Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sebelum Bernama Pramuka, Indonesia Punya Sejarah Padvinders yang Menarik

S
Penulis: Silvina❯
Ilustrasi kegiatan kepanduan pada masa awal perkembangan gerakan Pramuka di Indonesia.
Ilustrasi kegiatan kepanduan pada masa awal perkembangan gerakan Pramuka di Indonesia.

Advertisement

 

PONTIANAK POST — Jauh sebelum dikenal dengan nama Gerakan Pramuka, kegiatan kepanduan di Indonesia memiliki perjalanan sejarah yang cukup panjang. Salah satu bagian menariknya adalah perubahan istilah dari Padvinders menjadi Pandu.

Perubahan nama tersebut bukan sekadar pergantian istilah. Di baliknya terdapat dinamika antara gerakan kepanduan yang dibawa pemerintah kolonial Belanda dan organisasi-organisasi yang mulai dibentuk tokoh pergerakan nasional.

Advertisement

Kepanduan Masuk Bersama Pemerintah Kolonial

Jejak kepanduan di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari perkembangan gerakan kepanduan di Eropa. Di Inggris, Robert Baden-Powell mengembangkan gerakan kepanduan melalui kegiatan yang mendorong kaum muda memiliki keterampilan dan kemampuan bertahan di alam.

Advertisement

Gerakan tersebut kemudian ikut memengaruhi perkembangan kepanduan di wilayah jajahan, termasuk Hindia Belanda.

Pada 1912, organisasi kepanduan yang dibentuk Belanda dikenal sebagai Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO). Dua tahun kemudian, organisasi tersebut berdiri dengan nama Nederland Indische Padvinders Vereeniging (NIPV).

Namun, pada masa itu, kepanduan yang dikelola organisasi kolonial tersebut tidak terbuka secara luas bagi masyarakat Indonesia. Keadaan ini kemudian mendorong munculnya organisasi kepanduan yang dibentuk oleh tokoh-tokoh pergerakan nasional.

Tokoh Pergerakan Mulai Membentuk Kepanduan Sendiri

Kepanduan kemudian berkembang menjadi ruang pendidikan bagi kaum muda Indonesia. Sejumlah organisasi pergerakan membentuk kelompok kepanduan masing-masing.

Di antaranya terdapat Javaanse Padvinders Organisatie (JPO), Jong Java Padvindery (JJP), Sarekat Islam Afdeling Padvindery (SIAP), serta kepanduan Muhammadiyah yang kemudian dikenal sebagai Hizbul Wathan.

Menariknya, organisasi-organisasi tersebut masih menggunakan istilah Padvinders yang sebelumnya identik dengan kepanduan Belanda.

Advertisement

Artikel Terkait

Dua Pramuka SLB Sintang Tembus Jamnas XII di Cibubur, Jadi Bagian dari 35 Kontingen Daerah

Dua Pramuka SLB Sintang Tembus Jamnas XII di Cibubur, Jadi Bagian dari 35 Kontingen Daerah

Dua Pramuka SLB Sintang bergabung dalam kontingen Jamnas XII 2026 di Cibubur, membawa semangat inklusivitas hingga tingkat nasional.

Karolin Margret Natasa Lepas Kontingen Pramuka Landak Menuju Jambore Nasional2026 di Cibubur Jakarta

Karolin Margret Natasa Lepas Kontingen Pramuka Landak Menuju Jambore Nasional2026 di Cibubur Jakarta

Bupati Karolin melepas kontingen Pramuka Landak ke Jamnas 2026 sambil menitipkan pesan persaudaraan dan swasembada pangan.

Jelang Jamnas XII di Cibubur, Kontingen Kubu Raya Dikukuhkan sebagai Pramuka Garuda Terpilih

Jelang Jamnas XII di Cibubur, Kontingen Kubu Raya Dikukuhkan sebagai Pramuka Garuda Terpilih

Kontingen Kubu Raya berangkat ke Jamnas XII di Cibubur setelah dikukuhkan sebagai Pramuka Garuda Tingkat Penggalang terpilih.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer