Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Etika Bermedia Sosial Penting Agar Unggahan Liburan Tidak Menimbulkan Masalah

C
Penulis: Chairunnisya❯
Ilustrasi traveler mengunggah momen liburan di media sosial (AI)
Ilustrasi traveler mengunggah momen liburan di media sosial (AI)

Advertisement

PONTIANAK POST - Membagikan foto dan video liburan di media sosial sudah menjadi kebiasaan banyak orang.

Namun, sebelum menekan tombol unggah, ada baiknya mempertimbangkan dampaknya karena media sosial merupakan ruang publik yang dapat diakses siapa saja.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra, Daniel Budiana SSos MA, menjelaskan bahwa media sosial memang memudahkan seseorang menyimpan dokumentasi perjalanan sekaligus berbagi pengalaman.

Meski demikian, pengguna perlu menyadari bahwa unggahan yang awalnya ditujukan untuk teman dekat dapat dilihat oleh publik.

Media Sosial Bukan Ruang Pribadi

Advertisement

Menurut Daniel, tidak semua pengalaman selama liburan harus dibagikan secara terbuka.

"Tidak semua momen liburan perlu dibagikan secara terbuka. Ada pengalaman yang cukup dinikmati sendiri atau dibagikan kepada lingkaran terdekat. Sebagian lainnya dapat menjadi inspirasi bagi khalayak luas," terangnya, dikutip dari Jawapos.

Karena itu, pengguna media sosial perlu memilah momen mana yang layak dipublikasikan dan mana yang lebih baik disimpan sebagai kenangan pribadi.

Setiap Orang Bisa Memiliki Penafsiran Berbeda

Daniel menjelaskan bahwa audiens memiliki sudut pandang yang beragam terhadap sebuah unggahan.

"Orang memaknai gambar dan video dengan cara yang berbeda-beda. Maksud kita mungkin berbagi kebahagiaan, tetapi bisa saja ada yang melihatnya sebagai bentuk pamer. Karena itu, empati perlu menjadi pertimbangan sebelum mengunggah sesuatu," bebernya.

Ia mencontohkan, seseorang yang mengunggah liburan secara berlebihan ketika rekan kerjanya sedang menghadapi tekanan pekerjaan bisa dianggap kurang peka terhadap kondisi sekitar.

Advertisement

Artikel Terkait

Konselor Ingatkan Jangan Jadikan Media Sosial Tempat Mengumbar Konflik Nafkah Anak

Konselor Ingatkan Jangan Jadikan Media Sosial Tempat Mengumbar Konflik Nafkah Anak

onflik nafkah anak yang diumbar di media sosial berisiko meninggalkan dampak psikologis bagi anak.

Cara Menanggapi Kritik di Media Sosial agar Kepercayaan Pelanggan Tetap Terjaga

Cara Menanggapi Kritik di Media Sosial agar Kepercayaan Pelanggan Tetap Terjaga

Cara merespons kritik dan menjaga konsistensi pelayanan menjadi kunci membangun kepercayaan pelanggan di media sosial.

Bahasa yang Tepat Menentukan Profesionalisme Penyedia Jasa di Media Sosial

Bahasa yang Tepat Menentukan Profesionalisme Penyedia Jasa di Media Sosial

Bahasa yang jelas dan informasi lengkap membantu penyedia jasa membangun profesionalisme serta kepercayaan pelanggan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer