PONTIANAK POST – Sebanyak 126.482 wisatawan mengunjungi berbagai destinasi wisata di Kabupaten Sambas selama libur Lebaran Idulfitri 1446 H/2025. Selain wisatawan lokal, kunjungan juga tercatat berasal dari mancanegara, terutama dari Malaysia.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Sambas, pendataan dilakukan sejak 30 Maret hingga 7 April 2025 di 16 titik lokasi wisata. Dari total pengunjung tersebut, sekitar 2.155 orang merupakan wisatawan mancanegara.
Lima objek wisata mencatat tingkat kunjungan tertinggi, dengan wisata alam mendominasi. Kelima objek wisata dengan pengunjung tertinggi, yakni Danau Sebedang: sekitar 24.000 pengunjung, Pantai Temajuk sebanyak 15.642 pengunjung, Taman Wisata Bahari sebanyak 53.950 pengunjung, Pantai Tanjung Api sekitar 3.300 pengunjung, dan Istana Alwatzikhoebillah ada 13.550 pengunjung. Sementara, destinasi lainnya mencatat total kunjungan sebanyak 16.040 orang.
Sebagian besar pengunjung menggunakan sepeda motor (77,18%), sementara 22,82% lainnya menggunakan kendaraan roda empat. Puncak kunjungan terjadi pada 2 April 2025, didukung cuaca cerah dan masa liburan yang panjang.
Mayoritas wisatawan merupakan warga lokal dari Kabupaten Sambas. Adapun pengunjung dari luar daerah datang dari Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, Mempawah, Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, serta sebagian kecil dari luar Kalimantan Barat.
Jefri, pengelola objek wisata Pantai Tanjung Api di Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, mengatakan peningkatan kunjungan terjadi setiap musim Lebaran. “Sejak hari kedua Lebaran sudah mulai ramai dikunjungi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ardy Sanjaya, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pagong Sebedang, Kecamatan Sebawi. Ia mencatat kunjungan di Danau Sebedang mencapai 24.000 orang. “Itu belum termasuk anak-anak dan lansia yang tidak dikenakan tiket, jumlahnya bisa sekitar 7.000 orang. Padahal penjualan tiket hanya sampai pukul 16.00 WIB, sementara pengunjung masih terus berdatangan,” jelasnya.
Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Yakob Pujana, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dalam mengunjungi objek wisata. Menurutnya, hal ini menjadi indikasi bahwa destinasi wisata di Sambas sudah menjadi pilihan utama, tidak hanya bagi warga lokal, tetapi juga pengunjung dari luar daerah dan mancanegara.
“Ini pertanda baik bagi kemajuan pariwisata. Saya dorong para pengelola untuk terus berinovasi dalam memperkenalkan potensi wisatanya,” kata Yakob. Ia juga menegaskan pentingnya peran bersama antara pemerintah, pengelola, dan masyarakat dalam memajukan pariwisata sebagai penggerak ekonomi lokal.
Pemerintah Kabupaten Sambas melalui dinas terkait juga diyakini telah memberikan dukungan dan pembinaan kepada para pengelola wisata. “Kemajuan pariwisata adalah tanggung jawab bersama. Dampaknya sangat positif bagi perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (fah)
Editor : Miftahul Khair