Waspada Bahaya Ruang di Balik Plafon, Area Penting yang Sering Diabaikan

PONTIANAK POST - Dalam merancang hunian impian, perhatian kita sering kali tertuju pada estetika ruang tamu atau kenyamanan kamar tidur.
Namun, menurut arsitek Aji Kurniawan dari @akurproject, ada satu area kritis yang kerap luput dari perhatian namun berdampak fatal jika diabaikan: ruang di balik plafon.
Meski merupakan "ruang mati" yang tidak dihuni manusia, area di atas plafon memegang peranan kunci terhadap keselamatan dan ketahanan bangunan.
"Bayangkan rumah mewah, tapi rangka atapnya nyetrum gara-gara kabel telanjang digigit tikus. Kan bahaya?" ujar Aji menekankan pentingnya keamanan di area tersembunyi ini, dikutip dari Jawapos.
Lindungi dari Hama dan Bahaya Listrik
Aji menegaskan bahwa area plafon harus tertutup rapat sempurna. Hewan seperti kucing, tikus, hingga biawak tidak boleh memiliki celah untuk masuk.
Solusinya, sistem soffit dan fascia harus dirancang dengan presisi agar tidak menyisakan celah sekecil apa pun.
Selain hama, instalasi listrik adalah aspek yang tidak boleh dikompromi. Aji mewajibkan penggunaan pipa pelindung (conduit) dan pelindung sambungan (T-dus). Kabel tidak boleh dibiarkan terbuka tanpa perlindungan.
"Jangan belibet, pasang yang lurus dan kasih klem satu-satu. Kerapian ini akan mempermudah pelacakan jika suatu saat terjadi gangguan," tambahnya.
Pentingnya Akses Inspeksi dan Sirkulasi
Satu elemen yang sering terlupakan adalah manhole atau akses inspeksi. Aji menyarankan minimal ada satu pintu akses di lantai paling atas agar pemilik rumah bisa memantau sumber titik bocor atau memeriksa kondisi kabel secara berkala.
Faktor suhu juga tidak kalah penting. Jika atap menggunakan material konduktor panas, pemasangan insulasi menjadi wajib.



