
PONTIANAK POST - Snake Plant atau tanaman Lidah Mertua dikenal sebagai tanaman hias yang mampu tumbuh dengan perawatan minim.
Namun, ketika ujung atau tepi daunnya mulai berubah cokelat dan kering, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah dalam perawatannya.
Menurut Balcony Garden Web, terdapat tujuh penyebab yang dapat membuat ujung dan daun lidah mertua berubah cokelat.
Baca Juga: 5 Jenis Lidah Mertua Berbentuk Berlian yang Unik dan Mudah Dirawat
Penyebabnya tidak selalu berkaitan dengan penyiraman, tetapi juga bisa berasal dari kualitas air, paparan matahari, udara kering, pupuk berlebih, hama dan penyakit, hingga kerusakan fisik.
1. Penyiraman Tidak Tepat
Lidah mertua menyimpan air di daunnya yang tebal dan berdaging sehingga tidak menyukai tanah yang terus-menerus basah. Namun, membiarkan tanah benar-benar kering selama berminggu-minggu juga tidak ideal.
Ketika cadangan air tanaman habis, ujung daun dapat menjadi bagian pertama yang mengering dan berubah cokelat. Kondisi tanah dapat diperiksa dengan memasukkan jari beberapa sentimeter ke dalam media tanam atau menggunakan tusuk kayu.
Jika tanah masih lembap, penyiraman dapat ditunda beberapa hari. Sebaliknya, jika tanah sudah kering dan ujung daun terasa rapuh serta berkerut, tanaman perlu segera disiram. Penyiraman dilakukan secara menyeluruh dan kelebihan air harus dibiarkan mengalir keluar.
2. Kualitas Air yang Digunakan
Rutinitas penyiraman yang sudah tepat belum tentu membuat daun terbebas dari masalah. Air keran dapat menjadi penyebab lain karena mengandung fluorida, klorin, dan garam mineral terlarut yang dapat menumpuk di dalam tanah.
Lidah mertua cukup sensitif terhadap mineral tersebut. Sebagai alternatif, tanaman dapat disiram menggunakan air hujan, air suling, atau air hasil penyaringan RO.
Jika air keran menjadi satu-satunya pilihan, air dapat didiamkan semalaman sebelum digunakan. Tanah juga perlu dibilas setiap beberapa bulan untuk membantu mengurangi penumpukan zat kimia.



