Tradisi Sangkur Pora Di Acara Pernikahan Anggota TNI AD
Iringan Tradisi Sangkur Pora ala militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat menjadi pusat perhatian warga di momen pernikahan Pratu Saputra Yudha Pratama dan Dini Eka Wahyurini di Desa Sami, Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau, Sabtu (24/6) siang. Pontianak Post menyajikan liputannya.
SUGENG ROHADI, BONTI
SECARA umum, Tradisi Sangkur Pora merupakan acara penghantaran prajurit TNI Angkatan Darat, bagi tamtama dan bintara yang melaksanakan prosesi pernikahan. Karena tradisi ini jarang terlihat dan disaksikan masyarakat pedalaman, sontak saja warga di sekitar lokasi resepsi tidak ingin melewatkan momen tersebut dengan mengabadikannya.
Momen pernikahan Pratu Saputra Yudha Pratama (Denhubrem 121 Sintang) dan Dini Eka Wahyurini di Desa Sami terbilang meriah dengan kehadiran warga yang ingin menyaksikan secara langsung tradisi tersebut. Tak ayal, kediaman Abang Usni (Orang tua dari mempelai wanita) seolah menjadi lautan manusia.
Pelaksanaan tradisi tersebut melibatkan sedikitnya sebelas prajurit TNI AD berpakaian lengkap dengan atribut PDH 1. Pasukan Sangkur Pora tersebut dipimpin langsung oleh Pratu Lutfi Gozali, dibawah bimbingan pelatih Serka Wahyu prabowo. Para prajurit terbilang sukses melaksanakan tradisi tersebut dengan penuh hikmat dalam mengantarkan kedua mempelai hingga ke kursi pelaminan.
Kepada wartawan, Pratu Lutfi Gozali menjelaskan Tradisi Korps Sangkur Pora merupakan warisan secara turun temurun dari para senior sebelumnya. Tradisi tersebut bertujuan agar tetap terjalin ikatan batin yang kokoh dan kuat di antara kakak dan adik (Prajurit TNI AD) dan juga sebagai pernyataan bahwa mereka pernah sama-sama digembleng dan dididik di Satuan Denhubrem 121 Sintang.
Pada Saat tradisi penyerahan cincin diserahkan langsung oleh Letkol Yulisman selaku Dandenhubrem 12 Sintang, dan untuk baju Persit Kartika Candra Kirana diserahkan kepada perwakilan Persit Kartika Chandra Kirana Ranting Sintang. Antusiasme masyarakat di Desa Sami sungguh luar biasa dengan mendukung pelaksanaan kegiatan hingga selesai.
Kepala kewilayahan setempat, Abang Usman yang juga mewakili keluarga mempelai menyampaikan sebuah kebanggaan bagi pihaknya, apalagi kegiatan tersebut pertama kali dilaksanakan di momen pernikahan salah satu warga di Desa Sami.
"Ini perdana dilaksanakan, lebih tepatnya di Sami di momen resepsi pernikahan salah satu warga kita. Pastinya sebuah kehormatan bagi keluarga mempelai dan juga warga di sini," ujarnya.
"Banyaknya warga yang menyaksikan menunjukkan betapa antusiasnya mereka karena memang acara tradisi kemiliteran ini belum pernah dilaksanakan sebelumnya khususnya di Desa Sami. Ini juga merupakan kebanggaan atas wujud sikap kecintaan masyarakat terhadap TNI," sambungnya. (*) Editor : Misbahul Munir S