Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menbud Fadli Zon: Permainan Tradisional Harus Terus Dihidupkan di Era Digital

U
Penulis: Uray Ronald❯
Ilustrasi - Sejumlah siswa didampingi guru bermain bekel dan congklak saat perayaan Hari Anak Nasional di SD Negeri Mojosongo 3 Solo, Jawa Tengah, Kamis (23/7/2026). (Antara)
Ilustrasi - Sejumlah siswa didampingi guru bermain bekel dan congklak saat perayaan Hari Anak Nasional di SD Negeri Mojosongo 3 Solo, Jawa Tengah, Kamis (23/7/2026). (Antara)

Advertisement

 

PONTIANAK POST – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan permainan tradisional harus terus dilestarikan sebagai ruang tumbuh kembang anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Menurutnya, permainan tradisional tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga berperan membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.

Pernyataan tersebut disampaikan Fadli saat menghadiri Festival "Generasi Berani Exploring – Biarkan Mereka Berlari" di Jakarta, Sabtu (25/7). Ia menilai anak-anak tetap membutuhkan ruang untuk bermain, berinteraksi, dan belajar bekerja sama melalui pengalaman langsung.

Permainan Tradisional Jadi Bagian Pemajuan Kebudayaan

Fadli mengatakan permainan tradisional merupakan salah satu objek Pemajuan Kebudayaan yang perlu terus dihidupkan di tengah kemajuan teknologi.

Advertisement

"Permainan tradisional merupakan salah satu objek Pemajuan Kebudayaan yang harus terus kita hidupkan. Di tengah perkembangan teknologi digital, anak-anak tetap memerlukan ruang untuk bermain, berinteraksi, belajar bekerja sama, dan mengenal nilai-nilai luhur bangsa melalui pengalaman nyata," kata Fadli.

Menurut dia, Indonesia memiliki ribuan permainan tradisional yang tersebar di berbagai daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional.

Kementerian Kebudayaan Siapkan Museum Permainan Tradisional

Untuk mendukung pelestarian tersebut, Kementerian Kebudayaan tengah mengembangkan berbagai langkah, mulai dari pendokumentasian, registrasi, hingga memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada masyarakat. Upaya itu juga mencakup rencana pengembangan museum permainan tradisional Indonesia.

"Kementerian Kebudayaan tengah mengembangkan berbagai langkah untuk mendokumentasikan, meregistrasi, serta memperkenalkannya kembali kepada masyarakat, termasuk melalui rencana pengembangan museum permainan tradisional Indonesia," katanya

"Kolaborasi yang kita lakukan hari ini menjadi langkah penting agar anak-anak kembali akrab dengan permainan yang membentuk karakter, kejujuran, kebersamaan, dan semangat gotong royong."

Sebagai bagian dari festival, Kementerian Kebudayaan bekerja sama dengan Komunitas Hong menghadirkan berbagai permainan tradisional bagi anak usia 5 hingga 8 tahun, di antaranya congklak, bekel, gasing, dam-daman, kelom batok, ular naga, ampar-ampar pisang, cublek-cublek suweng, dan cing ciripit.

Advertisement

Artikel Terkait

Sekda Kalbar Buka Festival Permainan Rakyat, Dorong Pelestarian Budaya dan Permainan Tradisional

Sekda Kalbar Buka Festival Permainan Rakyat, Dorong Pelestarian Budaya dan Permainan Tradisional

Festival permainan rakyat di Pontianak dorong pelestarian budaya dan olahraga tradisional Kalimantan Barat.

Museum Musik Indonesia Segera Dibangun di Bandung, Fadli Zon: Warisan Musisi dan Perjalanan Musik Nasional Akan Diabadikan

Museum Musik Indonesia Segera Dibangun di Bandung, Fadli Zon: Warisan Musisi dan Perjalanan Musik Nasional Akan Diabadikan

Kementerian Kebudayaan menyiapkan Museum Musik Indonesia di Bandung untuk mendokumentasikan sejarah musik nasional.

Kementerian Kebudayaan Verifikasi Tiga Tradisi Sasak Usulan Lombok Timur untuk Penetapan WBTB 2026 di Nusa Tenggara Barat

Kementerian Kebudayaan Verifikasi Tiga Tradisi Sasak Usulan Lombok Timur untuk Penetapan WBTB 2026 di Nusa Tenggara Barat

Tiga tradisi Sasak dari Lombok Timur diverifikasi Kementerian Kebudayaan untuk diajukan sebagai WBTB tahun 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer