Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sejarah Kebebasan Pers Indonesia, Dari Sensor Hingga Era Reformasi

S
Penulis: Silvina❯
AKSI : Salah satu aksi memperingati hari kemerdekaan pers di Indonesia (DOC JAWA POS)
AKSI : Salah satu aksi memperingati hari kemerdekaan pers di Indonesia (DOC JAWA POS)

Advertisement

 

Pontianak Post – Kebebasan pers yang diperingati setiap tanggal 3 Mei menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan demokrasi di Indonesia.

Perjuangan panjang dunia jurnalistik dimulai dari masa pembatasan ketat hingga memasuki era reformasi yang membuka ruang lebih luas bagi media massa.

Advertisement

Saat ini, pers tidak hanya hadir melalui surat kabar dan televisi, tetapi juga berkembang ke platform digital yang menjangkau masyarakat secara cepat dan luas.

Pers pada Masa Awal Kemerdekaan

Advertisement

Alumnus Sejarah Universitas Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Aristono Edi Kiswantoro menjelaskan, sejak awal kemerdekaan, pers memiliki peran strategis sebagai alat perjuangan dan penyampai aspirasi rakyat. Media massa menjadi sarana penting untuk membangun semangat nasionalisme serta menjaga persatuan bangsa.

Namun dalam praktiknya, kebebasan pers pada setiap era pemerintahan mengalami dinamika berbeda sesuai situasi politik saat itu.

Masa Soekarno: Bebas tetapi Terbatas

Pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, pers masih diberi ruang bergerak, tetapi tetap berada dalam pengawasan negara.

“Kebijakan media saat itu lebih diarahkan untuk mendukung stabilitas nasional dan agenda pemerintahan. Kritik terhadap penguasa belum sepenuhnya berkembang seperti di negara demokrasi modern,”  jelas Aris yang sedang menempuh pendidikan S2 di UNY ini.  

Masa Orde Baru: Pers dalam Bayang-Bayang Sensor

Ketika pemerintahan Soeharto berkuasa, kebebasan pers menghadapi tekanan besar. Media massa berada di bawah pengawasan ketat Departemen Penerangan.

Penerbitan media dapat dibredel atau dicabut izinnya jika dinilai bertentangan dengan kebijakan pemerintah. Banyak wartawan dan media mengalami tekanan sehingga ruang kritik menjadi sempit.

Advertisement

Artikel Terkait

Mengungkap Sejarah Kota Pontianak dan Asal-Usul Mitos Kuntilanak di Persimpangan Sungai

Mengungkap Sejarah Kota Pontianak dan Asal-Usul Mitos Kuntilanak di Persimpangan Sungai

Mengulas sejarah penjelajahan Syarif Abdurrahman Alkadrie dan detik-detik berdirinya Kota Pontianak pada 1771.

Gelar Ziarah Makam Kesultanan, Pemkot Pontianak Minta Warga Jaga Nilai Sejarah dan Kerukunan

Gelar Ziarah Makam Kesultanan, Pemkot Pontianak Minta Warga Jaga Nilai Sejarah dan Kerukunan

Peringati HUT ke-255 Kota Pontianak, Wawako Bahasan ajak warga ziarah makam leluhur dan teladani sejarah pendiri kota.

Mengapa Ada Kampung Banjar, Sampit, dan Bangka di Pontianak? Ini Jejak Sejarahnya

Mengapa Ada Kampung Banjar, Sampit, dan Bangka di Pontianak? Ini Jejak Sejarahnya

Kampung Bugis, Banjar, Sampit, dan Tambelan menyimpan jejak kedatangan pendatang yang ikut membentuk sejarah Kota Pontianak.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer