alexametrics
31.7 C
Pontianak
Wednesday, May 18, 2022

Januari – Mei Kalbar Surplus Beras

PONTIANAK – Ketersediaan beras di Kalbar hingga beberapa waktu mendatang masih cukup. Bahkan berpotensi surplus hingga Idulfitri yang akan datang. Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Kalbar, Florentinus Anum memperkirakan ketersediaan beras di Kalbar pada Januari hingga Mei 2020 mendatang surplus.

“Masyarakat tidak perlu khawatir bahwa dari sisi produksi ketersediaan stok kita hingga Idulfitri 2020 atau Mei nanti surplus mencapai 112.544 ton. Saat wabah covid-19 ini, beras kita aman sehingga jangan panik,” ungkap dia, Senin (30/3).

Dia merinci, perkiraan beras surplus tersebut bersumber dari stok beras Kalbar hingga 2019 lalu dan ditambah panen dari Januari-Mei 2020. Dia bilang, stok beras di Kalbar sampai dengan 31 Desember 2019 sebanyak 38.092 ton, sementara perkiraan panen padi periode Januari-Mei 2020 akan mampu menghasilkan beras sebanyak 280.512 ton.

Baca Juga :  Terus Dorong Geliat UMKM, BRI Gelar Bazaar Klaster Mantriku

Produksi beras sebesar 280.512 yang dihasilkan itu, berasal dari panen padi periode Januari-Mei 2020 seluas 164.591 hektare dan produksi gabah sebanyak 470.258 ton gabah kering giling. Sehingga secara komulatif, stok beras sampai dengan Mei 2020 sebanyak 318.604 ton.

Sementara itu, jumlah penduduk di Kalbar berdasarkan rilis Kalbar dalam angka yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar, adalah sebanyak 5.069.127 jiwa dengan konsumsi beras berdasarkan Bahan Pokok BPS Tahun 2017 sebanyak 97,61 Kg/kapita/tahun atau sebanyak 8,13 Kg/kapita/bulan. “Kebutuhan beras di Kalbar pada periode Bulan Januari-Mei 2020 di Kalbar diperkirakan sebanyak 206.060 ton. Sehingga sampai dengan Mei 2020 Kalbar masih diperkirakan surplus beras sebanyak 112.544 ton,” jelas dia.

Lebih jauh dia menjelaskan, dari perhitungan yang ada, dapat dipastikan bahwa menghadapi Idulfitri 2020 mendatang, stok beras di Kalbar dalam kategori aman. Belum lagi kelebihan beras di Kalbar terdapat di petani dalam bentuk gabah kering simpan. Mengingat kebiasaan petani menyimpan stok gabah untuk ketahanan pangan keluarga. “Pada saat diperlukan untuk konsumsi atau keperluan yang penting maka petani baru menjual maupun menggiling gabah menjadi beras,” jelas dia.

Baca Juga :  Triwulan-III Ekonomi Diprediksi Membaik

Dia menambahkan, secara matematis, Kalbar mengalami surplus beras, akan tetapi terdapat 6 wilayah dari 14 kabupaten di Kalbar yang masih minus beras. Wilayah tersebut di antaranya Kabupaten Bengkayang, Sintang, Kapuas Hulu, Melawi, Kota Singkawang dan Kota Pontianak. “Apabila pola distribusi di Kalbar dapat diatur, maka wilayah yang surplus beras tersebut dapat menopang wilayah yang kekurangan beras,” pungkas dia. (sti)

PONTIANAK – Ketersediaan beras di Kalbar hingga beberapa waktu mendatang masih cukup. Bahkan berpotensi surplus hingga Idulfitri yang akan datang. Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Kalbar, Florentinus Anum memperkirakan ketersediaan beras di Kalbar pada Januari hingga Mei 2020 mendatang surplus.

“Masyarakat tidak perlu khawatir bahwa dari sisi produksi ketersediaan stok kita hingga Idulfitri 2020 atau Mei nanti surplus mencapai 112.544 ton. Saat wabah covid-19 ini, beras kita aman sehingga jangan panik,” ungkap dia, Senin (30/3).

Dia merinci, perkiraan beras surplus tersebut bersumber dari stok beras Kalbar hingga 2019 lalu dan ditambah panen dari Januari-Mei 2020. Dia bilang, stok beras di Kalbar sampai dengan 31 Desember 2019 sebanyak 38.092 ton, sementara perkiraan panen padi periode Januari-Mei 2020 akan mampu menghasilkan beras sebanyak 280.512 ton.

Baca Juga :  Dinas Ketahanan Pangan Luncurkan Promo Merdeka Gratis Ongkir

Produksi beras sebesar 280.512 yang dihasilkan itu, berasal dari panen padi periode Januari-Mei 2020 seluas 164.591 hektare dan produksi gabah sebanyak 470.258 ton gabah kering giling. Sehingga secara komulatif, stok beras sampai dengan Mei 2020 sebanyak 318.604 ton.

Sementara itu, jumlah penduduk di Kalbar berdasarkan rilis Kalbar dalam angka yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar, adalah sebanyak 5.069.127 jiwa dengan konsumsi beras berdasarkan Bahan Pokok BPS Tahun 2017 sebanyak 97,61 Kg/kapita/tahun atau sebanyak 8,13 Kg/kapita/bulan. “Kebutuhan beras di Kalbar pada periode Bulan Januari-Mei 2020 di Kalbar diperkirakan sebanyak 206.060 ton. Sehingga sampai dengan Mei 2020 Kalbar masih diperkirakan surplus beras sebanyak 112.544 ton,” jelas dia.

Lebih jauh dia menjelaskan, dari perhitungan yang ada, dapat dipastikan bahwa menghadapi Idulfitri 2020 mendatang, stok beras di Kalbar dalam kategori aman. Belum lagi kelebihan beras di Kalbar terdapat di petani dalam bentuk gabah kering simpan. Mengingat kebiasaan petani menyimpan stok gabah untuk ketahanan pangan keluarga. “Pada saat diperlukan untuk konsumsi atau keperluan yang penting maka petani baru menjual maupun menggiling gabah menjadi beras,” jelas dia.

Baca Juga :  Safari Ramadan Diganti Bantuan Beras

Dia menambahkan, secara matematis, Kalbar mengalami surplus beras, akan tetapi terdapat 6 wilayah dari 14 kabupaten di Kalbar yang masih minus beras. Wilayah tersebut di antaranya Kabupaten Bengkayang, Sintang, Kapuas Hulu, Melawi, Kota Singkawang dan Kota Pontianak. “Apabila pola distribusi di Kalbar dapat diatur, maka wilayah yang surplus beras tersebut dapat menopang wilayah yang kekurangan beras,” pungkas dia. (sti)

Most Read

KAMMI Kalbar Kawal Isu Prostitusi Anak

Jawaban Sarrismo

Artikel Terbaru

/