Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sejarah Hari Buruh, Dari May Day hingga Maknanya bagi Indonesia

S
Penulis: Silvina❯
Salah satu aksi memperingati Hari Buruh Sedunia di Jakarta (DOC JAWA POS)
Salah satu aksi memperingati Hari Buruh Sedunia di Jakarta (DOC JAWA POS)

Advertisement

 

PONTIANAK POST – Hari Buruh yang diperingati setiap tanggal 1 Mei atau dikenal sebagai  May Day merupakan momentum penting bagi para pekerja di seluruh dunia.

Peringatan ini bukan sekadar hari libur, tetapi juga simbol perjuangan panjang kaum buruh dalam menuntut hak, kesejahteraan, serta perlindungan kerja yang layak.

Advertisement

 Di banyak negara hari Buruh dijadikan agenda tahunan . Berbagai kegiatan mewarnai hari buruh tersebut dari aksi damai, seminar, diskusi publik, hingga perayaan bersama pekerja.

Asal-usul Hari Buruh Sedunia

Advertisement

Seperti diresume dari laman Universitas Djuanda yang ditulis Dr. Hj. Endeh Suhartini SH MH, sejarah Hari Buruh berawal dari gerakan pekerja pada abad ke-19, terutama di Amerika Serikat. Saat itu, para buruh menuntut jam kerja yang lebih manusiawi, yakni delapan jam sehari.

Perjuangan tersebut memuncak dalam peristiwa Haymarket di Chicago pada tahun 1886. Demonstrasi buruh yang berlangsung ricuh menyebabkan korban jiwa dan menjadi tonggak penting lahirnya gerakan buruh internasional.

Sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan tersebut, tanggal 1 Mei kemudian diperingati sebagai Hari Buruh Internasional.

Peringatan Hari Buruh di Indonesia

Di Indonesia, Hari Buruh mulai diperingati sejak masa kolonial Hindia Belanda pada tahun 1920. Namun dalam perjalanan sejarahnya, peringatan ini sempat mengalami pasang surut.

Advertisement

Artikel Terkait

Mengungkap Sejarah Kota Pontianak dan Asal-Usul Mitos Kuntilanak di Persimpangan Sungai

Mengungkap Sejarah Kota Pontianak dan Asal-Usul Mitos Kuntilanak di Persimpangan Sungai

Mengulas sejarah penjelajahan Syarif Abdurrahman Alkadrie dan detik-detik berdirinya Kota Pontianak pada 1771.

Gelar Ziarah Makam Kesultanan, Pemkot Pontianak Minta Warga Jaga Nilai Sejarah dan Kerukunan

Gelar Ziarah Makam Kesultanan, Pemkot Pontianak Minta Warga Jaga Nilai Sejarah dan Kerukunan

Peringati HUT ke-255 Kota Pontianak, Wawako Bahasan ajak warga ziarah makam leluhur dan teladani sejarah pendiri kota.

Mengapa Ada Kampung Banjar, Sampit, dan Bangka di Pontianak? Ini Jejak Sejarahnya

Mengapa Ada Kampung Banjar, Sampit, dan Bangka di Pontianak? Ini Jejak Sejarahnya

Kampung Bugis, Banjar, Sampit, dan Tambelan menyimpan jejak kedatangan pendatang yang ikut membentuk sejarah Kota Pontianak.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer