"Sejauh ini pabrik karet kita dari anggota Gapki Kalbar tidak ada yang tutup pabrik karet. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir," ujarnya, Kamis (9/8).
Dia menyebutkan dampak COVID-19 sendiri jelasnya tentu ada namun tidak sampai tutup pabrik pengolahannya.
Terkait harga karet menurutnya karena saat ini permintaan turun maka juga berpengaruh dengan harga di tengah masyarakat.
"Harga karet di awal tahun di pasar internasional sekitar 1,4 dolar AS per kilogram. Namun beberapa hari ini harga karet hanya di kisaran 1,06 dolar AS per kilogram. Harga turun dampak permintaan dari luar turun dampak COVID-19," katanya.
Sementara itu, terkait isu pabrik karet ditutup, Kepala Dinas Perkebunan Kalbar, Heronimus Hero mengatakan bahwa isu yang ada tidak benar. Menurutnya isu tersebut sepertinya potensial dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggungjawab untuk mencari keuntungan melalui penurunan harga pembelian karet di tingkat petani.(ars) Editor : Salman Busrah