Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Titik Api Karhutla Sambas Nihil, Kabut Asap Mulai Menipis Setelah Hujan dan Pemadaman

F
Penulis: Fahrozi PP❯
Kabut asap di Sambas sudah mulai menipis dengan jumlah titik api nol. (FAHROZY/PONTIANAKPOST)
Kabut asap di Sambas sudah mulai menipis dengan jumlah titik api nol. (FAHROZY/PONTIANAKPOST)

Advertisement

PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Sambas memaksimalkan upaya pengendalian bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dengan dukungan pihak terkait dan masyarakat.

“Pentingnya koordinasi antarpihak dalam menghadapi kondisi kabut asap akibat karhutla, lantaran respons cepat dan kerja bersama menjadi hal penting untuk dilakukan di tengah terjadinya bencana,” kata Bupati Sambas, H Satono.

Satono mengapresiasi semua pihak yang selama ini turun ke lapangan melakukan pemadaman karhutla. Menurutnya, masyarakat setempat juga turut bahu-membahu melakukan pemadaman dan penanganan di lapangan.

Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Yakob Pujana, juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah dan terus melaksanakan pemadaman karhutla di sejumlah wilayah Kabupaten Sambas.

Menurut Yakob, kebakaran hutan dan lahan memberikan dampak tidak baik bagi sendi-sendi kehidupan masyarakat. Tidak hanya terhadap kesehatan, karhutla juga mengganggu sejumlah kegiatan lainnya.

Advertisement

Sesuai data BMKG, titik api di Kabupaten Sambas per 18 September 2026 tercatat nol. Kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap penurunan kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Sambas.

“Selain lantaran sudah turunnya hujan beberapa kali di sejumlah tempat, kemudian upaya pemadaman yang dilakukan petugas yang turun ke lokasi, menyebabkan titik api terus berkurang sehingga kabut asap meski saat ini masih ada, namun mulai berkurang atau menipis,” katanya.

Yakob mengharapkan kesiapsiagaan dan kekompakan semua pihak terus terjaga serta hujan kembali turun. Dengan demikian, kabut asap diharapkan hilang sehingga kondisi udara membaik dan seluruh aktivitas masyarakat berjalan normal.

“Di Kabupaten Sambas, semua pihak terlibat di tengah bencana kabut asap akibat karhutla, mulai dari kepolisian, TNI, Pemerintah, hingga elemen masyarakat, petugas damkar. Ini menjadi hal yang baik dan kekompakan ini harus terus ditingkatkan,” katanya. (fah)

Advertisement

Artikel Terkait

DPRD Sambas Tekankan Kesiapsiagaan Desa dan Penguatan Anggaran untuk Menghadapi Ancaman Bencana

DPRD Sambas Tekankan Kesiapsiagaan Desa dan Penguatan Anggaran untuk Menghadapi Ancaman Bencana

DPRD Sambas mendorong penguatan anggaran bencana, kesiapsiagaan desa, dan koordinasi untuk menghadapi karhutla serta banjir.

CFD Sambas Kembali Digelar Usai Libur, Kali Ini Diramaikan Festival Anak dan Tari Massal

CFD Sambas Kembali Digelar Usai Libur, Kali Ini Diramaikan Festival Anak dan Tari Massal

CFD Sambas kembali digelar setelah libur akibat kabut asap karhutla. Kali ini, CFD diramaikan Festival Anak Kabupaten Sambas.

1.192 Hektare Gambut Sambas Terbakar, Pemulihan Didorong untuk Cegah Karhutla Berulang

1.192 Hektare Gambut Sambas Terbakar, Pemulihan Didorong untuk Cegah Karhutla Berulang

Lahan gambut Sambas yang terbakar mencapai 1.192,84 hektare. Pemulihan didorong lewat sekat kanal untuk cegah karhutla berulang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer