Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengapa Sembahyang Rebut Digelar pada Bulan Ketujuh Imlek? Ini Sejarahnya

S
Penulis: Silvina❯
Sembahyang Rebut menjadi tradisi masyarakat Tionghoa yang berkaitan dengan penghormatan kepada leluhur pada bulan ketujuh Imlek. (DOK ANTARA)
Sembahyang Rebut menjadi tradisi masyarakat Tionghoa yang berkaitan dengan penghormatan kepada leluhur pada bulan ketujuh Imlek. (DOK ANTARA)

Advertisement

 

PONTIANAK POST--Sembahyang Rebut dikenal sebagai tradisi masyarakat Tionghoa yang digelar pada tanggal 15 bulan ketujuh dalam penanggalan Imlek. Tradisi ini berkaitan dengan penghormatan kepada leluhur dan arwah.

Dalam tradisi Tionghoa, perayaan bulan ketujuh dikenal sebagai Zhongyuan. China Culture menjelaskan, Zhongyuan Festival berkaitan dengan kepercayaan masyarakat mengenai arwah yang kembali ke dunia manusia pada bulan ketujuh kalender lunar.

Advertisement

Pada masa tersebut, masyarakat memberikan persembahan berupa makanan dan melakukan ritual sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur maupun arwah.

Tradisi bulan ketujuh kemudian berkembang di berbagai wilayah Asia Tenggara seiring perpindahan masyarakat Tionghoa.

Advertisement

Dibawa ke Berbagai Daerah

Ketika komunitas Tionghoa terbentuk di berbagai wilayah Nusantara, tradisi leluhur ikut berkembang di lingkungan masyarakat setempat.

Di Bangka Belitung, misalnya, Universitas Bangka Belitung mencatat Sembahyang Rebut sebagai ritual yang dilaksanakan pada tanggal 15 bulan ketujuh Imlek.

Masyarakat menyiapkan makanan, minuman, buah-buahan dan berbagai benda persembahan. Ritual tersebut dilakukan untuk menghormati arwah yang dipercaya kembali ke dunia manusia. (ubb.ac.id)

Mengapa Disebut Sembahyang Rebut?

Nama Sembahyang Rebut berkaitan dengan salah satu bagian dari ritual, yakni perebutan sesaji setelah proses sembahyang selesai.

Dalam tradisi masyarakat Tionghoa Bangka, sesaji yang telah dipersembahkan kemudian diperebutkan masyarakat.

Advertisement

Artikel Terkait

Kemenag Singkawang Dorong UMKM Perempuan, Rumah Olahan Seroja Snack Resmi Dibuka untuk Perluas Pasar

Kemenag Singkawang Dorong UMKM Perempuan, Rumah Olahan Seroja Snack Resmi Dibuka untuk Perluas Pasar

Kemenag Singkawang dorong kemandirian ekonomi keluarga lewat pemberdayaan UMKM perempuan dan peresmian Rumah Olahan Seroja Snack.

Kapal Wangkang Dibakar, Warga Tionghoa Rawat Tradisi Leluhur

Kapal Wangkang Dibakar, Warga Tionghoa Rawat Tradisi Leluhur

Warga Tionghoa Kubu Raya kembali menjalankan Ritual Sembahyang Rebut dan membakar Kapal Wangkang sebagai penghormatan kepada leluhur.

Tokoh Tionghoa: Pencabutan Perda Kalbar Soal Berladang Tidak Tepat

Tokoh Tionghoa: Pencabutan Perda Kalbar Soal Berladang Tidak Tepat

Karhutla membakar gambut, tetapi aturan berladang yang dicabut. Acui mempertanyakan: benarkah ladang tradisional akar persoalan kebakaran di

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer