
PONTIANAK POST - Snake plant atau tanaman lidah mertua dikenal sebagai tanaman yang relatif mudah dirawat. Namun, tidak semua tanaman segera menghasilkan anakan atau pups.
Anakan merupakan tunas baru yang muncul dari bagian pangkal tanaman dewasa. Tunas tersebut kemudian dapat dipisahkan dan ditanam sebagai tanaman baru.
Balcony Garden Web menyebut terdapat sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kemampuan snake plant menghasilkan anakan.
Baca Juga: Anakan Lidah Mertua Mudah Busuk? Ini Cara Merawatnya dengan Benar
Kondisi media tanam, suhu, pola penyiraman, pemupukan, akar, cahaya, air kelapa, hingga ukuran pot menjadi beberapa faktor yang perlu diperhatikan.
1. Media Tanam Terlalu Menahan Air
Salah satu faktor yang dapat memengaruhi produksi anakan adalah kondisi media tanam.
Snake plant membutuhkan media dengan drainase baik. Campuran yang terlalu padat atau mudah menahan air dapat membuat akar berada dalam kondisi terlalu basah.
Direkomendasikan penggunaan campuran media yang lebih bertekstur dan memiliki drainase baik untuk membantu mencegah akar tergenang.
Salah satu campuran yang disebut adalah kombinasi tanah khusus kaktus atau sukulen dengan pasir kasar dan perlit atau batu apung.
Campuran tersebut ditujukan untuk menyediakan drainase sekaligus aerasi bagi akar.
2. Tidak Ada Perubahan Suhu


