Sinergi Warga dan Pemerintah Dinilai Kunci Pengelolaan Ruang Publik Aman

PONTIANAK POST - Partisipasi warga dalam menjaga fasilitas umum dinilai penting, tetapi tetap harus berjalan seiring dengan tanggung jawab pemerintah.
Sinergi keduanya diperlukan agar ruang publik tetap aman dan terkelola dengan baik.
Guru Besar Sosiologi Unair, Prof Dr Tuti Budirahayu, mengingatkan masyarakat untuk memahami langkah etis saat menemukan fasilitas umum yang rusak.
Menurutnya, warga perlu memastikan terlebih dahulu tingkat urgensi kerusakan tersebut. “Cek dulu apakah kondisi itu membahayakan masyarakat. Jika tingkat bahayanya tinggi, segera hubungi pihak terkait melalui saluran resmi,” jelas Tuti, dilansir dari Jawapos.
Jika masyarakat memilih memviralkan temuan tersebut, penggunaan bahasa juga harus diperhatikan. Hindari sentimen negatif yang justru memperburuk suasana.
“Gunakan kata-kata yang baik, sopan, dan fokus pada tujuan memancing respons cepat dari pemerintah, bukan mempermalukan pihak mana pun,” katanya.
Selain memviralkan, warga tetap disarankan menghubungi dinas atau pihak terkait melalui jalur resmi. Pelaporan formal penting agar laporan benar-benar masuk ke sistem dan segera ditindaklanjuti.
“Jika pemerintah sudah memberikan respons, masyarakat dapat mengawal proses perbaikannya secara partisipatif dan akuntabel,” sambungnya.
Tuti juga mengingatkan adanya risiko jika masyarakat terlalu sering bergerak sendiri memperbaiki fasilitas umum.
Menurutnya, kondisi itu bisa membuat pemerintah kehilangan rasa urgensi terhadap tanggung jawabnya.



