi kebakaran lahan lahan melalui program Desa Mandiri Cegah Api (DMCA) di Kalimantan Barat. Menggandeng Universitas Tanjungpura (Untan), program ini diharapkan dapat berjalan secara maksimalkan, dalam rangka mewujudkan tatanan perilaku masyarakat yang ramah lingkungan menuju kemandirian ekonomi.
CEO Minamas Plantation, Shamsuddin Muhammad mengatakan, pihaknya telah menerapkan Zero Burning Policy secara ketat di seluruh area operasional untuk mencegah terjadinya kebakaran khususnya pada saat musim kering. Di bidang pencegahan, pihaknya membangun inisiatif berbasis masyarakat, seperti pembentukan program DMCA, yang mana, di Kalimantan Barat pihaknya menggandeng Untan.
“Tahun ini bekerja sama Universitas Tanjungpura, yang dilkasanakan pada lima desa yang akan mendapatkan pendampingan,” kata dia saat seminar virtual bertajuk ‘Pencegahan Kebakaran Berbasis Masyarakat Ditengah COVID-19, Persiapan Kalimantan Barat DalamMenghadapi Musim Kemarau 2020’, Selasa (30/6).
Untuk menyukseskan program pada lima desa tersebut, pihaknya juga bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat, tokoh masyarakat, aparat, serta masyarakat. Program ini dijalankan dalam rangka mewujudkan sebuah tatanan membangun perubahan perilaku masyarakat dengan membuka lahan tanpa membakar melalui tata kelola lahan, perubahan perilaku bertani, peningkatan keekonomian masyarakat menuju kemandirian.
“Saya sangat mengapresiasi kerjasama antara Minamas Plantation dan Universitas Tanjungpura dalam upayanya membantu kami mempersiapkan diri menghadapi bahaya karhutla melalui program DMCA ditengah pandemi. Kami berharap dengan disusunnya pedoman ini, kesiapan setiap pihak dalam pencegahan karhutla menjadi
lebih optimal, terlebih lagi di kondisi pandemi yang banyak keterbatasan saat ini,” kata dia.
Menurutnya, Minamas Plantation juga memiliki program pendekatan masyarakat melalui program DMCA tersebut yang dibentuk sejak tahun 2014. Program ini dilaksanakan di setiap desa-desa sekitar operasional perusahaan, yang hingga kini sudah mencapai 29 desa yang tersebar di lima provinsi di Indonesia.
Rektor Universitas Tanjungpura, Garuda Wiko mengatakan, kolaborasi dalam membangun DMCA dilakukan melalui beberapa program, mulai dari pendampingan, pelatihan, dan penanganan lahan yang melibatkan peneliti dan mahasiswa. Pihaknya memberikan perhatian agar jangan terjadi kebakaran lahan dengan melakukan berbagai upaya pencegahan.
“Melalui program ini diharapkan terwujud desa mandiri cegah api yang ramah lingkungan, memiliki reorientasi nilai yang mengubah pola pikir dalam bertani, memperkuat konsep pencegahan dengan pendekatan kesejahteraan,” jelas dia.
Melalui program ini pula, tambah dia diharapakan dapat memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat yang berdekatan dengan area kegiatan usaha. Dengan begitu, secara tidak langsung, upaya ini juga dapat mendukung program Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam mewujudkan desa mandiri.
Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan mengapresiasi inisiatif program yang telah dilakukan Minamas Plantation. Dengan sistem yang baru ini, pencegahan Karhutla tidak lagi dilakukan sendiri-sendiri melainkan harus dikerjakan bersama-sama dengan keterlibatan semua pihak sehingga bisa optimal. (sti)
Baca Juga :  Wardah Gelar Bright Day Roadshow di Untan

Most Read

Artikel Terbaru

/