PONTIANAK POST – Rumah BUMN Palangka Raya bersama Pasar Digital (PaDI) UMKM meluncurkan PaDI Akademi Pertamina pertama di Indonesia, Selasa (9/9). Program ini diharapkan dapat mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas serta masuk ke ekosistem rantai pasok nasional hingga global.
PaDI Akademi Pertamina dirancang sebagai program berjenjang. Peserta mengikuti pelatihan online, dilanjutkan kelas tatap muka (offline), hingga tahap business matching dengan pembeli besar serta onboarding ke marketplace PaDI UMKM. Melalui skema tersebut, pelaku usaha diproyeksikan tidak hanya siap secara produk, tetapi juga mampu bersaing di pasar modern.
Hampir 200 UMKM terdaftar dalam kelas online. Dari jumlah itu, dipilih 50 UMKM terbaik untuk mengikuti pelatihan tatap muka, terdiri atas 30 UMKM di Palangka Raya dan 20 UMKM di Pontianak.
Pelatihan akan digelar pada 11 September mendatang. Para peserta akan mendapatkan materi seputar kurasi produk, penguatan branding, pemasaran digital, legalitas, serta strategi bisnis berkelanjutan.
CEO Rumah BUMN Palangka Raya, Yanto Karnosaputra menegaskan bahwa program ini menjadi tonggak baru lahirnya UMKM yang siap masuk pasar rantai pasok.
“PaDI Akademi Pertamina memastikan UMKM tidak hanya datang sebagai peserta, tetapi pulang sebagai pemain pasar yang siap masuk ke ekosistem PaDI UMKM,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari PT Pertamina (Persero). Hadir secara daring, Ridwan Eka Riyanto, Vice President Procurement Policy & Development Pertamina, menyampaikan komitmen perusahaan menghadirkan UMKM yang kompetitif dan kredibel.
“Penguatan rantai pasok nasional harus dimulai dari UMKM yang berdaya saing. PaDI Akademi menjadi bukti bahwa pembinaan sistematis bisa menjadikan UMKM tulang punggung ekonomi bangsa,” katanya.
Dewi Sri Utami, Manager SMEPP Pertamina, menambahkan, program ini bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan. Fokusnya pada pemberdayaan ekonomi, penciptaan nilai bersama, serta dampak sosial yang terukur.
Sementara itu, Bayu Surya Adi Saputra, VP Commercial PaDI UMKM, menilai program perdana ini merupakan pintu masuk UMKM untuk terkoneksi dengan pasar BUMN dan membuka peluang menuju pasar global.
Peluncuran PaDI Akademi Pertamina di Palangka Raya turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan BPOM, OJK, BNI, BTN, TP PKK Kota Palangka Raya, serta Dekranasda Kota Palangka Raya.
Dengan kurikulum yang menekankan peningkatan mutu produk, literasi keuangan, transformasi digital, hingga simulasi strategi bisnis, PaDI Akademi Pertamina diharapkan melahirkan UMKM yang tangguh, inklusif, dan berorientasi keberlanjutan.(bar/r)
Editor : Miftahul Khair