alexametrics
32 C
Pontianak
Monday, May 23, 2022

Laba BSI Kalbar Tumbuh

PONTIANAK – Kinerja keuangan Bank Syariah Indonesia (BSI) di Kalimantan Barat (Kalbar) menunjukkan tren yang positif. Di tengah pandemi Covid-19, bank yang lahir dari merger tiga bank syariah milik negara ini, justru mampu mencatatkan kenaikan laba yang cukup tinggi.

“Bank Syariah Indonesia tidak ada penurunan kinerja. Justru sampai kondisi Juni 2021, laba BSI hampir Rp2 triliun,” ungkap Area Manager BSI PontianakTotok Sudiarto, Kamis (29/7).

Totok mengatakan, di Kalbar terdapat 20 outlet dengan aset sebesar Rp4,1 triliun dengan laba sekitar Rp75 Miliar. Nilai aset BSI di Kalbar, bahkan tercatat menjadi yang tertinggi kelima seluruh Indonesia. Jumlah ini menurutnya juga mengalami kenaikan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Tahun lalu kita setengah tahun cuma sekitar Rp30-40 Miliar labanya. Tapi tahun ini laba kami sudah mencapai Rp75 Miliar,” sebutnya.

Baca Juga :  Kreatif-Inovatif dengan Teknologi Digital

Kenaikan laba pada tahun ini, seiring dengan meningkatnya pembiayaan masyarakat. Walaupun naik, namun kinerja dari segi rasio Non Performing Financing (NPF) masih sehat dan terjaga di bawah ambang batas.

“NPF-nya masih dalam ukuran yang normal, tidak drop seperti yang lainnya. NPF kita hanya satu koma. Aset kita bagus, sehingga yang menjadi nasabah BSI bagi hasilnya juga akan bagus,” tuturnya.

Terkait proses merger, pihaknya memastikan sejauh ini berjalan dengan mulus tanpa kendala, sehingga nasabah yang sebelumnya memiliki rekening Bank Mandiri Syariah, BNI Syariah (BNIS), atau BRI Syariah (BRIS), tidak perlu khawatir.

“Nasabah tidak perlu sulit untuk harus mengganti buku. Sudah kita migrasikan langsung secara otomatis. Mau datang sampai akhir tahun juga tidak masalah karena buku tabungan nasabah akan langsung di-update ke yang baru,” katanya.

Baca Juga :  PLN Raih Penghargaan Pendidikan Vokasi dari Kemendikbud

Totok menyebut, proses migrasi sudah sekitar 70-80 persen. Namun dalam proses migrasi itu, dirinya memastikan tidak mengganggu pelayanan perbankan bagi para nasabah. Buku tabungan dan ATM misalnya, masih dapat dipergunakan meski belum diganti dengan yang baru dari BSI.

“Kalau saat ini menggunakan ATM BRIS atau BNIS, masih bisa digunakan sampai dengan akhir tahun 2021. Jadi aman sebenarnya,” ucap dia.

Namun untuk mobile banking, tambahnya, nasabah yang sebelumnya memiliki rekening di BNIS dan BRIS, memang perlu mengurusnya ke kantor BSI. “Begitu nasabah (BNIS dan BRIS) datang ke BSI, ganti buku dan ATM, bisa sekalian ganti mobile banking,” pungkasnya. (sti)

PONTIANAK – Kinerja keuangan Bank Syariah Indonesia (BSI) di Kalimantan Barat (Kalbar) menunjukkan tren yang positif. Di tengah pandemi Covid-19, bank yang lahir dari merger tiga bank syariah milik negara ini, justru mampu mencatatkan kenaikan laba yang cukup tinggi.

“Bank Syariah Indonesia tidak ada penurunan kinerja. Justru sampai kondisi Juni 2021, laba BSI hampir Rp2 triliun,” ungkap Area Manager BSI PontianakTotok Sudiarto, Kamis (29/7).

Totok mengatakan, di Kalbar terdapat 20 outlet dengan aset sebesar Rp4,1 triliun dengan laba sekitar Rp75 Miliar. Nilai aset BSI di Kalbar, bahkan tercatat menjadi yang tertinggi kelima seluruh Indonesia. Jumlah ini menurutnya juga mengalami kenaikan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Tahun lalu kita setengah tahun cuma sekitar Rp30-40 Miliar labanya. Tapi tahun ini laba kami sudah mencapai Rp75 Miliar,” sebutnya.

Baca Juga :  Tunggu Pasokan Gula Pasir

Kenaikan laba pada tahun ini, seiring dengan meningkatnya pembiayaan masyarakat. Walaupun naik, namun kinerja dari segi rasio Non Performing Financing (NPF) masih sehat dan terjaga di bawah ambang batas.

“NPF-nya masih dalam ukuran yang normal, tidak drop seperti yang lainnya. NPF kita hanya satu koma. Aset kita bagus, sehingga yang menjadi nasabah BSI bagi hasilnya juga akan bagus,” tuturnya.

Terkait proses merger, pihaknya memastikan sejauh ini berjalan dengan mulus tanpa kendala, sehingga nasabah yang sebelumnya memiliki rekening Bank Mandiri Syariah, BNI Syariah (BNIS), atau BRI Syariah (BRIS), tidak perlu khawatir.

“Nasabah tidak perlu sulit untuk harus mengganti buku. Sudah kita migrasikan langsung secara otomatis. Mau datang sampai akhir tahun juga tidak masalah karena buku tabungan nasabah akan langsung di-update ke yang baru,” katanya.

Baca Juga :  Melalui Jaringan SWIFT MT101, BRI Perkuat Layanan Global Banking Solution

Totok menyebut, proses migrasi sudah sekitar 70-80 persen. Namun dalam proses migrasi itu, dirinya memastikan tidak mengganggu pelayanan perbankan bagi para nasabah. Buku tabungan dan ATM misalnya, masih dapat dipergunakan meski belum diganti dengan yang baru dari BSI.

“Kalau saat ini menggunakan ATM BRIS atau BNIS, masih bisa digunakan sampai dengan akhir tahun 2021. Jadi aman sebenarnya,” ucap dia.

Namun untuk mobile banking, tambahnya, nasabah yang sebelumnya memiliki rekening di BNIS dan BRIS, memang perlu mengurusnya ke kantor BSI. “Begitu nasabah (BNIS dan BRIS) datang ke BSI, ganti buku dan ATM, bisa sekalian ganti mobile banking,” pungkasnya. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/