PONTIANAK POST - Air minum yang keluar dari dispenser seharusnya terasa segar, bersih, dan tidak berbau.
Namun, cukup sering terjadi, air justru tercium aneh dan rasanya kurang enak.
Kondisi ini bukan hanya mengganggu, tetapi juga bisa menurunkan kualitas air minum yang kita konsumsi sehari-hari.
Penyebab utamanya biasanya ada pada kebersihan dan jarang dirawat.
Melansir dari The Spruce, dispenser yang tidak rutin dibersihkan bisa menyimpan kerak dan endapan yang menumpuk di dalam tangki.
Endapan inilah yang menjadi sarang bakteri dan kuman penyebab bau tidak sedap.
Jika dibiarkan, air yang keluar bisa tercemar dan menimbulkan risiko kesehatan.
Itulah sebabnya, perawatan sederhana namun konsisten perlu dilakukan agar tetap higienis dan air minum selalu terjaga kualitasnya.
Mengapa Air Dispenser Bisa Bau?
Seiring penggunaan, bagian dalam pemberi minuman otomatis ini sering kali mengalami penumpukan mineral dari air, sisa kotoran, dan endapan kecil yang sulit terlihat.
Jika jarang dibersihkan, penumpukan ini bisa berkembang menjadi kerak dan menjadi tempat tumbuhnya bakteri.
Akibatnya, air yang keluar akan berbau, terasa aneh, bahkan tidak lagi jernih.
Selain itu, galon yang kotor atau wadah penampungan di dalamnya yang tidak pernah dikosongkan juga bisa memicu masalah serupa.
Baca Juga: Air Putih dari Dispenser Kembali Segar, Ini Cara Mudah Membersihkan Dispenser Supaya Awet Dan Bersih
Cara Membersihkan Dispenser dengan Mudah
Membersihkan wadah air galon ini sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan.
Tanpa harus memanggil teknisi, Anda bisa melakukannya sendiri di rumah dengan langkah sederhana berikut:
1. Rutin membersihkan semua bagian
Mulailah dengan mengelap bagian luar dan atasnya.
Jangan lupakan keran dan tangki bagian dalam yang sering menjadi sumber endapan.
Untuk membersihkan kerak, rebus air bersama irisan lemon selama beberapa jam.
Setelah itu, tuangkan air rebusan lemon ke dalam wadah atau tempat penampung.
Cara ini bukan hanya meluruhkan kotoran, tetapi juga meninggalkan aroma segar alami.
2. Cek kebersihan galon sebelum dipasang
Sebelum menaruh galon di dispenser, pastikan bagian atas galon sudah benar-benar bersih.
Lap menggunakan tisu pembersih atau kain bersih agar debu dan bakteri tidak ikut masuk ke dalam tangki.
Langkah sederhana ini bisa mencegah kontaminasi dan menjaga air tetap higienis.
3. Kosongkan wadah penampungan air
Di bawah keran biasanya ada wadah kecil untuk menampung sisa tetesan.
Jika dibiarkan penuh, air yang menggenang di sana bisa menjadi tempat ideal bagi bakteri.
Karena itu, biasakan untuk mengosongkannya setiap hari agar tidak menimbulkan bau.
Menjaga Dispenser Tetap Higienis
Kebersihan dispenser adalah kunci utama agar air minum tetap segar dan aman.
Dengan rutin membersihkan tangki, keran, serta galon sebelum digunakan, risiko bau tak sedap bisa diminimalisir.
Selain itu, membiasakan diri membuang sisa air di penampungan juga penting agar mesin penampung air minum ini tidak menjadi sarang bakteri.
Perawatan yang teratur tidak hanya menjaga kualitas air, tetapi juga membuatnya lebih awet digunakan.
Jadi, luangkan sedikit waktu untuk membersihkannya, karena kebiasaan kecil ini akan berdampak besar pada kesehatan keluarga. (*)
Editor : Miftahul Khair