Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hal-Hal Kecil Saat Meminjam Mobil yang Sering Memicu Salah Paham

C
Penulis: Chairunnisya❯
Ilustrasi pinjam mobil (AI)
Ilustrasi pinjam mobil (AI)

Advertisement

PONTIANAK POST - Meminjam mobil sering kali terasa biasa karena dilakukan antarorang dekat.

Namun, justru hubungan dekat kerap membuat sebagian orang mengabaikan detail kecil yang sebenarnya penting dijaga.

Profesional public speaker & trainer Hearty Service, Dr (Cand) A.S. Mayangsari, mengatakan biaya-biaya kecil saat menggunakan mobil pinjaman seharusnya menjadi tanggung jawab peminjam.

Advertisement

Biaya parkir, tol, hingga tilang tidak boleh diam-diam dibebankan kepada pemilik kendaraan. Menurutnya, perhatian terhadap hal sederhana bisa menunjukkan kualitas sikap seseorang.

“Bantuan besar pantas dibalas dengan sikap yang setara,” ujar Mayang.

Jujur Saat Terjadi Kerusakan

Advertisement

Selain soal biaya, kejujuran juga menjadi etika utama ketika terjadi masalah pada kendaraan. Lecet kecil atau kerusakan ringan sebaiknya langsung disampaikan kepada pemilik mobil.

Mayang menilai menyembunyikan kerusakan justru lebih merusak hubungan dibanding kerusakan itu sendiri.

Ia menyarankan agar peminjam segera meminta maaf dan menawarkan solusi tanpa menunggu ditanya terlebih dahulu.

Jangan Gunakan Mobil Melebihi Izin Awal

Mayang juga mengingatkan bahwa penggunaan mobil harus sesuai izin yang diberikan sejak awal. Jika ada perubahan rencana perjalanan atau durasi pemakaian, peminjam wajib memberi kabar kepada pemilik kendaraan.

Menurutnya, izin selalu memiliki batas yang perlu dihormati.

Advertisement
Editor : Chairunnisya

Artikel Terkait

Etika Mengkritik Pemerintah Lewat Media Sosial Perlu Dijaga Warga

Etika Mengkritik Pemerintah Lewat Media Sosial Perlu Dijaga Warga

Memviralkan fasilitas umum rusak dinilai sah selama bertujuan mendorong solusi, bukan memancing kebencian.

Etika Memberi Suvenir Pernikahan Agar Tidak Terlihat Berlebihan dan Pamer

Etika Memberi Suvenir Pernikahan Agar Tidak Terlihat Berlebihan dan Pamer

Suvenir pernikahan bukan sekadar pelengkap pesta, tetapi simbol penghargaan dan kebersamaan.

Etika Mengumumkan Pernikahan Batal Agar Tidak Menjadi Bahan Gunjingan Publik

Etika Mengumumkan Pernikahan Batal Agar Tidak Menjadi Bahan Gunjingan Publik

Pakar etiket mengingatkan pembatalan pernikahan sebaiknya tidak diumumkan lewat WhatsApp agar privasi terjaga.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer