PONTIANAK - Siapa sangka! Kulit bawang yang selama ini sering dibuang begitu saja, ternyata menyimpan potensi besar sebagai pupuk organik.
Limbah dapur yang satu ini, tidak hanya dapat menyuburkan tanaman, tetapi juga ramah lingkungan.
Kandungan nutrisi yang tinggi, pada kulit bawang, seperti kalium, magnesium, fosfor, dan zat besi, membuatnya sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman.
Selain itu, kulit bawang juga mengandung hormon auksin dan giberelin yang berfungsi sebagai, zat pengatur tumbuh tanaman.
Dikutip dari akun tiktok @RangerKebun, membuat pupuk dari kulit bawang sangatlah mudah.
Langkah-langkah:
1. Kumpulkan Kulit bawang bekas.
2. Rendam dalam air selama 24 jam.
3. Setelah itu, saring larutan dan semprotkan pada tanaman.
4. Ampas kulit bawang yang sudah disaring, juga bisa dijadikan pupuk organik padat, dengan cara dikeringkan dan dicampurkan dengan tanah.
Manfaat Pupuk dari Kulit Bawang:
- Menyuburkan Tanaman
Pupuk dari kulit bawang memilki manfata untuk menyuburkan tanaman, nutrisi yang terkandung dalam kulit bawang, dapat membantu tanaman tumbuh subur dan berbuah lebat.
- Meningkatkan Kualitas Tanah
Pupuk alami dari kulit bawang dapat meningkatkan kualitas tanah.
Penggunaan pupuk kulit bawang secara teratur juga dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kemampuan tanah dalam menahan air dan serta meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah yang bermanfaat.
- Mencegah Hama dan Penyakit Lain
Pupuk dari kulit bawang dapat mencegah serangan hama dan penyakit.
Senyawa alami yang terdapat dalam kulit bawang dapat berfungsi sebagai pestisida alami, sehingga dapat melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit.
- Ramah Lingkungan
Pupuk kulit bawang merupakan pupuk organik yang aman bagi lingkungan dan tidak menimbulkan polusi.
Dengan memanfaatkan kulit bawang sebagai pupuk Anda tidak hanya mengurangi jumlah limbah organik, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan lestari.
- Ekonomis
Dengan membuat pupuk alami dari kulit bawang, Anda juga dapat menghemat pengeluaran.
Anda tak perlu merogoh kocek untuk membeli pupuk kimia.
Mari mulai memanfaatkan limbah dapur kita, untuk kegiatan berkebun yang lebih ramah lingkungan! (alf/mgg)
Editor : Miftahul Khair