Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kisah Mami Ayu Olah Sorgum jadi Makanan hingga Kerajinan

Siti • Kamis, 15 Desember 2022 | 15:00 WIB
Mami Ayu memperlihatkan kerajinan berbahan dasar limbah sorgum. SITI/PONTIANAK POST
Mami Ayu memperlihatkan kerajinan berbahan dasar limbah sorgum. SITI/PONTIANAK POST

Sorgum merupakan jenis biji-bijian dikenal memiliki manfaat kesehatan, bahkan bisa jadi pengganti nasi. Tanaman ini bisa diolah menjadi beras, tepung, popping, dan lain sebagianya. Limbahnya bisa jadi pakan ternak, bahkan kerajinan tangan yang unik.


oleh : Siti Sulbiyah


Hiasan dinding dan buket bunga berbahan dasar limbah sorgum menjadi salah satu produk kerajinan yang dipamerkan di salah satu stan Pameran UMKM yang digelar oleh Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Kota Pontianak, di Gedung PCC Pontianak awal Desember lalu. Tak hanya kerajinan, di stan yang sama terdapat aneka produk olahan sorgum, seperti beras, tepung, popping, hingga kopi.


Produk tersebut dipamerkan oleh Wahyu Widayati, seorang pelaku usaha UMKM di Kota Pontianak. “Kerajinan ini saya buat dari bongkahan limbah tanaman sorgum,” ucap wanita yang kerap disapa Mami Ayu itu.


Ketertarikannya pada tanaman sorgum lantaran umur tanaman yang relatif pendek yakni tiga bulan dan cocok ditanam di lahan kering. Mami Ayu yang membina UMKM di perbatasan, Entikong itu menyarankan petani di sana untuk menanam sorgum. Petani di sana setuju dan proses panen dimulai Juli 2021 yang lalu.


“Awal Oktober sudah panen. Ternyata hasilnya lumayan dan biaya operasional tidak besar,” katanya.


Mami Ayu mencoba mendalami apa saja produk olahan yang bisa dibuat dari sorgum. Hingga pada awal Juni 2022, para petani mitranya kembali menanam sorgum di tiga wilayah, yakni Sungai Pinyuh, Entikong, dan Bengkayang.


Mami Ayu yang merupakan Ketua Koperasi Konsumen Batas Negeri Indonesia (Bageri) ini menjual aneka produk berbahan dasar sorgum. Menurutnya, sorgum sama manfaatnya seperti gandum, beras, dan jagung. Sorgum diolahnya menjadi beragam produk, mulai dari beras, tepung, popping, bahkan jadi bahan tambahan pada kopi bubuk. Sementara limbahnya, diolah menjadi kerajinan tangan unik.


“Sorgum ini jelas, hilir hulunya ada,” ucapnya.




Photo
Photo
Produk olahan sorgum

Mami Ayu menilai hampir semua bagian sorgum memiliki manfaat. Dari hasil obrolannya dengan petani, perawatan tanaman ini tidak begitu sulit bila dibandingkan dengan jagung. Sorgum akan tetap berbuah meskipun tidak mendapatkan perawatan. Berbeda dengan jagung yang bila tidak dirawat akan sulit berbuah.


“Sorgum juga satu kali tanam bisa tiga kali panen. Kalau tanaman lain satu kali tanam hanya satu kali panen,” imbuhnya.


Sorgum terlebih dahulu diolah menjadi gabah kering. Kemudian disosoh hingga menjadi beras. Gabah yang telah disosoh juga menghasilkan limbah berupa kulit gabah yang bisa diolah menjadi pakan ternak.


Selain beras, olahan sorgum selanjutnya adalah tepung. Sama seperti tepung pada umumnya, tepung sorgum juga menjadi bahan untuk membuat aneka makanan. “Ada juga kami buat kopi yang dicampurkan dengan sorgum,” ucapnya.


Mami Ayu mengatakan bahwa ia mendapat pasokan sorgum dalam bentuk gabah kering. Di Pontianak, gabah kering tersebut bari diolah dengan alat khusus sehingga menghasilkan beras tepung, dan produk lainnya.


Dia pun berkeinginan untuk mengembangkan aneka produk dari sorgum ini. Ia yakin masih banyak produk olahan sorgum yang bisa ia hasilkan.


“Saya berharap petani kita bisa mencoba menanam sorgum. Saya yakin pasarnya luas, tidak hanya dalam bentuk beras tapi juga tepungnya,” ujarnya.


Jadi Kerajinan Menarik


Mengolah biji sorgum untuk menjadi produk turunannya kerap menyisakan limbah yang bisa dijadikan sebagai pakan ternak. Namun, di tangan kreatif Mami Ayu, limbah sorgum disulap menjadi kerajinan tangan yang unik.


“Saat petani panen sorgum, saya minta agar limbahnya disimpan,” ujarnya.


Limbah sorgum itu lantas ia bawa ke Pontianak. Ia konsultasikan ke perajin hiasan bunga guna mengetahui apakah bongkahan sorgum ini bisa dikreasikan menjadi kerajinan menarik. Ternyata bisa dan hasilnya bagus. Limbah sorgum dikreasikan menjadi hiasan dinding dan buket bunga.


Limbah sorgum menurutnya memiliki warna alami yang estetik. Selain itu juga memiliki ketahanan yang cukup baik. Terbukti, limbah hasil panen pertama yang ia simpan mampu bertahan hingga satu tahun lamanya.


Produk kerajinan limbah sorgum ini telah dipamerkan ke berbagai even pameran lokal. Pada Oktober-November 2022 yang lalu, di Kota Pontianak memang sedang banyak digelar berbagai perhelatan, baik skala lokal maupun internasional. Momen tersebut menjadi waktu yang tepat baginya untuk memperkenalkan produk-produk dari tanaman biji-bijian tersebut termasuk kerajinan yang dihasilkan.


Mami Ayu tidak bekerja sendiri dalam membuat kerajinan tersebut. Ia memberdayakan dua orang yang pandai dalam membuat hiasan bunga. “Sebenarnya inspirasi untuk membuat kerajinan itu dadakan. Melihat bagus, jadi terpikir untuk membuatnya jadi kerajinan,” tuturnya.


Sejauh ini, kerajinan limbah sorgum telah mendapatkan antusias yang cukup tinggi. Harga kerajinan yang ia jual ini mulai dari Rp35.000-250.000. Ke depan, kerajinan ini terus ia kembangkan menjadi produk yang semakin kreatif. Misalnya, dengan memberikan warna baik itu pada bagian tangkai maupun untaiannya. (sti)

Editor : Siti
#Limbah Sorgum #Sorgum #Mami Ayu