Menbud Fadli Zon: Permainan Tradisional Harus Terus Dihidupkan di Era Digital

PONTIANAK POST – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan permainan tradisional harus terus dilestarikan sebagai ruang tumbuh kembang anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Menurutnya, permainan tradisional tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga berperan membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.
Pernyataan tersebut disampaikan Fadli saat menghadiri Festival "Generasi Berani Exploring – Biarkan Mereka Berlari" di Jakarta, Sabtu (25/7). Ia menilai anak-anak tetap membutuhkan ruang untuk bermain, berinteraksi, dan belajar bekerja sama melalui pengalaman langsung.
Permainan Tradisional Jadi Bagian Pemajuan Kebudayaan
Fadli mengatakan permainan tradisional merupakan salah satu objek Pemajuan Kebudayaan yang perlu terus dihidupkan di tengah kemajuan teknologi.
"Permainan tradisional merupakan salah satu objek Pemajuan Kebudayaan yang harus terus kita hidupkan. Di tengah perkembangan teknologi digital, anak-anak tetap memerlukan ruang untuk bermain, berinteraksi, belajar bekerja sama, dan mengenal nilai-nilai luhur bangsa melalui pengalaman nyata," kata Fadli.
Menurut dia, Indonesia memiliki ribuan permainan tradisional yang tersebar di berbagai daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional.
Kementerian Kebudayaan Siapkan Museum Permainan Tradisional
Untuk mendukung pelestarian tersebut, Kementerian Kebudayaan tengah mengembangkan berbagai langkah, mulai dari pendokumentasian, registrasi, hingga memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada masyarakat. Upaya itu juga mencakup rencana pengembangan museum permainan tradisional Indonesia.
"Kementerian Kebudayaan tengah mengembangkan berbagai langkah untuk mendokumentasikan, meregistrasi, serta memperkenalkannya kembali kepada masyarakat, termasuk melalui rencana pengembangan museum permainan tradisional Indonesia," katanya
"Kolaborasi yang kita lakukan hari ini menjadi langkah penting agar anak-anak kembali akrab dengan permainan yang membentuk karakter, kejujuran, kebersamaan, dan semangat gotong royong."
Sebagai bagian dari festival, Kementerian Kebudayaan bekerja sama dengan Komunitas Hong menghadirkan berbagai permainan tradisional bagi anak usia 5 hingga 8 tahun, di antaranya congklak, bekel, gasing, dam-daman, kelom batok, ular naga, ampar-ampar pisang, cublek-cublek suweng, dan cing ciripit.



