PONTIANAK POST - Kucing adalah salah satu hewan peliharaan yang paling banyak disukai keluarga Indonesia.
Kelucuan dan sifat manjanya sering membuat suasana rumah lebih hangat. Namun, ada satu masalah yang sering dikeluhkan yaitu bau kencing yang tajam, menyengat, dan sulit dihilangkan.
Menyadur dari The Spruce Pets, PetMD, dan ASPCA, bau kencing kucing ini muncul karena urinnya mengandung amonia, asam urat, serta protein khusus yang tidak mudah larut hanya dengan air biasa.
Jika tidak dibersihkan dengan cara yang benar, bau bisa bertahan lama, bahkan menempel pada furnitur, lantai, hingga pakaian.
Lebih parah lagi, anabul cenderung akan kembali pipis di tempat yang sama, karena mencium bekas aroma mereka.
Sebagai orang tua dan pecinta hewan, menjaga rumah tetap bersih sangat penting.
Anak-anak bisa bermain lebih nyaman, dan seluruh keluarga merasa aman tanpa terganggu bau tidak sedap. Berikut panduan lengkap dan praktis untuk mengatasi bau kencing kucing.
1. Segera Bersihkan Sebelum Bau Menyerap
Bau urine anabul semakin sulit dihilangkan jika dibiarkan terlalu lama. PetMD menekankan bahwa langkah pertama yang wajib dilakukan adalah menyerap urine sesegera mungkin.
Gunakan tisu tebal, handuk bekas, atau kain lap kering untuk menekan area yang terkena pipis hingga cairan terserap maksimal.
Jangan menggosok, karena itu justru membuat urine menyebar lebih luas.
Tips tambahan:
- Gunakan sarung tangan sekali pakai agar lebih higienis.
- Jika urine mengenai lantai keramik, segera pel dengan air hangat sebelum masuk ke nat.
- Untuk permukaan kayu atau sofa, serap perlahan dan hindari penggunaan air terlalu banyak agar tidak merusak bahan.
Baca Juga: Tak Perlu Khawatir Lagi! Begini Cara Hilangkan Bau Pipis Kucing di Sofa
2. Gunakan Pembersih Enzimatik, Bukan Pembersih Biasa
Banyak orang terbiasa memakai cairan pembersih serbaguna atau bahkan pewangi ruangan untuk menutupi bau. Sayangnya, cara ini tidak menyelesaikan masalah.
Menurut The Spruce Pets, bau urine mereka hanya bisa benar-benar hilang dengan enzymatic cleaner.
Mengapa enzim? Karena enzim bekerja memecah molekul protein dalam urine yang menjadi sumber bau menyengat.
Jika hanya dibersihkan dengan sabun atau pembersih biasa, aromanya mungkin berkurang sementara, tetapi anabul tetap bisa mencium bekasnya dan kemungkinan akan kencing di sana lagi.
Tips penggunaan:
- Semprotkan pembersih enzimatik pada area yang terkena.
- Biarkan cairan bekerja selama 10–15 menit sebelum dikeringkan.
- Ulangi beberapa kali jika baunya masih tersisa.
Baca Juga: Cara Praktis Menghilangkan Bau Pipis Kucing: 4 Langkah Efektif!
3. Cuci Kain, Karpet, dan Pakaian dengan Benar
Jika mereka buang air di karpet, sofa, atau pakaian, jangan langsung dicuci dengan air panas.
PetMD menyarankan untuk merendam kain dalam air dingin terlebih dahulu agar urine tidak semakin menempel.
Setelah itu, cuci menggunakan deterjen dan tambahkan sedikit baking soda sebagai penetral bau.
Tips tambahan:
- Hindari penggunaan pemutih berbasis klorin, karena bisa bereaksi dengan amonia dalam urine.
- Jika mencuci pakaian di mesin cuci, lakukan dua kali pembilasan agar bau benar-benar hilang.
- Untuk karpet besar, pertimbangkan memakai jasa pembersihan profesional agar lebih tuntas.
4. Atasi Perilaku Spraying pada Kucing
Tidak semua kasus bau pipis berasal dari buang air biasa. ASPCA menjelaskan adanya perilaku spraying atau penyemprotan urin, biasanya dilakukan anabul jantan untuk menandai wilayah.
Spraying sering terjadi ketika mereka stres, merasa terancam, atau belum disterilkan.
Solusi yang bisa dilakukan:
- Sterilisasi/kastrasi sesuai anjuran dokter hewan, terbukti mengurangi kebiasaan spraying.
- Sediakan lebih banyak kotak pasir untuk mengurangi rasa kompetisi antar kucing.
- Pastikan lingkungan rumah nyaman, minim suara keras, dan jauh dari pemicu stres.
- Gunakan pheromone diffuser yang membantu menenangkan.
Baca Juga: Ketika WSTCC Gubah Lagu Aksi Kucing di Album Mini Pertama Mereka
5. Cegah dengan Kotak Pasir yang Bersih dan Memadai
Pencegahan adalah cara paling efektif. The Spruce Pets menyarankan aturan sederhana: jumlah kotak pasir = jumlah kucing + 1.
Jadi, jika Anda memelihara dua kucing, sebaiknya sediakan tiga kotak pasir.
Kotak pasir harus dibersihkan setiap hari. Jika terlalu kotor, anabul akan mencari tempat lain yang dianggap lebih bersih, termasuk sofa atau sudut rumah.
Selain itu, ganti pasir secara rutin dan cuci wadahnya minimal seminggu sekali dengan air sabun hangat.
Penutup
Menghilangkan bau kencing kucing memang membutuhkan kesabaran dan teknik yang tepat.
Dengan segera membersihkan urine, memakai pembersih enzimatik, mencuci kain dengan benar, memahami perilaku spraying, serta menjaga kebersihan kotak pasir, rumah tetap bisa segar dan nyaman meski memelihara kucing. (*)
Editor : Miftahul Khair