PONTIANAK POST — Warga Kecamatan Sambas dihebohkan oleh video viral yang memperlihatkan perkelahian dua remaja putri di area kompleks Lapangan Futsal Desa Lumbang, Kecamatan Sambas. Kedua remaja tersebut diketahui masih di bawah umur dan berstatus sebagai pelajar. Video berdurasi beberapa menit itu memperlihatkan dua remaja putri terlibat perkelahian, sementara sejumlah remaja lainnya hanya menonton tanpa melerai, meskipun salah satu dari pelaku terlihat sudah dalam kondisi terpojok.
Kasi Humas Polres Sambas, AKP Sadoko, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari orang tua salah satu korban terkait insiden tersebut. “Benar, kami telah menerima laporan dari orang tua salah satu remaja. Peristiwa terjadi pada Minggu, 11 Mei 2025 sekitar pukul 15.05 WIB, di area parkir sepeda motor samping Lapangan Futsal Desa Lumbang,” jelas Sadoko.
Menurut keterangan pelapor, perkelahian diduga dipicu oleh perselisihan yang sebelumnya terjadi di media sosial. Akibat pertikaian tersebut, kedua remaja yang masing-masing berusia 13 dan 14 tahun, kemudian sepakat bertemu di lokasi kejadian.
“Berdasarkan laporan orang tua korban, anaknya mengalami luka lecet di bagian belakang kepala, memar, serta nyeri di leher, bahu, dan punggung akibat dijambak, dibenturkan ke lantai, dipukul, dan ditendang,” ungkapnya.
Kejadian tersebut sempat direkam oleh salah satu saksi di lokasi, dan rekaman video itu kini dijadikan barang bukti oleh pihak kepolisian. Selain video, barang bukti lain yang diserahkan pelapor antara lain pakaian korban, kutipan akta kelahiran, kartu keluarga, dan hasil visum et repertum.
Polres Sambas telah melakukan langkah awal penanganan, termasuk memeriksa pelapor, mengamankan barang bukti, serta melakukan visum terhadap korban. “Untuk sementara, korban yang mengalami luka-luka bertindak sebagai pelapor. Proses hukum terhadap kejadian ini masih berlanjut dan akan ditangani sesuai aturan yang berlaku,” kata Sadoko.
Ia juga menegaskan bahwa Polres Sambas berkomitmen untuk menangani setiap laporan secara profesional dan berkeadilan. Masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta menyelesaikan konflik secara damai dan edukatif. “Kami berharap, peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak agar lebih bijak bermedia sosial, serta mengedepankan cara-cara penyelesaian yang positif, terutama di kalangan pelajar,” tutupnya. (fah)
Editor : Hanif