Namun sejumlah literasi menjelaskan bahwa kebaya adalah sejenis pakaian bagian atas yang secara tradisional dikenakan oleh wanita di Asia Tenggara, terutama di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura.
Selain itu, kebaya juga dikenakan di daerah di luar Asia Tenggara, yakni pemakaian oleh orang Jawa, Melayu, dan orang Eurasia Portugis di Kepulauan Cocos, Pulau Natal, pesisir India dan Sri Lanka, Makau, serta Afrika Selatan.
Kebaya digambarkan sebagai pakaian bagian atas yang memiliki karakteristik terbuka di bagian depan dan dibuat secara tradisional dari kain ringan, seperti brokat, katun, kasa, renda, atau voile, dan terkadang dihiasi dengan sulaman.
Bagian depan diamankan dengan kancing, pin, atau bros. Keindahannya menjadikan sejumlah musisi di Indonesia terpikat untuk menyusun kata-kata menjadi sebuah lagu dengan tema kebaya.
Sebut saja Franky Sahilatua yang menulis lagu Gadis Kebaya pada 1984, kemudian Iwan Fals bersama Swami dengan lagu Kebaya Merah pada 1991.
Terakhir, Rieka Roslan bersama Lima Wanita meluncurkan lagu Kebaya Indonesia, tepat di Hari Kebaya Nasional, hari ini.
Menggandeng empat penyanyi jazz lainnya, mantan vocalis The Groove itu menulis Kebaya Indonesia dalam balutan musik jazz.
Berikut rangkuman dari ketiga musisi tersebut yang kami bahas kembali tepat di Hari Kebaya Nasional ini.
Franky Sahilatua
Penyanyi balada Franky Sahilatua melantunkan lagu Gadis Kebaya, yang dirangkumnya dalam album berjudul sama, tepat pada 1984 lalu.
Ini merupakan album kedua dari penyanyi single yang sebelumnya sering berduet bersama adiknya, Jane Sahilatua itu.
Swami
Iwan Fals menuliskan lagu berjudul Kebaya Merah yang diusungnya bersama grup musik Swami. Lagu ini bisa dijumpai di album kedua Swami berjudul Swami (1991).
Berikut lirik lagu dari Kebaya Merah tersebut:
Kebaya merah kau kenakan
Anggun walau nampak kusam
Kerudung putih terurai
Ujung yang koyak tak kurangi cintaku
Wajahmu seperti menyimpan duka
Padahal kursimu dilapisi beludru
Ada apakah, Ibu?
Ceritalah seperti dulu
Duka suka yang terasa
Percaya pada anakmu
Tak terpikir 'tuk tinggalkan dirimu
Ibuku, darahku, tanah airku
Tak rela kulihat kau seperti itu
Ada apakah, Ibu?
Wajahmu seperti menyimpan duka
Padahal kursimu dilapisi beludru
Ada apakah?
Ibuku, darahku, tanah airku
Tak rela kulihat kau seperti itu
Ada apakah?
Wajahmu seperti menyimpan duka
Padahal kursimu dilapisi beludru
Ada apakah?
Ibuku, darahku, tanah airku
Tak rela kulihat kau seperti itu
Ada apakah?
Wajahmu seperti menyimpan duka
Padahal kursimu dilapisi beludru
Ada apakah?
Ibuku, darahku, tanah airku
Tak rela kulihat kau seperti itu
Ada apakah?
Lima Wanita
Lima Wanita adalah grup vokal yang dibentuk oleh Rieka Roeslan, Andien, Nina Tamam, Iga Mawarni, dan Yuni Shara.
Tepat di Hari Kebaya Nasional ini, mereka meluncurkan sebuah single berjudul Kebaya Indonesia.
Dilansir dari situs voi.id, lagu tersebut ditulis oleh Rieka Roslan.
Lagu tersebut menggambarkan bagaimana kebaya sebagai produk kebudayaan Indonesia, menyimpan makna mendalam yang memancarkan keanggunan serta kekuatan wanita.
Berikut bait lagu Kebaya Indonesia:
Kebaya Indonesia
Siapa tak terpikat dengan keindahannya
Kebaya Indonesia
Anggun berjalan dari masa ke masa
Kebaya Indonesia pesonamu takkan lekang oleh jaman
Setiap mata memandang
Swlalu terpesona Kebaya Indonesia
Di balik keindahanmu kebaya
Tersimpan kekuatan wanita
Warisan budaya nusantara
jadi simbol perjuangan perempuan di Indonesia
Kebaya Indonesia. (ote)
Editor : Syahriani Siregar